Hutan Lindung Banyak Dibabat di Kabupaten Karimun

Ilustrasi Hutan Dibabat

Metrobatam.com, Karimun – Kabupaten Karimun memiliki 10 titik kawasan hutan yang masuk kategori hutan lindung, yang tersebar di Pulau Karimun Besar, Karimun Anak, Tanjungbatu, Moro dan Belat. Namun sayang, sebagian hutan lindung tersebut sudah dibabat warga yang disinyalir untuk kepentingan pribadi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun Muhammad Affan kepada wartawan, Kamis (11/8) mengatakan, hutan lindung yang berada di Pulau Karimun itu adalah hutan lindung Gunung Jantan dan Gunung Betina. Kemudian, hutan lindung di Pulau Karimun Anak.

“Selain di Pulau Karimun, di Moro juga terdapat beberapa kawasan yang masuk hutan lindung yakni hutan yang ada di Pulau Combol, hutan Pulau Durian Besar, hutan Pulau Panjang, hutan terbatas Sugie dan hutan produksi terbatas Combol. Sebagian hutan lindung itu masih lebat dan sebagian lagi sudah dibabat oleh masyarakat,” ungkap Affan.

Menurut dia, hutan lindung juga ditemukan di Pulau Kundur yakni hutan produksi terbatas Kundur Atas dan Bawah serta hutan produksi terbatas Belat. Totalnya, terdapat 10 hutan lindung di kabupaten Karimun yang diawasi oleh Pemerintah Daerah, dengan diperbantukan dari pusat dalam bentuk Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) sejak 2012 dan di hingga keluarnya surat keputusan (SK) pada 2016.

Menurut dia, dari 10 lokasi hutan lindung yang mencapai 17.602 hektar, hingga saat ini masih bagus kondisinya. Namun, dirinya tidak menampik ada yang melakukan ilegal logging di 10 lokasi hutan lindung. Akan tetapi, pembalakan kayu di area hutan lindung rata-rata dilakukan oleh masyarakat untuk kebutuhan pribadi.

“Memang ada sebagian hutan lindung yang ditebang oleh warga untuk kebutuhan pribadi mereka. Meski begitu, mereka tetap kami peringatkan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Jika di kemudian hari mereka kembali melakukan penebangan di hutan lindung, maka tentu akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” terang Affan.

Menurutnya, salah satu kasus yang pernah terjadi di Hutan Lindung Karimun Anak. Beberapa pohon kayu yang dilindungi di hutan itu sudha habis dibabat masyarakat. Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap penjarahan kayu di Pulau Karimun Anak. Dari hasil penelusuran pihaknya, penjarahan itu disinyalir dilakukan oleh pihak luar.

“Setelah kami mendapat informasi adanya pembalakan kayu yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab di hutan Pulau Karimun Anak, maka kami langsung menelusurinya. Ternyata memang benar, beberapa kayu yang ada di hutan itu sudah dibabat oleh orang tak dikenal. Ketika kami telusuri, ternyata itu dilakukan oleh pihak luar. Kami sudah memberikan peringatan kepada mereka,” pungkas Affan.

Mb/Haluankepri

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

HUT Kemerdekaan ke-73 RI, 937 Warga Binaan Lapas Batam Terima Remisi

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 937 narapidana warga binaan Lapas Batam, LPP Batam, LPKA Batam dan Rutan Batam mendapatkan remisi umum Hari Kemerdekaan ke-73 Republik...

Bergerak Menuju Arafah Hari Ini, Jemaah Haji Indonesia Dibagi 3 Fase

Mertrobatam.com, Mekah - Jemaah haji Indonesia akan bergerak dari Mekah ke Arafah pada hari Minggu (19/2) ini. Pemberangkatan akan dilakukan dalam tiga fase atau gelombang. "Ada tiga...

Di Asian Games 2018, Wushu Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia

Metrobatam.com, Jakarta - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Asian Games 2018. Xavier Edgar Marvelo menggondol perak dari wushu di nomor changquan.  Dalam final changquan di...

Ini Cara Mengemudi Mobil Matic dengan Benar dan Cepat Lancar

Metrobatam.com, (MB) - Bagaimana si cara mengemudi mobil matic atau mobil yang langsung transmisi secara otomatis, cara yang benar dan aman untuk para pengemudi agar...

Anak Krakatau Berada pada Status Waspada, Setelah Erupsi

Metrobatam.com, Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada Sabtu pukul 18.09 WIB. Menurut BMKG, bersumber...

Musim Haji 1438 H, Embarkasi Hang Nadim Batam Berangkatkan 11.852 JCH

Metrobatam.com, Batam - Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan 11.852 jemaah calon haji (JCH) ke tanah suci pada musim haji 1438 H/2018 M ini. Jemaah...

Harga Minyak Dunia Mulai Memanas

Metrobatam.com, New York - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun jatuh untuk periode minggu ini, karena kekhawatiran bahwa...

Kenalkan Kapal Perang, TNI AL Gelar NBOD di Tanjung Uban

Metrobatam.com, Bintan - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, TNI AL dalam hal ini Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi bersama Satuan Kapal...

BNN Tangkap Sindikat Narkoba Internasional di Riau, 2 Kg Sabu Disita

Metrobatam.com, Riau - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap lima anggota sindikat narkotika internasional dari halaman parkir dua hotel di Pekanbaru, Riau. Dari tangan para...

HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 1.685 Warga Binaan Kepri Dapat Remisi

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 1.685 warga binaan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau menerima remisi pada peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Pemberian remisi atau pemotongan...

Danlantamal IV Pimpin AKRS di Wilayah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya Apel Kohormatan dan...

Hilang Selama Sepakan, Jenazah Kiatwansyah Akhirnya Ditemukan

Metrobatam.com, Manokwari - Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat, Jumat pekan lalu akhirnya ditemukan setelah Tim Search...
BAGIKAN