Hari Ini, Pansus Angket KPK Temui 8 Koruptor di Sukamiskin

1378

Metrobatam, Jakarta – Panitia Khusus Angket terhadap KPK akan menemui sejumlah terpidana kasus korupsi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pagi ini. Kunjungan ini bagian dari agenda penyelidikan yang dilakukan Pansus Angket terhadap kinerja KPK.

Pansus Angket menyatakan, kunjungan ke lapas dilakukan untuk menggali informasi soal proses penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan yang dialami oleh para narapidana korupsi yang ditangani oleh KPK.

Pansus mengklaim, kinerja KPK perlu dievalusi untuk meningkatkan penindakan dan pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia. Evaluasi juga untuk menindaklanjuti keluhan sejumlah pihak mengenai dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan KPK dalam melakukan penindakan.

Kunjungan Pansus Angket ke Sukamiskin akan didampingi langsung Direktur Jenderal Pemesayarakat Kemkumham I Wayan K Dusak dan jajarannya. Sebelum bertemu dengan para koruptor, Pansus Angket juga akan menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Ditjen PAS Kemkumham di Lapas Sukamiskin.

Kepergian ke Lapas Sukamiskin adalah agenda kedua di luar parlemen setelah sebelumnya mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan. Di BPK, Pansus Angket meminta kompilasi hasil audit keuangan dan kinerja sejak tahun 2006 hingga 2016.

Delapan Terpidana

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah napi korupsi yang mendekam di Lapas Sukamiskin, di antaranya mantan Ketua DPD Irman Gusman, mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi, dan Country Director PT EK Prima Ramapanicker Rajamohanan.

Selain itu, ada pula mantan politikus PAN Andi Taufan Tiro, pengacara OC Kaligis, bekas bos PT Agung Podomoro Land Tbk Ariesman Widjaja, hingga dua politikus Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Anas Urbaningrum.

Sebelumnya, DPR sepakat membentuk Hak Angket terhadap kinerja KPK. Pembentukan Hak Angket bersamaan dengan adanya kasus dugaan pengancaman yang dilakukan sejumlah anggota DPR terhadap tersangka kasus dugaan memberi keterangan palsu dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, yakni politikus Hanura Miryam S. Haryani.

Kala itu, penyidik KPK Novel Baswedan menyebut lima nama anggota DPR yang mengancam Miryam, di antaranya Bambang Soesatyo (Golkar), Aziz Syamsuddin (Golkar), Masinton Pasaribu (PDIP), Desmond J. Mahesa (Gerindra), dan Sarrifudin Sudding (Hanura). Kelima orang tersebut duduk di Komisi III DPR selaku mitra kerja KPK.

Dalam kasus e-KTP, sejumlah nama besar di DPR juga turut diseret, di antaranya Ketua DPR Setya Novanto hingga Gubernur Jateng Gandjar Pranowo. Proyek tahun 2011-2012 senilai Rp5,9 triliun itu ditengarai merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun.

Pembentukan Hak Angket juga menuai polemik di masyarakat dan KPK. Hak Angket dianggap tidak tepat lantaran KPK berstatus lembaga nonstruktural karena dibentuk melalui undang-undang. Tak hanya itu, syarat unsur seluruh fraksi sebagaimana aturan di UU MD3 juga tidak terpenuhi dalam pembentukan Pansus Angket KPK.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN