Harga Beras di Indonesia Termahal di Dunia

    195

    Beras

    Metrobatam.com, Yogyakarta – Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bustanul Arifin mengatakan bahwa harga beras di Indonesia adalah yang termahal di dunia.

    “Dengan kondisi ini, membuat negara-negara produsen beras, berlomba-lomba ingin memasukkan berasnya ke Indonesia,” kata Bustanul saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Desain Kebijakan Perberasan Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Produksi Padi, Daya Saing Usaha Tani Padi dan Kesejahteran Petani’ di Yogyakarta, Selasa (23/2).

    Menurut Bustanul, mahalnya harga beras di negeri ini, merupakan sebuah ironi. Di mana, pemerintah terus meningkatkan alokasi untuk subsidi pupuk dan subsidi benih.

    Bustanul menambahkan, harga beras kelas premium rata-rata di Indonesia mencapai Rp 12 ribu per kilogram, sementara beras medium sebesar Rp 10 ribu per kg. Bandingkan dengan harga beras di negara-negara produsen beras, seperti Thailand, Vietnam, ataupun India berkisar 350-400 dolar AS per ton. Jika dikirim ke Indonesia, ada ongkos kirim dan ongkos angkut, estimasinya sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kg.

    “Mana bisa kita bersaing dengan menolak impor. Mereka yang lebih murah akan mengalirkan beras ke tempat yang lebih mahal. Pasar kita menarik bagi mereka,” kata Bustanul yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian dari Universitas Lampung ini.

    Bustanul menduga, masih tingginya harga beras di Indonesia, disebabkan karena ekonomi biaya tinggi serta kemungkinan adanya kebocoran subsidi pupuk maupun benih.

    Subsidi pupuk yang dicanangkan pemerintah pada 2015, menurut Bustanul, dianggarkan mencapai Rp 39,5 triliun. Kenyataan di lapangan, harga pupuk bersubsidi masih mahal berkisar Rp2.200 per kg, padahal seharusnya bisa mencapai Rp1.950 per kg. “Untuk benih juga disubsidi di atas Rp1 triliun, ternyata mencari benih sampai sekarang masih susah,” kata Bustanul.

    Oleh sebab itu, Bustanul berharap agar pemerintah dapat mengevaluasi kembali upaya peningkatan produktivitas beras. Sehingga Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, tidak hanya menjadi pasar bagi negara-negara produsen beras lainnya.

    “Saya tidak rela Indonesia yang sebesar ini cuma dijadikan pasar. Kita harus mampu memproduksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri kalau bisa kita ekspor,” kata Bustanul.

    Kepala Sub-Bidang Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Wasito Hadi mengatakan, tingginya harga beras di Indonesia disebabkan beras yang beredar kebanyakan adalah beras premium. Sementara, untuk memproduksi beras medium, susah dilakukan karena mutu gabah beras petani rendah, akibat dampak El Nino.

    “Beras medium yang dicari Bulog kan minimal kadar airnya 25 persen, sementara karena dampak elnino kadar airnya menjadi di bawah 20 persen, sehingga harus digiling menjadi beras premium,” kata dia.

    Selain itu, lanjut Wasito, tingginya harga beras juga disebabkan faktor skala usaha tani yang masih rendah dengan rata-rata luas lahan 0,2-0,3 hektar. Padahal seharusnya, menurut dia, luas lahan pertanian idealnya minimal 2 hektar yang paling tidak dapat digarap secara berkelompok.

    Di samping itu, kebanyakan masih menggunakan cara tradisional dan belum menerapkan penggunaan teknologi pertanian. Mengacu hasil analisis Badan Pusat Statistik (BPS), 48% ongkos produksi di Indonesia dihabiskan untuk biaya tenaga kerja.

    “Kalau saja dengan sistem mekanisasi dengan skala usaha minimal 2 hektar dengan digarap secara berkelompok mungkin akan lebih efisien,” kata dia. (andy)

    Sumber: Elshinta.com

    BERITA TERKINI

    Guru Gugat UU Perlindungan Anak, Ahli: Kenapa Harus Takut?

    Metrobatam, Jakarta - Ahli hukum pidana Agustinus Pohan menilai guru tidak perlu takut dikriminalisasi oleh UU Perlindungan Anak. Mereka seharusnya mereka dapat lebih menyikapi...

    Mantap! TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Antarnegara di Australia

    Metrobatam, Tangerang – TNI AD berhasil menjadi juara umum dalam turnamen Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), yakni lomba tembak bergengsi antar-angkatan...

    Serang Kapal Petugas Bea Cukai, Penyelundup Pakaian Bekas Malaysia Berhasil Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Kapal BC20002 milik Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Operasi Jaring Sriwijaya Direktorat Bea dan Cukai, menangkap satu unit kapal barang di...

    Diduga Matikan Listrik saat Berbuka, Warga Rusak Kantor PLN

    Metrobatam, Pekanbaru - Ratusan warga Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu, Riau mengamuk dan mendatangi Kantor PLN, Minggu (28/5). Aksi ini sebagai tindak kekecewaan warga...

    Rudal Balistik Korea Utara Meluncur dan Mendarat di Laut Jepang

    Metrobatam, Jakarta - Korea Utara menguji coba peluncuran rudal balistik pada Minggu (28/5) waktu setempat. Ini adalah uji coba teranyar. Rudal jatuh di teritori...

    Polres Bogor Ancam Pidana Ormas yang Sweeping Selama Ramadan

    Metrobatam, Bogor – Kepolisian Resor Bogor melarang keras organisasi masyarakat (ormas) melakukan segala bentuk aksi sweeping selama Ramadan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolres...

    Kewenangan TNI Masuk RUU Terorisme, Wiranto: Kita Harus Total

    Metrobatam, Jakarta - Panja Revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme DPR RI sepakat memasukkan kewenangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kewenangan TNI akan...

    Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini Penampakannya

    Moskow - Mengikuti jejak China yang membuat pesawat C919 saingan Airbus dan Boeing, Rusia juga melakukan hal yang sama. Pada hari Minggu kemarin, Rusia...

    Isak Tangis Warnai Kecelakaan Maut, Tiga Korban Tewas Satu Keluarga

    Metrobatam, Medan - Tiga jasad korban tewas dalam kecelakaan maut truk trailer pengangkut alat berat di medan, Sumatera Utara, disemayamkan di ruang instalasi jenazah,...

    Polisi Tangkap Admin muslim_cyber1, FPI: Bukan Anggota FPI

    Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap HP (23), salah satu admin akun Instagram muslim_cyber1. Meski kebanyakan postingannya membela Imam Besar FPI Habib Rizieq, HP bukanlah...

    Aceh Diguncang Gempa 5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

    Metrobatam, Jakarta - Pagi ini, masyarakat Aceh dikagetkan dengan gempa bumi. Gempa tersebut dirasa cukup keras dengan kekuatan 5 Skala Richter. "Gempa bumi 5 SR...

    Pengembang Rumah Rakyat Tanggung ‘Biaya Siluman’ Rp6,5 Miliar

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) menduga terdapat sejumlah oknum nakal dari kalangan pemerintah daerah (pemda) yang membebankan biaya tidak resmi atau 'biaya...