Hary Tanoe Merapat, Jokowi Kuasai Media

1927

Metrobatam, Jakarta – Wacana partai Persatuan Indonesia (Perindo) mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2019 dinilai Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago sebagai kemenangan politik Jokowi.

“Akhirnya Hary Tanoesoedibjo dan media yang selama garang mengkritik kebijakan atau oposisi menyerah tanpa syarat dan tersungkur di depan Jokowi,” kata Pangi kepada CNNIndonesia.com.

Pangi mengatakan, Jokowi kini dalam posisi menguasai dan menaklukkan media– setidaknya media yang menjadi salah satu gurita bisnis Hary Tanoe. “(Itu pun) Kalau nanti benar fakta bahwa Perindo mengusung Jokowi,” katanya.

Hary Tanoe dan Perindo, kata Pangi, sudah mulai rasional dalam berpikir. “Biasanya kalau soal dukung mendukung, tentu ada analisis dan pertimbangan,” kata dia.

Menurut Pangi, dalam locomotive effect, publik cenderung memilih kandidat yang potensial menang dan menurut analisis dan prediksi (forecasting) elite penentu di Perindo, barangkali yang memiliki peluang potensial kembali menjadi presiden adalah Jokowi.

“Itu mungkin alasan Hary Tanoe lewat rapimnas merekomendasikan untuk mengusung Jokowi jadi capres,” katanya.

Realitas politik

Selain itu, Pangi melihat Hary Tanoe sudah menyerah tanpa syarat, dan ditaklukkan oleh realitas politik. Dia mengatakan bahwa selama ini publik mengetahui Hary Tanoe dan Perindo paling tajam mengkritisi kebijakan Jokowi, namun setelah disandera kasus SMS ‘gelap’, Hary Tanoe mulai berpikir rasional.

Bos MNC Group itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan SMS ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Polisi menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Hary sempat mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka itu ke Pengadilan negeri Jakarta Selatan, namun, gugatannya ditolak.

Kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman ini bermula ketika Yulianto menerima pesan singkat dari nomor yang tak ia kenal pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB.

Isi pesan yang diterima Yulianto berbunyi, “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Selain kasus dugaan SMS ancaman, Hary Tanoe juga tersangkut kasus restitusi pajak PT Mobile-8. Dia beberapa kali diperiksa oleh Kejagung dalam kasus yang diduga merugikan negara miliaran rupiah itu.

Hary Tanoe, lanjut Pangi, kian sadar dan kian memahami realitas politik, karena kalau diteruskan mengkritik dan bagian oposisi maka tidak baik bagi eksistensi Perindo dan nasib HT sendiri.

‘Hary Tanoe Tersungkur di depan Jokowi’Pengamat menilai keputusan Perindo mendukung Presiden Jokowi dilatarbelakangi oleh semakin kecil peluang Hary Tanoe maju sebagai capres di Pilpres 2019.

Faktor lain yang membuat Perindo mewacanakan dukungan kepada Jokowi adalah menipisnya peluang Hary Tanoe maju di Pilpres 2019.

“Saya rasa ini juga bagian atau punya hubungan yang paralel, dari sinyal atau implikasi pertemuan SBY dengan Prabowo. Artinya kans HT jadi cawapres Prabowo semakin tipis,” kata dia.

Pangi berpendapat, Hary Tanoesoedibjo sangat berharap bisa menjadi cawapres Prabowo, namun mengalami patahan di tengah jalan setelah ada sinyal koalisi Demokrat dengan Gerindra, Prabowo sebagai capres dan AHY sebagai Cawapres

“Hary Tanoe sudah ditolak juga di praperadilan. Mungkin paling tidak sudah ada tim Jokowi yang menemui Hary, ada deal ke arah itu,” katanya.

Lebih lanjut, Pangi mengatakan, tidak mungkin tidak ada deal politik di balik dukungan Perindo tersebut.

“Dugaan saya dukungan ke Jokowi berpotensi Hary lolos atau selamat dari kasus hukum yang sedang menjeratnya, ada korelasi ke arah sana,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, Perindo mewacanakan dukungan kepada Jokowi akan diputuskan pada rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Perindo dan ditetapkan pada Kongres Perindo akhir tahun ini.

“Ada kesan kuat yang akan diusulkan adalah presiden yang sekarang, karena kemungkinan yang menang sekarang,” kata Rofiq.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Daftar Tim 11 Ulama Alumni 212 yang Bertemu Jokowi di Bogor

Metrobatam, Jakarta - Tim 11 Ulama Alumni 212 menjelaskan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni...

Tepis Amien Rais, Buya Syafii: Tak Benar Agama untuk Pemilu

Metrobatam, Magelang - Amien Rais mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik. Namun pendapat itu dimentahkan oleh Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak...

Semburan Api Ledakan Sumur Minyak di Aceh hingga 100 Meter

Metrobatam, Banda Aceh – Sumur minyak tradisional di Desa Pasir Puteh, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter....

Bertemu Alumni 212, Jokowi Dinilai sebagai Pemimpin Berjiwa Besar

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu 22 April 2018 bertemu perwakilan ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 di salah...

Paspampres Wanita Kawal Jokowi di Perayaan Ekspor Xpander

Metrobatam, Jakarta - Tidak sendirian, saat menyambangi acara seremoni perdana ekspor Mitsubishi Xpander Presiden Joko Widodo terlihat dikelilingi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan....

Mahasiswa Gantung Diri Sambil Video Call Mantan Kekasih

Metrobatam, Ketapang - Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berinisial Al, ditemukan tak bernyawa di losmen milik saudaranya di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga...

Jauh Kalahkan Gerindra di Litbang Kompas, PDIP Akui Terbantu Jokowi

Metrobatam, Jakarta - PDIP unggul jauh dari Gerindra di survei Litbang Kompas dengan mendapat elektabilitas 33,3 persen. PDIP menyebut angka itu tak terlepas dari...

Tambang Minyak Ilegal di Aceh Meledak, 18 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang minyak ilegal di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten...

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Akui Terima Suap 110 Ribu Dolar dari Politikus Golkar

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado‎, Sulawesi Utara, Sudiwardono mengakui menerima uang senilai 110 dolar Singapura dari politikus Golkar non-aktif, Aditya...

Liga Champions: Real Madrid Tekuk Bayern Munich 2-1

Munich - Real Madrid membawa pulang kemenangan dari lawatan ke markas Bayern Munich di leg I semifinal Liga Champions. El Real memetik kemenangan 2-1...

Perpres Tenaga Kerja Asing, Moeldoko: Generasi Muda Jangan Jadi Penakut!

Metrobatam, Makassar - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar generasi muda jangan jadi penakut bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini...

Dendam Kesumat Harimau Bonita hingga Serang Manusia

Metrobatam, Pekanbaru - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera setelah menerkam manusia di Inhil, Riau. Lalu, apa yang...
BAGIKAN