Hutan Lindung Banyak Dibabat di Kabupaten Karimun

526
Ilustrasi Hutan Dibabat

Metrobatam.com, Karimun – Kabupaten Karimun memiliki 10 titik kawasan hutan yang masuk kategori hutan lindung, yang tersebar di Pulau Karimun Besar, Karimun Anak, Tanjungbatu, Moro dan Belat. Namun sayang, sebagian hutan lindung tersebut sudah dibabat warga yang disinyalir untuk kepentingan pribadi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun Muhammad Affan kepada wartawan, Kamis (11/8) mengatakan, hutan lindung yang berada di Pulau Karimun itu adalah hutan lindung Gunung Jantan dan Gunung Betina. Kemudian, hutan lindung di Pulau Karimun Anak.

“Selain di Pulau Karimun, di Moro juga terdapat beberapa kawasan yang masuk hutan lindung yakni hutan yang ada di Pulau Combol, hutan Pulau Durian Besar, hutan Pulau Panjang, hutan terbatas Sugie dan hutan produksi terbatas Combol. Sebagian hutan lindung itu masih lebat dan sebagian lagi sudah dibabat oleh masyarakat,” ungkap Affan.

Menurut dia, hutan lindung juga ditemukan di Pulau Kundur yakni hutan produksi terbatas Kundur Atas dan Bawah serta hutan produksi terbatas Belat. Totalnya, terdapat 10 hutan lindung di kabupaten Karimun yang diawasi oleh Pemerintah Daerah, dengan diperbantukan dari pusat dalam bentuk Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) sejak 2012 dan di hingga keluarnya surat keputusan (SK) pada 2016.

Menurut dia, dari 10 lokasi hutan lindung yang mencapai 17.602 hektar, hingga saat ini masih bagus kondisinya. Namun, dirinya tidak menampik ada yang melakukan ilegal logging di 10 lokasi hutan lindung. Akan tetapi, pembalakan kayu di area hutan lindung rata-rata dilakukan oleh masyarakat untuk kebutuhan pribadi.

“Memang ada sebagian hutan lindung yang ditebang oleh warga untuk kebutuhan pribadi mereka. Meski begitu, mereka tetap kami peringatkan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Jika di kemudian hari mereka kembali melakukan penebangan di hutan lindung, maka tentu akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” terang Affan.

Menurutnya, salah satu kasus yang pernah terjadi di Hutan Lindung Karimun Anak. Beberapa pohon kayu yang dilindungi di hutan itu sudha habis dibabat masyarakat. Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap penjarahan kayu di Pulau Karimun Anak. Dari hasil penelusuran pihaknya, penjarahan itu disinyalir dilakukan oleh pihak luar.

“Setelah kami mendapat informasi adanya pembalakan kayu yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab di hutan Pulau Karimun Anak, maka kami langsung menelusurinya. Ternyata memang benar, beberapa kayu yang ada di hutan itu sudah dibabat oleh orang tak dikenal. Ketika kami telusuri, ternyata itu dilakukan oleh pihak luar. Kami sudah memberikan peringatan kepada mereka,” pungkas Affan.

Mb/Haluankepri

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Terkait Bendera RI di SEA Games, DPR RI: Melukai Rasa Persahabatan Dua Negara

Metrobatam.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menilai terbaliknya bendera Indonesia dalam materi buku pertandingan SEA Games 2017 sebagai bentuk...

Menyeramkan, 10 Tanda Rumah yang Ditinggali Makhluk Halus atau Berhantu

Metrobatam.com, (Mb) - Rumah yang bisa memberikan rasa nyaman, betah, dan tenang adalah impian semua orang di dunia. Tapi, ada beberapa hal yang bisa...

Polisi Tetapkan Remaja Penghina Presiden Jokowi dan Kapolri jadi Tersangka

Metrobatam.com, Medan - Polisi menetapkan tersangka terhadap Muhammad Farhan Balatif terkait ujaran kebencian (Hate Speach) di Facebook terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Muhammad Farhan Balatif...

Jika Menelan Rambut Yang Ada Di Makanan, Ini yang Terjadi

Metrobatam.com, (Mb) - Pernahkan kamu menemukan sehelai rambut pada makanan yang sedang disantap? Tanpa disadari kamu pasti pernah tidak sengaja menelan sehelai rambut tersebut....

Terkait Bendera Indonesia Terbalik di SEA Gemes, Presiden Jokowi Tunggu Permintaan Maaf Resmi Malaysia

Metrobatam.com, Jakarta - Perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara telah dimulai. Insiden terbaliknya bendera sang Pusaka Merah Putih di buku panduan pelaksanaan Sea Games...

Husrin Hood: Pengurus HKTI Tanjungpinang Harus Mampu Bersaing dengan Daerah Lain

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Badan Pertimbangan Organisasi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Husrin Hood melantik pengurus HKTI Kota Tanjungpinang di gedung perpustakaan...

Ini 10 Gunung Terangker di Indonesia

Kalau kamu suka naik gunung, tentunya kamu sudah terbiasa dengan kondisi gunung yang sangat berat. Karena mendaki gunung itu memerlukan fisik yang kuat dan...

Ribuan Peserta Ikuti Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintim

Metrobatam.com, Bintan - Tercatat sekitar lebih kurang 2.500 Peserta memeriahkan Pelaksanaan kirab budaya atau Karnaval di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu pagi (19/8)....

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...