Hari Buruh Sedunia, Buruh Indonesia Serukan 3 Tuntutan

Metrobatam.com, Jakarta – Kaum buruh akan memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day di seluruh Indonesia esok Minggu (1/5), salah satunya dari kelompok Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang mewadahi tiga konfederasi buruh yaitu KPBI, KSPI, KSPSI.

Pemimpin Kolektif Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mengatakan, sebanyak 95 ribu orang yang tergabung dalam GBI akan turun di Jakarta dalam aksi memperingati May Day yang tahun ini mengusung tema besar ‘Saatnya gerakan buruh memimpin gerakan rakyat dengan partai politiknya sendiri.’

GBI menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, menuntut agar pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Peraturan itu menentukan kenaikan upah berdasar pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang rata-rata mencapai 10 persen setiap tahun.

Aturan itu, menurut Ilhamsyah, tak sebanding dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat setiap tahun. “Kenaikan upah buruh setiap tahun sudah dipatok 10 persen, sedangkan kenaikan harga kebutuhan bisa di atas itu,” kata dia di Sekretariat Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta.

Masalah lain dalam peraturan itu adalah hilangnya hak politik buruh dalam menentukan kenaikan upah. Sebelumnya, kenaikan upah ditentukan oleh Dewan Pengupahan yang mewakili unsur pemerintah, pengusaha, dan buruh. Mereka melakukan survei berbasis 60 item kebutuhan hidup layak.

“PP 78 juga mengebiri hak politik kaum buruh untuk ikut menentukan kenaikan upah,” kata Ilhamsyah.

Tuntutan berikutnya, meminta pemerintah menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis buruh dan gerakan rakyat lainnya. Menurut Ilhamsyah, tindakan represif makin marak dilakukan aparat negara terhadap aktivis yang memprotes kebijakan pemerintah.

Beberapa di antaranya penangkapan 26 aktivis buruh yang melakukan aksi di depan Istana Negara Jakarta pada 30 Oktober 2015. Di Jawa Timur, dua orang buruh dipenjara lantaran dituduh mencemarkan nama baik saat melakukan aksi.

“Kami menuntut kepada pemerintah jangan lagi melakukan tindakan represif dan hentikan tindakan kriminalisasi yang dilakukan oleh negara terhadap rakyat yang berjuang,” ujar Ilhamsyah.

Tuntutan ketiga masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni agar sistem kerja kontrak dan outsourcing dihapuskan.

Ancaman Benturan

Buruh berencana menggelar aksinya di tiga titik, yaitu Bundaran Hotel Indonesia, Istana Negara, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah menyampaikan tuntutan di Istana Negara, pukul 13.00 WIB mereka akan mendeklarasikan organisasi lintas sektor, Rumah Rakyat Indonesia.

Perayaan May Day tahun ini bertepatan dengan kegiatan car free day yang biasa dilakukan setiap Ahad. Ilham mengatakan, besok pagi pihaknya akan tetap menggelar aksi jalan kaki dari Bundaran HI menuju Istana Negara meskipun pihak kepolisian telah melarang.

“Aparat mengancam akan ada benturan jika memaksa aksi di Bundaran HI, tapi kami akan tetap aksi long march dari Bundaran HI ke Istana,” kata Ilhamsyah.

Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto menegaskan car free day tetap berlangsung seperti biasanya. Dia mengimbau agar peringatan May Day tidak mengganggu orang lain di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin.

“Kalau buruh tetap memaksa masuk sebelum car free day selesai, jangan salahkan apabila polisi menindak,” kata Moechgiyarto.(Mb/CNNindonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN