Indonesia Mengutuk, Menhan AS: Perang dengan Korut Bisa Jadi Bencana Besar

Metrobatam, Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Jim Mattis, memperingatkan bahwa perang dengan Korea Utara dapat menjadi bencana sehingga upaya diplomasi harus terus digalakkan.

“Upaya Amerika dilakukan secara diplomatis, untuk mendapatkan hasil diplomatis, dan saya ingin terus seperti itu sekarang ini. Tragedi perang sudah diketahui dan tak perlu digambarkan lagi selain dengan kata bencana besar,” ujar Mattis, sebagaimana dilansir Reuters.

Mattis tak menjabarkan lebih lanjut maksud dari jalur diplomasi tersebut. Namun pada akhir pekan lalu, AS dan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya sepakat menjatuhkan sanksi baru untuk menekan Korut agar menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Melalui resolusi itu, PBB akan memangkas nilai ekspor Korut hingga US$1 miliar atau setara Rp13,3 triliun.

PBB juga melarang seluruh ekspor batu bara, besi dan bijih besi, timah dan bijih timah, serta ikan dan makanan laut dari Korut. Secara keseluruhan, sanksi PBB akan memangkas sepertiga nilai ekspor tahunan Korut.

Sanksi ini memicu amarah Korut yang kemudian mengancam akan menembakkan rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik. Korut bahkan sudah mulai membeberkan rencana detail penyerangan tersebut.

“Rudal Hwasong-12 akan diluncurkan oleh KPA [Tentara Rakyat Korea] dan akan melintasi langit Shimane, Hiroshima, dan Koichi di Jepang. Rudal itu akan melesat sejauh 3.356,7 kilometer selama 1.065 detik dan menghantam perairan sejauh 30 sampai 30 kilometer dari Guam,” tulis kantor berita pemerintah Korut, KCNA.

Ini Kata Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Korea Utara (Korut) di tengah memanasnya ketegangan. Trump menyebut Korut seharusnya sangat, sangat cemas jika memang jadi menyerang AS.

Berbicara di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, Kamis (10/8) waktu setempat, Trump menyebut pernyataan sebelumnya soal Korut tidaklah terlalu keras. Meskipun Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Korut.

“Seperti yang saya katakan, mereka akan disambut dengan api dan kemarahan dan sejujurnya, kekuatan,” cetus Trump, beberapa waktu.

Dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir BBC, Jumat (11/8), Trump menyebut pemerintahan AS sebelumnya terlalu lemah pada Korut. Trump juga menegur China, sekutu dekat Korut, yang disebutnya tidak berbuat banyak.

“Saya akan memberi tahu Anda ini, jika Korea Utara melakukan apa pun, bahkan berpikir untuk menyerang siapa saja, yang kita cintai atau kita wakili atau sekutu kita atau kita sendiri, mereka seharusnya sangat, sangat cemas,” ucap Trump.

“Saya akan memberitahu Anda kenapa… karena akan terjadi kepada mereka hal-hal yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya,” imbuhnya.

Namun Trump juga menambahkan, AS masih selalu mempertimbangkan perundingan untuk setiap konflik.

“Saya ingin memberi tahu Anda ini, Korea Utara sebaiknya memperbaiki perilaku mereka atau mereka akan dilanda masalah seperti sejumlah kecil negara lainnya,” ucapnya, tanpa menjelaskan negara-negara yang dimaksud.

Pernyataan Trump ini disampaikan setelah Korut mengungkapkan rencana serangan rudal ke Guam secara rinci. Korut mengklaim akan menembakkan empat rudal balistik jarak menengah jenis Hwasong-12 ke Guam. Korut mengklaim rudal-rudalnya akan mengudara sejauh 3.365 kilometer dalam waktu 1.065 detik atau 17 menit 45 detik saja.

Menghadapi ancaman itu, AS dan otoritas Guam cenderung tenang. Mereka yakin sistem pertahanan rudal yang ada di berbagai wilayah AS akan mampu menangkal serangan Korut.

Indonesia Mengutuk

Indonesia mengutuk keras rencana Korea Utara menyerang Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik, dengan rudal. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Indonesia sejak dulu mengutuk percobaan nuklir Korut.

“Indonesia sudah sejak lama mengutuk dengan keras percobaan nuklir Korea Utara karena Indonesia selalu mengutamakan perdamaian, perdamaian, dan perdamaian,” kata Wiranto saat berceramah kepada 185 peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) di kantor Lembaga Ketahanan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Jumat (11/8).

Wiranto menyebut uji coba nuklir Korea Utara menjadi salah satu pokok bahasan penting isu keamanan di kawasan ASEAN. Hal ini menjadi perhatian khusus pertemuan sejumlah menteri luar negeri dalam KTT ASEAN di Manila. Presiden Filipina Rodrigo Duterte memandang uji coba nuklir Korut dapat memicu perang nuklir yang membahayakan seluruh negara.

“Pidato Presiden Duterte menarik dalam menghadapi ini. Saya ingat kata-kata itu, ini menyangkut nasib kita, saya bicara ini karena mungkin tahun depan kita nggak bisa bicara lagi mengapa, karena percobaan nuklir Korea Utara, kalau dia picu perang nuklir, kita mati semua,” ujarnya.

Sejumlah anggota KTT ASEAN menekan Korut agar menghentikan program rudal dan nuklirnya serta mematuhi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Wiranto menyebut Durterte mengajak seluruh negara di ASEAN ikut berperan mencegah uji coba nuklir Korut.

“Dia (Duterte) mengajak negara ASEAN kita sama-sama mencegah percobaan nuklir yang membahayakan kita semua. Dia (Korea Utara) serang Amerika Serikat nggak apa-apa, tapi kalau Amerika balas, kita semua mati di sini, joke-joke yang cukup menarik, cukup cerdas,” imbuhnya.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
BAGIKAN