Metrobatam, Jakarta – Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Bandung Suwanto memberi vonis bervariasi bagi lima terdakwa kasus pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla. Sebanyak empat terdakwa anak divonis hukuman tiga hingga empat tahun, sementara satu orang lainnya divonis bebas.

Persidangan di ruang sidang anak yang berlangsung terbuka untuk umum, Selasa (6/11). Suwanto membacakan amar putusan kepada lima terdakwa, yakni SH (16), AR (15), TD (17), AF (16) dan NSF (17).

   

Awalnya, sidang pembacaan vonis menghadirkan tiga terdakwa yakni SH, AR dan, TD. SH dan AR dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan TD divonis tiga tahun enam bulan penjara.

Dalam amar putusannya, hakim tunggal Suwanto menyatakan tiga pelaku anak itu terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

“Menjatuhkan hukuman terhadap anak satu [SH] hukuman empat tahun penjara, anak dua [AR] hukuman empat tahun, dan anak tiga [TD] hukuman tiga tahun enam bulan penjara,” tuturnya.

Ketiganya dinyatakan bersalah atas Pasal 170 ayat (2) ke-3 tentang pengeroyokan yang menimbulkan meninggalnya orang.

Usai vonis kepada tiga terdakwa, dua terdakwa lainnya yakni AF dan NSF kemudian menjalani persidangan. AF dinyatakan bersalah atas dakwaan Pasal 170 ayat (2) ke-3. Hukuman diberikan selama tiga tahun kepada AF.

“Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara,” kata Suwanto.

Sementara, Suwanto menyatakan NSF tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 170 sebagaimana tuntutan JPU.

“Membebaskan pelaku anak satu (NSF) dari segala dakwaan dan tuntutan,” kata Suwanto seraya memerintahkan agar nama baik, hak serta martabat pelaku N dikembalikan, dan dibersihkan dari segala tuntutan hukum.

Vonis hakim sendiri lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung, yakni lima tahun untuk SH dan AR, empat tahun untuk TD, 3,5 tahun untuk AF, dan 3 tahun untuk NSF.

Sebelum membacakan amar putusan, Suwanto juga menjelaskan hal-hal yang memberatkan para terdakwa. Yakni, kasus penyeroyokan sangat meresahkan masyarakat, dilakukan pada korban yang tidak berdaya, duka dan kesedihan keluarga serta perbuatan anak bisa mencoreng citra klub sepak bola.

Sementara hal yang meringankan para terdakwa adalah para terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Atas keputusan hakim tersebut, para terdakwa melalui kuasa hukumnya, Dadang Sukmawijaya, menyatakan akan mempertimbangkan banding. Hakim memberi waktu 7 hari jika kuasa hukum terdakwa akan melakukan banding.

Di pihak lain, tim JPU, yang dipimpin Melur Kimaharandika, langsung mengajukan banding. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Menkumham: Ahok Bebas dari Rutan Mako Brimob saat Jam Kerja

Metrobatam, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bebas...

12 Korban Kapal Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Tewas

Metrobatam, Kapuas Hulu - Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi korban kapal penyeberangan yang tenggelam di Sungai Kapuas, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas...

Moeldoko Sebut Batasan Yusril Bantu Jokowi Bebaskan Ba’asyir

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah menunda pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir karena mempertimbangkan berbagai proses kajian yang masih harus dilakukan. Selain itu, Ba'asyir...

KPK: 20 Lebih Anggota DPRD Bekasi ke Thailand Biaya Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi lebih dari 20 orang anggota DPRD Kabupaten Bekasi diduga menerima pembiayaan dari Meikarta untuk berlibur ke...

KPK Minta Walikota Batam Jelaskan soal Surat Urunan untuk Koruptor Abd. Samad

Metrobatam, Jakarta - KPK meminta Wali Kota Batam menjelaskan soal keberadaan surat urunan untuk koruptor yang diteken Sekda Kota Batam Jefridin. Jika surat itu...

Menghilang Selama Seminggu, Wabup Muda Ipin Hilang ‘Liburan’ Atau Tertekan?

Metrobatam, Jakarta - Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin alias Ipin tak masuk kantor selama seminggu lebih. Kepergian wabup muda itu sempat menimbulkan tanya. Bupati...

Polisi Periksa Selebriti Terduga Prostitusi, Apa Hasilnya?

Metrobatam, Jakarta - Setelah Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila, polisi lanjut bergerak memeriksa selebriti yang diduga terkait jaringan prostitusi online. Apa hasilnya seusai pemeriksaan? Polda...

Tiga Bandar Narkoba Lintas Sumatera Ditangkap

Metrobatam, Jambi – Tiga orang yang diduga bandar narkoba lintas Sumatera berhasil dibekuk jajaran Resnarkoba, Polres Tanjungjabung Timur, Jambi. Ketiga tersangka diringkus di dua lokasi...

Valverde: Kenapa Sih Rekrutan Barca Selalu Dinilai Kontroversial?

Barcelona - Barcelona sudah mendatangkan Kevin Prince Boateng di bursa transfer musim dingin. Ernesto Valverde heran bahwa rekrutan Los Cules selalu dinilai kontroversial. Boateng didatangkan...

Sri Mulyani Sebut Pembangunan Bisa Tertinggal Tanpa Utang

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan infrastruktur Indonesia bisa tertinggal jika tanpa mengandalkan utang. Sebaliknya, infrastruktur yang dibangun dengan dana...

Terlibat Pengedaran Narkoba, Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi

Metrobatam, Sorong - Dua orang pemuda yang diduga kuat sebagai pemakai sekaligus pengedar narkoba jenis sabu, Indra Wijaya dan Danang, diringkus Sat Narkoba Polres...

Asri Agung Putra Merasa Bangga Bertugas di Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang lama Asri Agung Putra sangat berkesan merasa bangga selama Tiga Tahun Empat Bulan menjabat sebagai Kepala...