Hutan Lindung Banyak Dibabat di Kabupaten Karimun

739
Ilustrasi Hutan Dibabat

Metrobatam.com, Karimun – Kabupaten Karimun memiliki 10 titik kawasan hutan yang masuk kategori hutan lindung, yang tersebar di Pulau Karimun Besar, Karimun Anak, Tanjungbatu, Moro dan Belat. Namun sayang, sebagian hutan lindung tersebut sudah dibabat warga yang disinyalir untuk kepentingan pribadi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun Muhammad Affan kepada wartawan, Kamis (11/8) mengatakan, hutan lindung yang berada di Pulau Karimun itu adalah hutan lindung Gunung Jantan dan Gunung Betina. Kemudian, hutan lindung di Pulau Karimun Anak.

“Selain di Pulau Karimun, di Moro juga terdapat beberapa kawasan yang masuk hutan lindung yakni hutan yang ada di Pulau Combol, hutan Pulau Durian Besar, hutan Pulau Panjang, hutan terbatas Sugie dan hutan produksi terbatas Combol. Sebagian hutan lindung itu masih lebat dan sebagian lagi sudah dibabat oleh masyarakat,” ungkap Affan.

Menurut dia, hutan lindung juga ditemukan di Pulau Kundur yakni hutan produksi terbatas Kundur Atas dan Bawah serta hutan produksi terbatas Belat. Totalnya, terdapat 10 hutan lindung di kabupaten Karimun yang diawasi oleh Pemerintah Daerah, dengan diperbantukan dari pusat dalam bentuk Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) sejak 2012 dan di hingga keluarnya surat keputusan (SK) pada 2016.

Menurut dia, dari 10 lokasi hutan lindung yang mencapai 17.602 hektar, hingga saat ini masih bagus kondisinya. Namun, dirinya tidak menampik ada yang melakukan ilegal logging di 10 lokasi hutan lindung. Akan tetapi, pembalakan kayu di area hutan lindung rata-rata dilakukan oleh masyarakat untuk kebutuhan pribadi.

“Memang ada sebagian hutan lindung yang ditebang oleh warga untuk kebutuhan pribadi mereka. Meski begitu, mereka tetap kami peringatkan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Jika di kemudian hari mereka kembali melakukan penebangan di hutan lindung, maka tentu akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” terang Affan.

Menurutnya, salah satu kasus yang pernah terjadi di Hutan Lindung Karimun Anak. Beberapa pohon kayu yang dilindungi di hutan itu sudha habis dibabat masyarakat. Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap penjarahan kayu di Pulau Karimun Anak. Dari hasil penelusuran pihaknya, penjarahan itu disinyalir dilakukan oleh pihak luar.

“Setelah kami mendapat informasi adanya pembalakan kayu yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab di hutan Pulau Karimun Anak, maka kami langsung menelusurinya. Ternyata memang benar, beberapa kayu yang ada di hutan itu sudah dibabat oleh orang tak dikenal. Ketika kami telusuri, ternyata itu dilakukan oleh pihak luar. Kami sudah memberikan peringatan kepada mereka,” pungkas Affan.

Mb/Haluankepri

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dihuni 40 Ribu PSK, Indonesia Negara Pemilik Lokalisasi Terbanyak di Dunia

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah lokalisasi paling banyak di dunia. Bahkan, total ada 40 ribu pekerja seks...

Pilpres 2019, PDIP Sebut Sudah Capai Kesepahaman dengan Demokrat

Metrobatam, Jakarta – Keretakan hubungan antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat sepertinya akan segera hilang di kontestasi Pilpres 2019. Kedua parpol itu nampaknya akan...

Buruh Bersiap Serbu Jakarta, Polisi Ingin 1 Mei Jadi Fun Day

Metrobatam, Jakarta - Kelompok buruh bakal menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei mendatang. Setidaknya 1.500 buruh dari...

Menteri Lukman Ogah Jalankan Rekomendasi Ombudsman soal Umrah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menolak rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait pemberhentian sementara atau moratorium pendaftaran perjalanan ibadah umrah. Menurutnya, temuan...

Wiranto Sindir Tokoh Reformasi Sering Kritik Tanpa Data

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan Wiranto menyindir tokoh reformasi yang sering mengkritik dan menuduh kinerja pemerintah tanpa didasarkan pada...

PUKAT UGM Dukung Calon Taruna ‘Titipan’ Dipermalukan

Metrobatam, Jakarta - Polri akan memperketat seleksi calon taruna 'titipan' Akademi Kepolisian (Akpol) agar tetap mengikuti ujian serta aturan yang berlaku. Surat rekomendasi dari...

Mencekam! Begini Proses Evakuasi 13 Guru yang Disandera KKSB di Papua

Metrobatam, Timika - Pasukan TNI mengevakuasi para guru dari lembah Arwanop setelah disandera oleh kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua. Para guru sempat...

Tamatnya Pelarian Bos Miras Maut Samsudin Simbolon di Hutan Banyuasin

Metrobatam, Bandung - Petualangan Samsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) maut yang menewaskan 45 orang berakhir. Sepekan setelah ditetapkan buron, Samsudin bertekuk lutut...

Mendagri Sindir Fadli Zon yang Sering Kritik Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyoroti kiprah politik Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo. Tjahjo...

Jaksa Agung Serahkan Tindak Lanjut Praperadilan Century ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung Prasetyo menanggapi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang meminta KPK menetapkan eks Gubernur BI dan Boediono sebagai tersangka...

NU Desak PBB Ambil Tindakan Terkait Serangan AS dkk ke Suriah

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis ke Suriah. NU mendesak agar Perserikatan Bangsa-bangsa...

Menjadi Pemodal Uang Palsu, Bareskrim Amankan Seorang Dokter

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap seorang dokter bernisial AP (39). AP diduga menjadi pemodal produksi uang palsu (upal)...
BAGIKAN