Hak Imunitas DPR Dinilai Bertentangan dengan Konstitusi

Metrobatam, Jakarta – Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Hifdzil Alim menyoroti pasal kontroversial dalam UU MD3 yang disahkan DPR. Pasal kontroversial yang disahkan DPR dinilai bertentangan dengan konstitusi.

Pasal yang dimaksud yakni pasal antikritik dan pemeriksaan anggota DPR oleh aparat penegak hukum harus seizin presiden. Menurut Hifdzil, penetapan pasal tersebut adalah sebuah kekeliruan.

“Kalau sampai pengkritik itu dalam menyampaikan pendapat yang berbeda kepada pemerintah dan DPR kemudian dia menyampaikan argumenya, oleh karena itu dianggap melecehkan DPR saya kira ini penentuan pasal yang sangat keliru. Ini sangat bertentangan dengan konstitusi karena kita memiliki hak untuk menyampaikan kritik kepada lembaga negara termasuk kepada DPR,” kata Hifdzil, kepada detikcom, Selasa (13/2).

Menurutnya Pasal 122 huruf k UU MD3 tersebut keliru karena kritik merupakan hak masyarakat kepada DPR dan pemerintah, bukan berarti melecehkan. Hak imunitas menurutnya bisa dipakai sepanjang tidak melakukan tindak pidana dan tidak melanggar etika.

“Ini bukan pilihan yang sangat bijak bagi DPR, setiap pengkritik DPR adalah perbuatan tercela yang melecehkan DPR, hak imunitas tidak dipakai untuk itu, hak imunitas dipakai oleh dewan, atau legislatif, legislator sepanjang dia menjalankan fungsinya sebagai legislatif artinya dalam hal dia tidak melakukan tindak pidana korupsi, pelecehan atau melanggar etika, maka hak imunitas tetap dijalankan. Namun ketika dia korupsi, atau melanggar etika, melakukan tindak pidana lainya hak imunitas tak bisa melekat pada dirinya,” katanya.

Selain itu dia berpendapat soal Pasal 245 UU MD3 yang mengatur aparat penegak hukum harus izin ke presiden atas rekomendasi MKD jika memanggil anggota DPR. Menurutnya hal itu bertentangan dengan putusan MK sebelumnya yang pernah membatalkan hal tersebut.

“Kalau pasal itu putuskan di paripurna bahwa harus melalui MKD, itu bertentangan dengan MK, ini menjadi situasi yang sangat rumit dan tidak menyenangkan bagi penegakan hukum sebetulnya karena semua pihak akan berdiri pada posisinya masing-masing, DPR akan berdiri di putusan itu, penegak hukum berdiir di putusam MK. Menurut saya ini akan sangat rumit dan meragukan, baik kepada DPR atau penegak hukum,” sambungnya.

Sementara terkait Pasal 73 UU MD3 yang mengatur polisi wajib membantu DPR memanggil individu atau lembaga, menurut Hifdzil aturan tersebut harus dicermati secara komprehensif. Polisi diminta untuk berlaku profesional dalam pemanggilan karena jika terkait ini dan jangan sampai dijadikan alat untuk kepentingan DPR.

“Polisi bisa membuat kebijakan bahwa dia menjalankan amanat UU untuk melindungi masyarakat, dia harus memberikan pengayoman masyarakat, dia harus memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan polisi juga harus memberikan pendidikan kepada masyarakat, artinya kalau polisi digunakan untuk mendukung kerja DPR yang bertetangan dengan kepentimgam konstitusi dan bertentangan dengan rakyat. saya kira pasal itu ada gak masalah tapi penerapannya harus dilihat dengan komprehensif, tidak bisa dibaca dengan kacaamata kuda tapi harus dilihat dulu konteksnya, dan harus dilihat dulu situasinya, polisi pernah melakukan itu dan berhasil,” sambungnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pimpinan DPR Harap Pawai Anak TK ‘Bersenjata’ Tak Terulang

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta kasus seperti video viral yang menunjukkan anak-anak TK bercadar dan membawa replika senjata tidak...

Liga Spanyol: Madrid Awali Musim dengan Bungkam Getafe

Madrid - Real Madrid meraih tiga poin perdananya di Liga Spanyol 2018/2019. Menghadapi Getafe di pekan pertama, Los Blancos menang 2-0. Bertanding di Stadion Santiago...

Putri Gus Dur Minta Jangan Golput, Pilih Pakai Akal

Metrobatam, Jakarta - Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, berharap kalangan pecinta Gus Dur alias Gusdurian tak jadi golongan...

Hasil Liga Inggris: MU Dipermalukan Brighton 2-3

Brighton - Manchester United dipermalukan oleh Brighton & Hove Albion di lanjutan Liga Inggris 2018/2019. The Red Devils ditaklukkan dengan skor akhir 2-3. Saat melawat...

Mendikbud Minta Polemik Pawai TK Bercadar Dihentikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta polemik pelajar bercadar saat menggelar pawai peringataan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Probolinggi, Jawa...

2 Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Metrobatam, Jayapura - 2 Anggota TNI tewas dibunuh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Kedua anggota TNI tersebut ditemukan tewas...

Menpora Akan Wujudkan Janji Bonus Rp 1,5 M untuk Defia dan Peraih Emas

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi Defia Rosmaniar setelah sukses mendapatkan medali emas Asian Games 2018. Bonus sebesar Rp 1,5...

Heboh Rombongan Anak TK Kenakan Cadar Hitam dan Replika Senjata saat Karnaval Kemerdekaan

Metrobatam, Probolinggo - Karnaval TK perayaan kemerdekaan Ke-73 Republik Indonesia di Kota Probolinggo pada Sabtu pagi (18/8), ternyata mendapat perhatian dari para masyarakat Probolinggo...

BMKG Pastikan Gempa Lombok Timur Kali Ini Aktivitas Baru

Metrobatam, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data terkait kekuatan gempa yang mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam data...

Masyarakat Diminta Tetap Tenang, BNPB: Tidak Ada Peningkatan Status Gunung Anak Krakatau

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tidak ada peningkatan status Gunung...

Sepanjang Hari, Anak Gunung Krakatau Meletus 576 Kali

Metrobatam.com, Lampung - Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung, tercatat mengeluarkan letusan hingga 576 kali di sepanjang hari, Sabtu (18/8). "Tinggi letusan bervariasi 100 meter...

Atlet Taekwondo Defia Rosmaniar Beri Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018

Metrobatam.com, Jakarta - Cabang olahraga taekwondo menyumbang emas pertama bagi Indonesia pada Asian Games 2018 melalui Defia Rosmaniar yang tampil di nomor poomsae individu putri di...
BAGIKAN