Metrobatam, Makassar – Hakim ketua Pengadilan Niaga Makassar menerima tuntutan pemohon di sidang kasus dugaan penyalahgunaan dana jamaah umrah yang dilakukan Chief Executive Officer (CEO) PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) yakni Muhammad Hamzah Mamba.

Hakim mengatakan, kasus yang hampir serupa dengan biro perjalanan ibadah First Travel ini masih menunggu putusan perkara untuk pengembalian uang jamaah umrah korban penipuan.

   

Ridwan Makar, kuasa hukum pihak pemohon yang terdiri dari sembilan agen, menyatakan sangat mengapresiasi putusan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi putusan Pengadilan Niaga. Yang jelas terbaca dan mengabulkan seluruh pemohon yang diajukan pemohon dan menetapkan PT Abu Tours sebagai badan hukum dalam masa PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) 45 hari,” ucap Ridwan saat ditemui, Kamis (5/4).

Hingga kini, jelas Ridwan, berdasarkan putusan hakim, para jamaah kemudian akan diberangkatkan dengan dua opsi tawaran.

“Dua opsi diberangkatkan, ada kepastian, dikembalikan uang. Namun apabila tidak tercapai kesepakatan, bisa diperpanjang dalam tenggat waktu 27 hari,” bebernya.

Dalam putusan PKPU tersebut telah didapati kesepakatan bersama, sehingga pengadilan terus melakukan upaya lanjutan ke depannya. “Dengan batas waktu yang telah ditetapkan maka akan dirembukkan kembali hasilnya,” jelas dia.

Sidang PKPU Abu Tours hari ini sendiri menghadirkan sembilan agen yang dengan total jamaah sedikitnya 3.000 orang. Mereka kemudian menuntut PT Abu Tours mengembalikan anggaran jamaah sekira Rp1,4 triliun.

Hingga kini berdasarkan audit yang dilakukan Kementerian Agama, pihak Abu Tours diyakini tidak bisa mengembalikan dana milik 80.000 lebih jamaah. Pihak kepolisian pun melakukan penyitaan terhadap aset CEO Hamzah Mamba guna mengembalikan uang para jamaah.

Sita Rumah Mewah

Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan terus melacak aset tersangka penggelapan dan penipuan jasa perjalanan umroh Abu Tours, Hamzah Mamba (35). Mereka menyita kantor cabang ABU Tours di daerah Depok, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan penyegelan dan penyitaan aset kembali dilakukan dalam operas pelacakan aset. Sebab, Hamzah juga dijerat dengan delik pencucian uang.

“Kemarin sore itu dua aset disita, mobil dan rumah mewah. Pagi ini, kembali kantor cabangnya disita oleh penyidik di Jalan Cinere Raya nomor 102 E Cinere,” kata Dicky di Makassar, dilansir Antara, Kamis (5/4).

Dicky mengatakan, proses penyitaan itu dibantu oleh anggota Bareskrim Polri dan anggota Polres setempat.

Bukan cuma itu, penyidik Polda Sulsel juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat terkait jumlah korban Abu Tour gagal berangkat ke Jeddah, Arab Saudi.

“Koordinasi itu pasti karena korbannya tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia. Makanya, koordinasi sangat penting,” kata Dicky.

Pada Rabu (4/4) sekitar pukul 17.00 WIB kemarin, penyidik juga menyita harta senilai milik Hamza senilai Rp8,2 miliar.

Aset itu terdiri dari sebuah rumah mewah seharga Rp7 miliar dan satu unit mobil Toyota Vellfire seharga Rp1,2 miliar. Penyitaan itu dilakukan di Jalan Bukit Cinere, Perumahan Kartika Residence Blok A Nomor 7 Kelurahan Cinere, Depok.

Dicky mengakui, penyelidikan dan penelusuran sejumlah harta benda milik bos PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours juga melibatkan banyak kepolisian di berbagai daerah di Indonesia.

“Untuk cabang Abu Tours sendiri yang kita ketahui itu ada di 15 provinsi dan otomatis asetnya juga berada di 15 provinsi itu. Penelusuran aset ini juga kita lakukan ke daerah lainnya agar memudahkan penyidik,” ujar Dicky.

Hamzah ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Maret lalu, karena tidak mampu memberangkatkan 86.720 orang pergi umrah ke Arab Saudi. Total kerugian 86.720 jamaah umrah itu diperkirakan lebih dari Rp1,8 triliun.

Hamzah dijerat dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan, serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hamzah terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Cegah Wabah DBD, Danramil 02/Bintim Goro Bersihkan Lingkungan Warga

Metrobatam.com, Bintan - Danramil 02/Bintim, Lettu Inf Aswandi, didampingi seluruh Babinsa Koramil 02/Bintan Timur (Bintim) turun langsung membersihkan parit RT 01 RW VIII Kelurahan...

Dinkesdalduk KB Tanjungpinang Siapkan Posko Kesehatan di Lokasi Banjir

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang menyiapkan posko kesehatan di lokasi banjir Teluk Keriting yang berdekatan...

Warga Dompak Temukan Motor Tergeletak di Semak Belukar

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Telah ditemukan motor Scoopy warna dengan nomor polisi BP 2949 XX di dalam semak belukar di Kelurahan Dompak, RT 05/RW 04,...

Wako Tanjungpinang Buka Mubes VI Perserikatan Sosial Minang Maimbau

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Perserikatan Sosial Minang Maimbau (PSMM) menggelar Musyawarah Besar VI di Aula Bulang Linggi, Sabtu (19/1). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh...

Nurdin Basirun Tinjau Pembangunan Kawasan Gurindam 12

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melakukan peninjauan terkait progres pembangunan kawasan Gurindam 12, di Tepi Laut, Tanjungpinang, Jumat (18/1). Dirinya berharap...

Wanita Asal Indonesia yang Dibunuh di Malaysia Bernama Jamilah

Metrobatam.com, Malaysia - Polisi Malaysia masih mencari pelaku pembunuhan terhadap wanita asal Indonesia yang ditemukan tewas dalam kontrakannya di Taman Universiti, Seri Kembangan, Malaysia....

Jangan Remehkan Sakit Flu, Karena Bisa Sebabkan Kematian

Metrobatam.com - Virus flu bisa kita dapatkan dari mana saja. Terutama jika berada di lingkungan yang padat, melakukan perjalanan panjang, dan ketika sistem kekebalan tubuh melemah. Penyakit...

Seorang Wanita Asal Indonesia Dibunuh di Malaysia

Metrobatam.com, Malaysia - Seorang wanita asal Indonesia dibunuh di rumah kontrakannya yang terletak di Taman Universiti, Seri Kembangan, Malaysia. Kepolisian setempat menahan 4 teman serumah...

Oknum Wartawan Jadi Tukang Peras, LPDS Sebut Hal Itu Telah Cederai KEJ

Metrobatam.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Hendrayana, S.H, M.H mengutuk keras pemerasan yang dilakukan oleh sesorang yang mengaku Wartawan terhadap...

Walikota Tanjungpinang Respon Cepat Terjadi Genangan Air Saat Hujan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang Syahrul S.Pd merespon cepat terkait genangan air di beberapa titik di Kota Tanjungpinang dengan menurunkan OPD terkait untuk segera mengatasinya...

Posmat Jajaran Lantamal IV Bantu Evakuasi ABK Tag Boat yang Tenggelam

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Salah satu Pos Pemantau (Posmat) yang berada di jajaran Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV yakni Posmat Mentigi membantu melakukan evakuasi...

Kepedulian pada Masyarakat, Kodim 0315/Bintan Berikan Bantuan Sembako pada Iwan

Metrobatam.com, Bintan – Kodim 0315/Bintan melalui Koramil 02/Bintan Timur memberikan Bantuan Sembako kepada Iwan (53) salah satu warga Sei Lekop yang yang dikabarkan telah dituduh...