Imigrasi Pantau 234 DPO Teroris, 91 Terkait ISIS

    2606

    Metrobatam, Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menerima rekomendasi dari Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai 234 orang dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dengan terorisme. Dari jumlah tersebut, terdapat 91 orang yang terlibat dengan ISIS.

    “Yang terkait dengan ISIS terdapat 91 orang. Dari warga negara Aljazair ada 1 orang, Indonesia ada 83 orang, Kuwait 2 orang, Saudi Arabia 2 orang, Syria 1 orang, dan Turki 2 orang,” kata Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie di kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/7).

    Mengenai DPO terkait dengan ISIS yang berasal dari Indonesia, Ronny belum dapat memastikan identitas lengkapnya. Dia mengaku hanya mendapat nama tanpa informasi detail DPO tersebut. “DPO cuma ada nama, paspornya nggak ada. Jadi nggak tahu itu dari daerah mana,” ujar Ronny.

    Ronny mengatakan pihak Imigrasi akan memantau pergerakan dari para DPO apabila masuk wilayah negara Indonesia. Pihaknya siap bekerja sama dengan aparat terkait untuk mencegah DPO teroris masuk ke Indonesia.

    “Kalau DPO itu belum masuk (ke Indonesia), kalau sudah masuk pasti di-holding,” ucapnya.

    “Memang di sini perlu kerja sama. Kami sering dapat data dari Polri, BNPT, ketika ada WNI yang kemungkinan akan terlibat ISIS apakah mereka dalam bentuk tertekan, dikuasai, atau sadar sendiri,” tuturnya.

    Sementara itu Otoritas Singapura telah mendeportasi dua WNI yang disebut telah diradikalisasi militan ISIS dengan menggunakan media sosial.

    Menteri Dalam Negeri Desmond Lee mengatakan pada parlemen, kedua pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia tersebut tidak punya rencana untuk melakukan kekerasan di Singapura. Kedua wanita itu juga dinyatakan tidak mempengaruhi teman-teman mereka di Singapura. Tidak disebutkan identitas lengkap kedua WNI berumur 25 tahun dan 28 tahun itu.

    Dengan pemulangan ini, berarti sejauh ini sudah ada 9 kasus serupa sejak tahun 2015. “Sama seperti kasus-kasus sebelumnya, mereka berdua adalah pendukung ISIS, yang diradikalisasi lewat media sosial,” ujar Lee kepada para anggota parlemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (5/7).

    Tahun lalu, otoritas Singapura menyatakan telah mendeportasi hampir 70 warga asing, termasuk lima PRT, atas dugaan radikalisme selama dua tahun sebelumnya.

    Bulan lalu, otoritas Singapura juga menangkap seorang warga Singapura atas dugaan radikalisme ISIS. Dia menjadi warga Singapura pertama yang ditangkap di tengah meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya kelompok ISIS di wilayah Asia Tenggara.(mb/detik/ita)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

    Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

    Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

    Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

    Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

    Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

    Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

    Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

    Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

    Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

    Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

    Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

    Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

    Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

    Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

    Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

    Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

    Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...

    Mensesneg: Perpres Tak Mudahkan TKA Masuk ke RI

    Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) menuai polemik lantaran dianggap membuka peluang tenaga kerja asing...
    BAGIKAN