Metrobatam, Jakarta – Guns N Roses kembali menyambangi Jakarta setelah 6 tahun lamanya. Bedanya, bila pada 2013 lalu band hard rock asal Amerika Serikat tersebut tampil dalam formasi yang tak selengkap di kali keduanya ini.

Dalam formasi reuni, Guns N Roses diperkuat oleh Axl Rose (vokal, piano), Duff McKagan (bass), Slash (gitar utama), Dizzy Reed (keyboard), Richard Fortus (gitar ritme), Frank Ferrer (drum), dan Melissa Reese (keyboard).

Konser tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/11). Tak banyak band yang bisa mendapat ‘kehormatan’ untuk tampil di stadion tersebut, Guns N Roses pantas mendapatkannya.

Sebab, band yang terbentuk pada 1985 itu bisa dikatakan sebagai salah satu bagian dari sejarah musik. Menyaksikan Guns N Roses dalam format reuni tak ubahnya sebuah kemustahilan yang akhirnya menjadi nyata.

Sebab sebelum tur reuni bertajuk ‘Not in This Lifetime’ yang dimulai pada April 2016 itu, Slash dan Axl Rose sempat dikabarkan tak saling bicara selamat bertahun-tahun.

Di kali kedua ini, penonton yang datang tampaknya berasal dari para penggemar loyal. Terbukti mayoritas di antara mereka sengaja mengenakan kaus Guns N Roses yang kebanyakan berwarna hitam.

Setelah dibuka dengan Kikan yang menyanyikan ‘Indonesia Raya’, band yang dinanti itu pun akhirnya tiba. Dimulai dengan tayangan video yang muncul di layar, bassist Duff McKagan menjadi yang pertama naik ke atas panggung.

Setelah langkah McKagan diikuti oleh para personel lainnya, akhirnya Axl Rose naik ke atas panggung. Lagu ‘It’s So Easy’ menjadi pembuka.

Axl Rose mencoba menampkan kegaharannya dengan mengacungkan jari tengahnya saat mengucapkan lirik “Fuck off”. Berturut-turut aksi panggung tersebut diikut dengan lagu ‘Mr. Brownstone’ dan ‘Chinese Democracy’.

“Guns N Roses! Guns N Roses!” seru para penonton saat lampu panggung pada sepersekian detik. Slash pun tampil dengan gitar solonya dengan lampu yang redup.

“Welcome to the jungle, Jakarta!” jerit Axl Rose yang tiba-tiba muncul kembali di atas panggung. Lampu pun kembali menyala, lagu ‘Welcome to the Jungle’ berhasil membakar semangat penonton malam hari itu.

Sepanjang konser dengan durasi kurang lebih tiga jam, penampilan para personel Guns N Roses – tanpa bermaksud age-ist – bagaikan melawan usia. Mereka tetap berupaya tampil liar dan urakan a la rockstar.

Durasi konser yang cukup panjang dan lagu-lagu bernada cadas milik mereka sukses dibawakan dengan menghibur. Meski tak jarang beberapa kali Axl Rose terdengar terengah dan meleset ketika mencoba menjangkau nada tinggi, namun penampilannya tetap perlu diberi acungan jempol. Ia tetap mampu membawakan nada-nada melengking dalam lagu-lagunya.

‘Double Talkin’ Jive’, ‘Better’, ‘Estranged’, ‘Rocket Queen’, ‘You Could be Mine’, ‘This I Love’, hingga ‘Civil War’, ‘Coma’ dan lain-lain menjadi nomor-nomor yang dibawakan selanjutnya.

Konser kembali panas saat ‘Sweet Child O’Mine’ dimainkan. Para penonton serta merta kembali ikut bernyanyi dan merekam momen tersebut.

“Rasanya sangat senang bisa kembali ke sini, senang bisa bertemu kalian lagi,” ucap Axl yang memang malam hari itu tak banyak bicara.

Dalam repertoar panjang Guns N Roses malam hari itu, mereka tak hanya membawakan lagunya sendiri, mereka juga memainkan lagu-lagu dari musisi dan band lainnya, di antaranya ‘Wish You Were Here’ dari Pink Floyd hingga ‘Black Hole Sun’ dari Soundgarden.

Slash juga memamerkan kebolehannya dalam memetik gitar lewat ‘Love Theme’ dari film ‘The Godfather’ yang bertajuk ‘Speak Softly Love’.

‘November Rain’ menjadi nomor lainnya yang tak kalah membawa penonton hanyut dan ikut bernyanyi. Axl Rose berada di balik piano dalam lagu itu. Sambil bernyanyi, jemarinya bergerak menekan tuts demi tuts yang terdapat di atas grand pianonya.

‘Nightrain’ menjadi lagu terakhir ‘tipuan’ yang mereka mainkan sebelum sesi encore dimulai. Seperti yang formula yang nyaris selalu dilakukan para musisi dalam konsernya, Axl Rose memang sempat berpamitan dan mengatakan bahwa lagu tersebut adalah yang terakhir.

Para personel Guns N Roses beberapa saat menghilang dari hadapan para penonton dan lampu panggung dimatikan. Seperti yang juga selalu terjadi di konser-konser lainnya, para penonton berteriak “We want more!” dengan kencang.

Rayuan penonton tersebut berhasil membawa Guns N Roses segera naik kembali ke atas panggung. ‘Patience’ menjadi lagu pertama yang membuka sesi encore.

Siulan Axl Rose terdengar di awal lagu tersebut. Setelah ‘Patience’, tampaknya sang bintang rock masih ingin penonton bersenandung, terbukti mereka membawak ‘Don’t Cry’.

Lagu ‘The Seeker’ dari The Who kemudian menjadi lagu yang membangkitkan suasana. Namun pamungkas dari serangkaian keseruan malam hari itu adalah ‘Paradise City’.

Sebagai lagu penutup, ‘Paradise City’ berhasil membuat penonton bernyanyi dan melompat. Mereka seakan ingin menghabiskan energinya di penghujung keceriaan malam hari itu.

Sebelum turun panggung, para personel Guns N Roses memberikan salam penghormatan bagi para penonton yang hadir.

Penantian panjang para penggemar Guns N Roses rasanya terbayar malam hari itu dengan puluhan lagu yang mereka mainkan. Tak peduli dengan waktu dan usia, mereka tetap idola. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Bahayanya Mendengarkan Musik dengan Volume Tinggi di Klub Malam

Metrobatam.com, (Mb) - Gangguan pendengaran bisa mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan, mulai dari mengganggu proses belajar hingga menjadi beban ekonomi. Karenanya, kesadaran untuk mencegah...

KPU Lingga Rakor Pelaksanaan Kampanye Rapat Umum

Metrobatam.com, Lingga - KPU Kabupaten Lingga gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kampanye Rapat Umum di Aula Penginapan Anugerah Daik Lingga, Jum'at (22/3) kemarin. Dipimpin Ketua KPU...

Kualifikasi Piala Eropa 2020, Inggris Hajar Republik Ceko 5-0

Metrobatam.com, Inggris - Tim nasional Inggris mengawali kiprahnya di Kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan kemenangan 5-0 atas Republik Ceko. Raheem Sterling mencetak hat-trick di laga itu. Dalam pertandingan...

KPK Amankan 4 Orang Terkait OTT Direktur Krakatau Steel

Metrobatam.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu...

Korcab IV DJA I Adakan Pelatihan Ecoprint Advance

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Koordinator Cabang IV (Korcab IV) Daerah Jalasenastri Armada I (DJA I) mengadakan salah pelatihan ecoprint advance di Aula Yos Sudarso, Markas...

Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi

Metrobatam.com, Bintan - Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 dilangsungkan di Lapangan Demang Lebar Daun Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Jum'at pagi (22/3). Hampir 12...

Pengurus “Lasqi” Resmi Dilantik, Pemkab dan Kemenag Lingga Beri Dukungan

Metrobatam.com, Lingga - Pengurus DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, periode 2019-2023 resmi dilantik oleh Ketua DPW Lasqi Provinsi Kepri,...

Kodim 0315/Bintan Bersama Perkumpulan Jember Bersatu Gelar Kegitan Jum’at Berkah

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kepedulian yang tinggi merupakan bentuk nyata yang dimiliki oleh TNI karena TNI ada dan besar bersama rakyat. Sesuai dengan Mottonya Bahwa...

Gubernur Kepri Buka MTQ ke-XIII Tingkat Kecamatan Bukit Bestari

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Bukit Bestari Tahun 2019 bertempat di Lapangan...

Wiranto: Jangan Takut dengan Pergerakan Massa Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan masyarakat tak perlu takut terhadap isu-isu maupun pergerakan massa jelang Pemilu...

TNI Akui Terbitkan Pelat Mobil yang Dipakai Relawan Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto...

MA Perberat Vonis Fredrich Yunadi Jadi 7,5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis advokat Fredrich Yunadi menjadi 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair...