Imas, Bupati Subang Ketiga yang Dijerat KPK

Metrobatam, Jakarta – Bupati Subang Imas Aryumningsing terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa malam, 13 Februari 2018. Ia ditangkap bersama tujuh orang lainnya terkait izin penggunaan lahan untuk perusahaan.

“(OTT) terkait perizinan prinsip penggunaan lahan untuk perusahaan,” juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan saat dimintai konfirmasi, Rabu (14/2).

Imas sepertinya tak belajar dari dua pendahulunya yang telah dijerat KPK terkait kasus korupsi. Bupati Subang periode 2008-2013, Eep Hidayat, menjadi pesakitan KPK karena korupsi Biaya Pungut Pajak Bumi dan Bangunan (BP PBB) Kabupaten Subang tahun 2005-2008 senilai Rp 2,5 miliar.

Pada 2011, Pengadilan Tipikor Bandung memvonis bebas Eep. Tapi Mahkamah Agung justru memutuskan sebaliknya. Pada 2012, Eep dihukum 5 tahun penjara, danbaru bebas dari Lapas Sukamiskin Bandung pada 12 Februari 2016.

Ketika Eep ditahan, wakil bupati naik menggantikannya hingga digelar pemilihan bupati baru pada 2013. Ojang terpilih sebagai Bupati Subang periode 2013-2018, dengan Imas sebagai wakilnya. Tapi pada 11 April 2016, Ojang diciduk KPK karena menyuap jaksa agar dirinya tak dikaitkan sebagai tersangka penyelewengan anggaran BPJS 2014 yang tengah ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Imas kemudian naik untuk menuntaskan jabatan Ojang Suhandi. Pada pilkada serentak tahun ini, Imas kembali maju sebagai calon Bupati Subang periode 2018-2023. Namun OTT oleh KPK tadi malam sepertinya akan menahan laju Imas.

Tetap Bisa Ikut Pilbup

Bupati Subang Imas Aryumningsih diamankan KPK menjelang masa kampanye. Bawaslu Jabar menyebut penangkapan Imas tak berpengaruh ke proses Pilbup Subang 2018.

“Masih terus (maju), tidak pengaruh,” kata Ketua Bawaslu Harminus Koto saat ditemui di kantor PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jabar, Rabu (14/28).

Imas masih tetap bisa melanjutkan lantaran sudah ditetapkan oleh KPU Subang. Menurut Harminus, Imas baru bisa diganti apabila sudah ada keputusan hukum yang mengikat. “Dia tetap ikut dalam kontestasi. Putusannya itu sampai inkrah, baru diganti,” kata dia.

Harminus menuturkan kasus Bupati Subang serupa dengan kasus Atty Suharti yang kala itu maju di Pilwalkot Cimahi 2017. Atty tetap maju meski saat itu berperkara hukum lantaran dicokok KPK atas dugaan kasus korupsi Pasar Atas Cimahi. “Ini sudah pernah terjadi di Cimahi. Jadi ya tetap (maju),” katanya.

Seperti diketahui Imas kembali maju di Pilbup Subang 2018. Imas yang merupakan Ketua DPD Golkar Subang didampingi Sutarno dari PKB. Keduanya memperoleh nomor urut 2.

Imas ditangkap di rumah dinasnya pada Selasa malam. Selain Imas, ada sekretaris pribadi, ajudan, dan sopir. Dua ruangan, yaitu kamar tidur dan ruangan kerjanya, disegel KPK. Imas kena OTT terkait perizinan prinsip penggunaan lahan untuk perusahaan. Imas menjadi bupati Subang ketiga yang ditangkap. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kelebihan Kapasitas, Imigrasi Batam Ganti Server Data di Pelabuhan

Metrobatam.com, Batam - Kepala Imigrasi Klas I Khusus Batam, Lucky Agung melakukan inspeksi kesiapan arus mudik di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Jumat (25/5) malam....

10.169 RTS dan 1.804 PMKS Terima Bantuan Sembako dari Dinsos Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 10.169 Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan 1.804 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya di wilayah Kota Tanjungpinang, mendapat bantuan paket...

Jalan Gajah Mada Sekupang akan Dilebarkan Menjadi Lima Lajur pada 2020

Metrobatam.com, Batam - Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pada 2020 mendatang pelebaran jalan akan menyentuh kawasan Sekupang. Jalan Gajah Mada, jalan utama di kawasan...

Koarmada I Tangkap Dua Kapal SPOB Muat BBM Ilegal di Perairan Lampung

Metrobatam.com, Jakarta - Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memberikan keterangan kepada insan pers dalam konfrensi pers...

Kampus Terpapar Radikalisme, PBNU Ingatkan Rektor Pantau Mahasiswa dan Dosen

Metrobatam, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan hampir semua perguruan tinggi negeri sudah terpapar paham radikalisme. Fakta itu harus segera disikapi sebelum...

Beredar Luas Video Porno Mirip Anggota DPR Aryo Djojohadikusumo, Ini Kata MKD

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video syur dengan pemeran pria disebut-sebut mirip Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Djojohadikusumo beredar luas di dunia maya. Apa tanggapan...

Ketua Komisi II DPR Minta e-KTP Rusak di Bogor Segera Dimusnahkan

Metrobatam, Jakarta - Kemendagri memastikan satu dus dan seperempat karung e-KTP yang tercecer di Bogor merupakan e-KTP rusak. Komisi II DPR mendorong agar e-KTP...

KN Belut Laut Bakamla Tangkap Kapal Muatan Kabel Optik Ilegal di Perairan Bintan

Metrobatam, Bintan - KN Belut Laut 4806 Bakamla menangkap kapal bermuatan 5 ton kabel optik diduga hasil jarahan dari bawah laut, di perairan sebelah...

Suriah Deportasi Seorang Mahasiswi yang Diduga Terlibat ISIS

Metrobatam, Jakarta - Seorang mahasiswi IAIN Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan telah dideportasi dari negara Suriah menggunakan pesawat Turkish Airlines TK-056 karena diduga terlibat jaringan...

Soal Gaji Ketua Dewan Pengarah BPIP, PDIP: Megawati Tak Pernah Berpikir Gaji

Metrobatam, Jakarta - Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) digaji Rp 112 juta per bulan. PDIP menegaskan Mega tak...

Ini Nyanyian Juergen Klopp Usai Gagal di Final Liga Champions

Kiev - Juergen Klopp tak berlama-lama larut dalam kekecewaan usai Liverpool gagal di final Liga Champions 2018. Klopp asyik menyanyi sebelum kembali ke markas...

118 TKI Ilegal Dideportasi dari Malaysia Melalui PLBN Entikong

Metrobatam, Sanggau - Sebanyak 118 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ilegal dideportasi dari Sarawak, Malaysia hari ini. Para TKI laki-laki dan perempuan ini dipulangkan...
BAGIKAN