Ini 3 Penyebab Terhalangnya Kemajuan Ekonomi Indonesia

Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut ada 3 faktor yang menyebabkan terhalangnya kemajuan ekonomi Indonesia. Pengelolaan birokrasi, pemborosan sumber daya alam, dan penerapan blanket guarantee pada krisis monoter 1998.

“Ada tiga kebijakan pokok yang menyebabkan kita ini terhalang kemajuannya. Pertama, waktu krisis 1998 ongkosnya terlalu tinggi. Ongkosnya bisa menjadi Rp 600 triliun, tapi kalau dihitung dengan uang sekarang saya kira hampir Rp 3.000 triliun,” kata JK dalam sambutannya pada acara Tempo Economic Briefing di hotel Westin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/10),

Kesalahan yang dilakukan saat itu ialah dengan mempercayai atau menjamin semua aset sehingga semua orang melakukan penggelembungan atas kebijakan itu.

JK menyebutkan, masalah kedua adalah pemborosan sumber daya alam. Hal itu tercermin pada subsidi BBM yang menghabiskan uang sebesar Rp 1.500 triliun dalam 10 tahun.

“Yang terbesar itu pada, minta maaf, kabinet sebelum ini. Waktu pada saya ada di Kabinet alhamdulliah kita naik harga BBM tiga kali, kita keras,” terangnya.

Masalah ketiga adalah kekeliruan dalam menata pemerintahan dari sentralistik ke otonomi daerah. Pemerintah disebutkan tidak dapat mengelola secara efisien birokrasi sehingga ongkos birokrasi menjadi mahal.

Hal itu terlihat pada pengunaan anggaran sebesar 7 kali lipat dibandingkan 10 tahun yang lalu.

“Sekarang seluruh biaya pegawai Rp 720 triliun, padahal 2010 itu masih Rp 70 triliun. Tinggi sekali. Akibat tiga hal ini maka terjadilah pergeseran belanja dari dulu waktu jaman orde lama 50% biaya pembangunan, sekarang belanja modal dan barang itu tidak lebih daripada 50%,” ucapnya.

“Modalnya hanya kurang lebih 9%, karena belanja modal dan baranglah sebenarnya bisa mendorong pertumbuhan. Multiplier effect yang bisa menumbuhkan,” sambungnya.

Akhirnya, lanjut JK, masalah yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, sosial, kebutuhan pendidikan. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Hore! Tahun Depan Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Hal itu tertuang dalam surat edaran tertanggal 16...

Dinilai Dukung Ormas Radikal, Fahri Hamzah Ditolak di Kupang

Metrobatam, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan Brigade Meo menolak kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fahri dikabarkan akan menjadi...

Gus Ipul Kecam Video Anak Sekolah Teriak Ganti Presiden yang Viral

Metrobatam, Surabaya - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur Saifullah Yusuf dengan tegas mengecam pembuat video ratusan anak sekolah berseragam pramuka yang menyerukan 2019GantiPresiden....

BNN Sita 14,6 Kg dan Puluhan Ribu Ekstasi, 18 Orang Ditangkap

Metrobatam, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita 14,6 kg sabu dan 63.500 butir pil ekstasi dari pengungkapan awal bulan Oktober 2018. Barang bukti...

Polisi Selidiki Penyebar Hoaks Habib Umar Ditangkap Densus

Metrobatam, Jakarta - Polisi menyelidikan penyebar kabar hoaks alias bohong yang menyebut pendakwah asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz, oleh tim Detasemen Khusus 88...

KPK: OTT di Bekasi Terkait Izin Proyek Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkait dengan izin pembangunan...

Ketua DPRD Samarinda Pakai Uang Hasil Penipuan untuk Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditahan oleh Bareskrim atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Polisi menyebut pelapor kasus ini mengaku dirugikan...

Mabes Polri: Jelang Pilpres, Setiap Hari Ada Ribuan Hoaks

Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meyakini hoaks atau berita bohong jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019 akan semakin...

Lemhannas: PKI Jadi Isu Musiman untuk Kepentingan Politik

Metrobatam, Jakarta - Isu keberadaan dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu isu yang kerap muncul di tengah masyarakat, terutama ketika memasuki...

Kampanye Negatif Boleh Asal Berdasarkan Data dan Fakta

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, ikut merespons pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang mempersilakan kader-kadernya berkampanye negatif. Karding menyebut...

Pemprov Jabar Izinkan Runway Kertajati Ditambah Jadi 3.000 Meter

Metrobatam, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengizinkan pemanfaatan aset untuk pembangunan apron, taxi way dan perpanjangan runway Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau...

Timses Sindir Balik Ferry Mursyidan Baldan yang Kritisi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto membalas kritikan Ferry Mursyidan Baldan terkait program pembagian sertifikat tanah Presiden...
SHARE