Hari Ini, Politikus Hanura Miryam S Haryani Hadapi Vonis

1100

Metrobatam, Jakarta – Politikus Partai Hati Nurani Rakyat Miryam S Haryani akan menghadapi vonis hakim tindak pidana korupsi dalam perkara pemberian keterangan palsu dalam kasus korupsi. Miryam sebelumnya dituntut hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

Kuasa hukum Miryam, Aga Khan berharap majelis hakim menjatuhkan vonis bebas kepada kliennya vonis yang lebih ringan dari tuntutan jaksa.

“Iya dong (bebas). Kalau nggak ya dihukum seringan-ringannya,” kata Aga kepada CNNIndonesia.com, Minggu (12/11) malam.

Aga menyatakan, Miryam sempat berkeluh kesah kepada dirinya menjelang vonis hakim. Menurut dia, kliennya menegaskan bahwa dirinya bukan tersangka korupsi.

Miryam, lanjutnya juga menyatakan bukan yang pertama mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam persidangan. “Jadi dia ingin membuka hati hakim untuk melihat, sejauh mana perbuatan itu dikategorikan seperti yang disangkakan atau tidak,” ujar Aga.

Pada sidang pledoi, Miryam tetap berkukuh bahwa dirinya mendapat tekanan dan ancaman dari penyidik KPK Novel Baswedan saat menjalani pemeriksaan pada tingkat penyidikan Irman dan Sugiharto.

“Sejak awal pemeriksaan ini saya sudah merasa diintimidasi oleh saudara Novel Baswedan melalui pernyataan yang dilontarkannya kepada saya,” kata Miryam saat membacakan pembelaannya di hadapan majelis hakim, Kamis (2/11).

Tekanan dan ancaman mulai dirasakan Miryam saat diperiksa pada 1 Desember 2016. Ketika itu, klaim Miryam, Novel menyampaikan bahwa dirinya seharusnya sudah menjadi tahanan KPK sejak 2010.

Dalam pemeriksaan itu juga, Miryam mengklaim Novel memaksa dirinya untuk mengaku tentang keterlibatan tokoh penting dalam pusaran korupsi e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Kemudian dalam pemeriksaan selanjutnya, pada 7 Desember 2016, Miryam mengaku kembali dipaksa, kali ini mengakui sejumlah uang yang diduga diterima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait proyek e-KTP.

Selain itu, Miryam mengaku juga merasa dibuat tak nyaman dalam pemeriksaan pada 20 Januari 2017. Saat itu, menurut Miryam tercium baru durian dari aroma mulut Novel. Aroma duren yang menyengat itu membuat dirinya tak konsen saat diperiksa.

Karena kesaksian yang dituangkan di-BAP dalam kondisi penuh tekanan dan ancaman, Miryam mencabutnya saat bersaksi di persidangan korupsi e-KTP, pada 23 Maret 2017. Namun, jaksa KPK menilai alasan pencabutan BAP oleh Miryam tidak sah.

Saat membacakan tuntutan, jaksa KPK menilai perbuatan Miryam telah menghambat proses penegakan hukum dalam perkara korupsi e-KTP, tidak menghormati lembaga peradilan, dan merusak nilai-nilai kejujuran.

Jaksa menyatakan, Miryam terbukti mendapat arahan dari pihak lain sehingga mencabut BAP saat bersaksi dalam sidang korupsi e-KTP. Padahal keterangan dalam BAP telah bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi lain di muka persidangan. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan : Jelang Akhir Tahun, Stabilitas Harga dan Situasi Keamanan Harus Terkendali

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos meminta agar seluruh Jajaran OPD terkait segera melakukan langkah-langkah koordinasi dalam mengantisipasi kondisi terkini menjelang...

Rakerwil Lira Kepri tahun 2017 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Gubernur Lira Kepri Budi Sudarmawan mengatakan, Lira Kepri 2017 ini adalah amanat undang-undang amanat anggaran dasar anggaran rumah tangga ini adalah...

Etape Pertama, Pembalap Jerman Juarai Tour de Singkarak 2017

Metrobatam.com, Padang - Pebalap Jerman, Robert Muller, menjuarai etape pertama balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017 dari Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar,...

Kelompok Kriminal Bersenjata Bakar Truck Freeport

Metrobatam.com, Papua - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Sabtu ini sekitar pukul 06.00 WIT membakar haul truck milik PT. Freeport di Lower Wanagon. Kapolda Papua Irjen...

Lawan Petugas, 2 Residivis Pelaku Curamor Ditembak Anggota Polsek Sekupang Batam

Metrobatam.com, Batam - Dua residivis pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Rosita (31) dan Dani Cater (27), dihadiahi  timah panas (tembakan) oleh anggota Polisi Sektor...

Satgas Terpadu Bebaskan 344 Warga Sipil Korban “Penyanderaan” KKB di Tembagapura

Metrobatam, Timika - Wilayah yang dikuasai kelompok kriminal bersenjata (KKB), yakni Waa Banti, Utikini dan Kimbeli, Tembagapura, Kabupaten Mimika, berhasil diambil-alih satgas terpadu sekira...

Pasar Grosir Aur Kuning Bukittinggi Terbakar

Metrobatam, Bukittinggi – Kebakaran terjadi di pertokoan Pasar Grosir Aur Kuning Bukittinggi, yang merupakan pasar grosir terbesar di provinsi Sumbar, pada Jumat sekitar pukul...

Pemkab Bintan Berikan Pelayanan Lansia di Panti dan Luar Panti

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan berkomitmen untuk memfokuskan kembali pelayanan kepada kaum Lansia yang selama ini dinilai masih kurang maksimal. Oleh karena itu,...

Jokowi Minta Setnov Patuhi Hukum Soal Kasus Korupsi e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum yang menjeratnya. Ia yakin proses hukum yang berjalan sudah sesuai...

Densus 88 Tangkap 2 Anggota Jaringan Pembakar Polres Dharmasraya

Metrobatam, Bungo - Densus 88 Mabes Polri dan Polres Bungo mengamankan anggota jaringan pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, Sumatera Barat. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan...

Ronaldo Ingin Punya Tujuh Anak, Tujuh Ballon d’Or

Madrid - Cristiano Ronaldo punya nomor punggung 7 dan dijuluki CR7. Mungkin agar lebih identik dengan nomor tujuh, Ronaldo juga ingin punya tujuh anak...

Wartawan ‘Sopir’ Setnov Jadi Tersangka, Metro TV: Kami Tugaskan Hilman Bawa Novanto ke Studio

Metrobatam, Jakarta - Polisi menetapkan Hilman Mattauch, wartawan salah satu stasiun televisi swasta yang mengemudikan mobil Setya Novanto saat kecelakaan, sebagai tersangka. Ia dinilai...
BAGIKAN