Hasil RDPU Terkait Perka BP Batam No.10/2017, DPRD Batam akan Merekomendasikan Revisi ke Pusat

2135
Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Perka nomer 10 BP Batam, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam Nuryanto di dampingi Wakil Ketua III Helmy Helminton dan Anggota komisi IV DPRD Batam Riky Indrakari, di ruang rapat pimpinan DPRD Batam, Rabu (11/10).

Metrobatam.com, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam akan merekomendasikan keberatan pelaksanaan Peraturan Kepala (Perka) 10 tahun 2017, tentang penyelanggaraan administrasi lahan di Batam.

Perka yang menjadi perdebatan karena dinilai menghambat ekonomi Batam ini, direkomendasikan ke pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Perekonomian untuk merevisi.

Demikian salah satu poin yang dihasilkan dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Perka nomer 10 BP Batam, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam Nuryanto di dampingi Wakil Ketua III Helmy Helminton dan Anggota komisi IV DPRD Batam Riky Indrakari, di ruang rapat pimpinan DPRD Batam, Rabu (11/10).

RDPU ini dihadiri oleh jajaran Kadin Batam, REI Batam, Asisten II Pemko Batam, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Ikatan Notaris Indonesia (INI), serta pihak-pihak yang punya kepentingan terhadap pelaksanaan Perka NO.10 BP Batam.

Disampaikan oleh Ketua DPD REI Batam, Achyar Arfan, keberadaan Perka 10 membuat REI sangat memberatkan REI, dimana dalam Perka 10 tersebut disertai dengan jaminan pelaksanaan 10 persen sebagai awal proses pelaksanaan proyek.

“Misalnya kita investasi Rp50 miliar, berarti harus menyerahkan uang sebesar Rp5 miliar sebagai jaminan kepada bank dan itu sangat memberatkan bagi kami,” ungkapnya.

Ketua Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT), Josefina mengatakan, pelaksana Perka 10 tahun 2017 tentang persetujuan untuk mendaftarkan hak tangungan jaminan dengan luas tanah lebih dari 600 meter persegi kepada bank harus mendapatkan persetujuan dari BP Batam selaku pemegang HPL.

“Itulah salah satu poin yang kami soroti tentang pelaksanaan perka 10 BP Batam tersebut,” jelasnya.

Kemudian, Ketua Persatuan Bank Nasional (Perbanas) Batam, Daniel Samson mengatakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini tumbuh 1,04 persen, hal ini merupakan pekerjaan cukup berat untuk mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa keuangan (OJK).

“Salah satu penyebabnya antara lain adanya alokasi kredit menjadi macet, bisnis menurun karena Pelaksanaan Perka 10,” jelasnya.

Ia menyebutkan turunnya Perka 10 juga salah satu unsur penyebab bahwa Perbankan sulit untuk pencairan kredit, karena ada kewajiban dalam persetujuan BP Batam dalam pengurusan kredit. “Contohnya dalam melakukan jual beli harus ada Ijin Peralihan Hak (IPH) yang menjadi syarat ketentuan dalam pengurusan kredit,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Batam James Simare-mare mengatakan bahwa pihaknya juga sudah membahas Perka 10 dalam rapat koordinasi (Rakor) Kadin beberapa hari yang lalu dan sudah siapkan pandangan umum terkait masalah tersebut.

“Kami juga merasa keberatan dan meminta perka tersebut untuk ditinjau ulang pelaksanaannya,” ungkapnya.

 

Sumber: Haluankepri.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
BAGIKAN