Houthi Bunuh Mantan Presiden, Arab Saudi Bombardir Ibu Kota Yaman

Sanaa – Pesawat-pesawat perang Arab Saudi dan koalisi membombardir ibu kota Sanaa di Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi. Serangan udara ini dilancarkan pada Selasa dini hari waktu setempat setelah para pemberontak Houthi membunuh mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.

Menurut saksi mata seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/12), setidaknya tujuh serangan udara menghantam istana kepresidenan yang berada di kawasan padat penduduk di jantung Sanaa.

Belum diketahui mengenai ada tidaknya korban dalam serangan udara Saudi dan koalisi tersebut. Namun jalan-jalan di Sanaa telah kosong pada Senin (4/12) sebelum malam tiba seiring pesawat-pesawat perang koalisi Saudi terbang rendah di atas kota tersebut.

Saleh (75) ditembak mati para petempur Houthi di Sanaa setelah berpindah kubu dalam konflik Yaman. Saleh awalnya bersekutu dengan Houthi yang didukung Iran dalam konflik Yaman yang berlangsung selama 3 tahun terakhir.

Beberapa hari sebelum tewas, Saleh meninggalkan Houthi dan menyatakan siap menjalani ‘babak baru’ dengan koalisi pimpinan Arab Saudi. Dia bahkan menyebut Houthi sebagai ‘milisi kudeta’.

Kematian Saleh ini diperkirakan akan memperumit konflik Yaman yang melibatkan banyak pihak. Kelanjutan konflik Yaman disebut bergantung pada para loyalis dan pendukung Saleh yang masih besar jumlahnya di Yaman, termasuk perwira militer dan kepala milisi bersenjata.

Putra Ali Abdullah Saleh Janji Balas Dendam

Putra mendiang mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, bersumpah akan membalas dendam kematian ayahnya. Saleh tewas dibunuh oleh pemberontak Houthi yang terlibat konflik di Yaman dan kini menguasai ibu kota Sanaa.

Saleh (75) ditembak mati para petempur Houthi di Sanaa setelah berpindah kubu dalam konflik Yaman. Saleh awalnya bersekutu dengan Houthi yang didukung Iran dalam konflik Yaman yang berlangsung selama 3 tahun terakhir. Beberapa hari sebelum tewas, Saleh meninggalkan Houthi dan menyatakan siap menjalani ‘babak baru’ dengan koalisi pimpinan Arab Saudi. Dia bahkan menyebut Houthi sebagai ‘milisi kudeta’.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (5/12), putra mendiang Saleh, Ahmed Ali Saleh, memberikan pernyataan publik usai kematian ayahnya. Pernyataan ini dikutip oleh televisi Saudi, al-Ekbariya, namun Reuters belum bisa memverifikasi pernyataan ini secara independen.

“Saya akan memimpin pertempuran hingga Houthi terakhir dilemparkan keluar dari Yaman … darah ayah saya akan mendengung di telinga Iran,” ucap Ahmed Ali Saleh dalam pernyataannya.

Dia juga menyerukan kepada para pendukung ayahnya untuk ‘merebut Yaman dari milisi Houthi Iran’.

Kematian Saleh ini diperkirakan akan memperumit konflik Yaman yang melibatkan banyak pihak. Kelanjutan konflik Yaman disebut bergantung pada para loyalis dan pendukung Saleh yang masih besar jumlahnya di Yaman, termasuk perwira militer dan kepala milisi bersenjata.

Sementara itu, sejak konflik Yaman pecah, Ahmed Ali selama ini dilaporkan berada dalam penahanan rumah di Uni Emirat Arab. Dia sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Yaman untuk Uni Emirat Arab. Setelah menjadi tahanan rumah, Ahmed Ali kemudian bergabung dengan koalisi pimpinan Saudi yang berperang melawan Houthi.

Dituturkan sumber-sumber politik setempat, Ahmed Ali memutuskan hubungan dengan semua orang yang dia kenal dan tinggal dengan pengawalan ketat di sebuah vila di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pernyataan publik pertama Ahmed Ali ini mengindikasikan koalisi Saudi kini ‘melepaskannya’ untuk melawan Houthi.

Ahmed Ali yang juga pernah menjadi Komandan Militer Garda Republik Yaman, tampil sebagai calon pengganti mendiang ayahnya yang pernah memimpin Yaman selama lebih dari 20 tahun. Dia mungkin akan menjadi kesempatan terakhir bagi keluarga Saleh untuk kembali berkuasa di Yaman. Keberadaan kerabat dan keluarga dekat Saleh lainnya tidak diketahui pasti. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN