Harimau Bonita is Back! Jejaknya Terlacak di Kebun Sawit

Metrobatam, Pekanbaru – Jejak-jejak terbaru harimau Bonita terlacak oleh ‘pawang’ wanita asal Kanada, Shakti, di perkebunan sawit. Namun, sosok harimau liar itu belum ditemukan.

Harimau Bonita kembali ke perkebunan sawit, tepatnya perkebunan milik PT Tabung Haji Indo Plantation di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, setelah sempat pulang ke habitatnya di hutan.

“Bonita sekarang kembali lagi ke perkebunan sawit. Sebelumnya, Bonita sempat masuk ke kawasan hutan,” kata Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo, Jumat (13/4).

Menurut dia, Harimau Bonita terus diburu oleh tim terpadu yang terdiri dari BBKSDA, TNI/Polri dan aktivis lingkungan dan dibantu Shakti yang merupakan ahli Communicator Animal atau komunikasi satwa lewat frekuensi gelombang suara.

“Tim sempat tanya sama Shakti, kira-kira posisi Harimau Bonita sekarang ada di mana. Ahli communicator animal itu lewat gelombang frekuensi yang dia pelajari, menyatakan ada di kawasan kebun sawit ,” ujar Hutomo.

Hutomo mengatakan pihak BBKSDA ingin menguji keahlian kemampuan komunikasi lewat gelombang suara yang dimiliki Shakti. Setelah dikukan penelusuran, Harimau Bonita kini masuk ke perkebunan sawit.

“Jejak Bonita ditemukan tim di lahan sawit Blok 70. Walau berjumpa dengan jejaknya, namun tim belum bertemu langsung dengan Bonita,” kata Hutomo.

Tiga bulan lebih lamanya tim berusaha mengevakuasi Bonita dari lokasi konflik. Harimau liar itu pada 3 Januari lalu telah menyerang Jumiati hingga tewas di perkebunan sawit.

Bonita lalu ‘diburu’. Tim BBKSDA Riau turun ke lokasi untuk mengatasi kondisi di lapangan. BBKSDA memberikan perlindungan kepada masyarakat juga menyelamatkan Bonita dari ancaman pembunuhan sekelompok masyarakat.

Belum lagi selesai mengevakuasi, Bonita kembali melakukan aksinya menyerang kembali warga, Yusri, pada 10 Maret lalu, buruh bangunan itu tewas diserang Bonita. Sejak itu tim terpadu pun dibentuk. Sniper dari TNI/Polri pun diterjunkan untuk membantu tim yang sudah ada.

Sudah berjalan tiga bulan ini, tim belum juga berhasil mengevakuasi Bonita. Harimau liar yang kian langka di Indonesia ini sebenarnya sebelum terjadi konflik adalah sasaran pembunuhan dari sekelompok pemburu liar.

Hal itu bisa dibuktikan, ketika tim terjun ke lokasi pascatewasnya Jumiati, penelusuran di lokasi konflik banyak ditemukan jeratan harimau yang sengaja dipasang. Jeratan itu disita tim BBKSDA Riau dari sejumlah titik di kawasan konflik tersebut. Jeratan terbuat dari slink yang mematikan itu, membuktikan bahwa kelompok pemburu liar lebih awal akan membunuh Bonita.

Konflik manusia dengan harimau ini terjadi karena hancurnya kawasan hutan alam. Habitat Bonita disulap menjadi perkebunan sawit dan diberikannya izin kawasan hutan tanaman industri untuk kelangsungan pabrik kertas di Riau. Perizinan itu diberikan oleh penguasa masa lalu. Kini, manusia dan harimau konflik imbas dari kebijakan yang salah urus di masa lalu. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang ke-54. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang...

Hasil Inter Vs AC Milan: Dramatis! Gol Injury Time Menangkan Nerazzurri

Milan - Inter Milan berhasil memenangi laga dramatis kontra AC Milan dengan skor 1-0. Gol semata wayang dibuat Mauro Icardi di masa injury time...

Kerugian dan Kerusakan Gempa di Sulteng Capai Rp13,82 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan...

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua

Metrobatam, Jayapura - 16 orang Guru dan Tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, kabupaten Nduga, Papua disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selama...

Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno...

Kevin/Marcus Rebut Gelar Juara Denmark Terbuka!

Odense - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menyabet gelar juara Denmark Terbuka 2018. Di final, Kevin/Marcus menumpas ganda Jepang. Bermain di Odense Sports Park,...

Bos Sawit Dirampok di Riau, Uang-Emas Senilai Rp 500 Juta Raib

Metrobatam, Pekanbaru - Aksi perampokan terjadi di Desa Sumber Jaya, Kuansing, Riau. Korbannya ialah pengusaha sawit yang mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. "Korban selama...

Cari Kapolres Muba, Seorang Pria Serang Petugas Jaga Mapolres

Metrobatam, Palembang - Seorang pria menyerang petugas jaga Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (21/10). Pria bernama Arison itu diduga mengalami gangguan Jiwa. Kejadian bermula...

Bima Arya Sambut Baik Rencana Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan

Metrobatam, Bogor - Presiden Jokowi berencana mencairkan dana kelurahan pada 2019. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menyambut baik rencana tersebut karena penting untuk...

Mayoritas Pengusaha HIPMI dan KADIN Diklaim Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebut mayoritas pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)...

Disebut Sudah Nikah dengan Rossa, Afgan Banjir Ucapan Selamat

Metrobatam, Jakarta - Afgan disebut sudah menikah dengan Rossa. Hal itu diungkapkan oleh sahabat mereka, Bubah Alfian, saat ia melakukan Instagram live. Karena hal itu,...

Soal Gempa Sulteng, BNPB: 2.113 Orang Tewas, 1.309 Hilang

Metrobatam, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Tengah yang ditemukan mencapai 2.113 orang. 22 hari...
SHARE