Harga Beras di Indonesia Termahal di Dunia

    226

    Beras

    Metrobatam.com, Yogyakarta – Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bustanul Arifin mengatakan bahwa harga beras di Indonesia adalah yang termahal di dunia.

    “Dengan kondisi ini, membuat negara-negara produsen beras, berlomba-lomba ingin memasukkan berasnya ke Indonesia,” kata Bustanul saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Desain Kebijakan Perberasan Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Produksi Padi, Daya Saing Usaha Tani Padi dan Kesejahteran Petani’ di Yogyakarta, Selasa (23/2).

    Menurut Bustanul, mahalnya harga beras di negeri ini, merupakan sebuah ironi. Di mana, pemerintah terus meningkatkan alokasi untuk subsidi pupuk dan subsidi benih.

    Bustanul menambahkan, harga beras kelas premium rata-rata di Indonesia mencapai Rp 12 ribu per kilogram, sementara beras medium sebesar Rp 10 ribu per kg. Bandingkan dengan harga beras di negara-negara produsen beras, seperti Thailand, Vietnam, ataupun India berkisar 350-400 dolar AS per ton. Jika dikirim ke Indonesia, ada ongkos kirim dan ongkos angkut, estimasinya sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kg.

    “Mana bisa kita bersaing dengan menolak impor. Mereka yang lebih murah akan mengalirkan beras ke tempat yang lebih mahal. Pasar kita menarik bagi mereka,” kata Bustanul yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian dari Universitas Lampung ini.

    Bustanul menduga, masih tingginya harga beras di Indonesia, disebabkan karena ekonomi biaya tinggi serta kemungkinan adanya kebocoran subsidi pupuk maupun benih.

    Subsidi pupuk yang dicanangkan pemerintah pada 2015, menurut Bustanul, dianggarkan mencapai Rp 39,5 triliun. Kenyataan di lapangan, harga pupuk bersubsidi masih mahal berkisar Rp2.200 per kg, padahal seharusnya bisa mencapai Rp1.950 per kg. “Untuk benih juga disubsidi di atas Rp1 triliun, ternyata mencari benih sampai sekarang masih susah,” kata Bustanul.

    Oleh sebab itu, Bustanul berharap agar pemerintah dapat mengevaluasi kembali upaya peningkatan produktivitas beras. Sehingga Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, tidak hanya menjadi pasar bagi negara-negara produsen beras lainnya.

    “Saya tidak rela Indonesia yang sebesar ini cuma dijadikan pasar. Kita harus mampu memproduksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri kalau bisa kita ekspor,” kata Bustanul.

    Kepala Sub-Bidang Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Wasito Hadi mengatakan, tingginya harga beras di Indonesia disebabkan beras yang beredar kebanyakan adalah beras premium. Sementara, untuk memproduksi beras medium, susah dilakukan karena mutu gabah beras petani rendah, akibat dampak El Nino.

    “Beras medium yang dicari Bulog kan minimal kadar airnya 25 persen, sementara karena dampak elnino kadar airnya menjadi di bawah 20 persen, sehingga harus digiling menjadi beras premium,” kata dia.

    Selain itu, lanjut Wasito, tingginya harga beras juga disebabkan faktor skala usaha tani yang masih rendah dengan rata-rata luas lahan 0,2-0,3 hektar. Padahal seharusnya, menurut dia, luas lahan pertanian idealnya minimal 2 hektar yang paling tidak dapat digarap secara berkelompok.

    Di samping itu, kebanyakan masih menggunakan cara tradisional dan belum menerapkan penggunaan teknologi pertanian. Mengacu hasil analisis Badan Pusat Statistik (BPS), 48% ongkos produksi di Indonesia dihabiskan untuk biaya tenaga kerja.

    “Kalau saja dengan sistem mekanisasi dengan skala usaha minimal 2 hektar dengan digarap secara berkelompok mungkin akan lebih efisien,” kata dia. (andy)

    Sumber: Elshinta.com

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Setnov Dibui, Airlangga Hartato Digadang-Gadang Jadi Ketum Golkar

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartato membenarkan bahwa dirinya salah satu orang yang digadang-gadang akan menggantikan Setya Novanto usai ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi...

    Tikam Warga, Orang Gila Ditembak Polisi

    Metrobatam, Pekanbaru - Warga Sungai Beringin Parit 15 Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, diresahkan dengan adanya orang gila yang berkeliaran. Orang...

    Ketua MPR: Akan Baik Kalau Novanto Mundur dari Ketua DPR

    Metrobatam, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut bicara soal kursi Ketua DPR yang masih diduduki tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto. Zulkifli...

    Edan! Oknum PNS Masukkan Terong dan Timun ke Kemaluan Istri 3 Kali Seminggu

    Metrobatam, Deli Serdang - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Deliserdang, Sumatera Utara berinisial RR harus menghadapi proses hukum lantaran dilaporkan istrinya...

    Senyum Nazaruddin Merekah Saat Disinggung soal Setya Novanto

    Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersenyum lebar ketika disinggung soal penahanan Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...

    Ribuan Kosmetik Ilegal Diamankan di Pekanbaru

    Metrobatam, Pekanbaru - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menyita 1.923 kosmetik ilegal yang beredar di sejumlah sarana penjualan. Nilai kosmetik yang...

    Kapolri Jamin Keamanan Demi Stabilitas Ekonomi Selama Tahun Politik

    Metrobatam, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian, menjamin stabilitas keamanan dan perekonomian Indonesia selama tahun politik 2018 nanti bisa...

    Bertengkar dengan Kekasih, Polisi Prancis Tembak Mati 3 Orang

    Paris - Seorang polisi Prancis menembak mati tiga orang sebelum bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Tindakan sadisnya itu dipicu oleh pertengkarannya dengan sang...

    Setnov Minta Perlindungan, Jokowi Tegaskan Semua Ada Aturan

    Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan, Ketua DPR Setya Novanto harus mengikuti proses hukum yang berlaku. Hal itu disampaikan menyikapi permintaan perlindungan...

    Istri Penuhi Panggilan KPK, Novanto Tandatangani BAP

    Metrobatam, Jakarta - Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/11). Mengenakan kemeja batik warna kuning...

    Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Batam, Minta Maskapai Tekan Harga Tiket di Akhir Tahun

    Metrobatam.com, Batam - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam akan mengundang perusahaan maskapai penerbangan jelang akhir tahun ini. Ketua Harian TPID Batam, Jefridin...

    Kominfo Batam Siapkan Aplikasi untuk Dukung Mal Pelayanan Publik

    Metrobatam.com, Batam - Dinas Kominfo Kota Batam siapkan aplikasi perizinan dan non perizinan untuk mendukung Mal Pelayanan Publik. Kepala Dinas Kominfo, Salim mengatakan ada...
    BAGIKAN