Ini Alasan Citarum Sempat Masuk Daftar Sungai Terkotor di Dunia

1094

Metrobatam, Jakarta – Ada sekitar 1.900 industri di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Sebanyak 90 persen di antaranya ternyata Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL-nya tidak memadai.

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanuddin, di gedung BPPT II, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (6/2). Dia bicara di acara seminar bertajuk ‘A Call for Comprehensive Water Strategy in The Citarum Watershed’.

“Data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menyebutkan, setidaknya terdapat 1.900 industri sepanjang DAS Citarum, 90 persen di antaranya tidak memiliki IPAL yang memadai, menghasilkan limbah cair sekitar 340.000 ton/hari,” kata Safri.

Menurut Safri, kondisi tersebut jadi salah satu faktor penyebab tercemarnya Sungai Citarum. Seminar bertajuk ‘A Call for Comprehensive Water Strategy in The Citarum Watershed’Seminar bertajuk ‘A Call for Comprehensive Water Strategy in The Citarum Watershed’ Foto: Yulida/detikcom

“Limbah industri, masih banyak industri yang tidak melakukan pengolahan limbah secara baik dan membuang limbahnya ke sungai,” ujar Safri.

Kondisi Sungai Citarum dinilainya sangat memprihatinkan. Menurutnya di bagian hulu juga terjadi alih fungsi lahan hutan lindung secara masif untuk lahan pertanian. Hal tersebut memicu terjadinya erosi dan sedimentasi.

“Setidaknya terdapat 80.000 Ha lahan dengan kategori kritis dan sangat kritis yang perlu segera dihijaukan kembali,” ujar Safri.

Selain itu, Sungai Citarum juga tercemar limbah domestik yang dihasikan masyarakat, mulai dari sampah rumah tangga hingga kotoran manusia. Jumlah sampah rumah tangga sebanyak 20.462 ton/hari, 71 persen di antaranya tidak terangkut sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sebanyak 35.5 ton/hari kotoran manusia dan 56 ton/hari kotoran hewan/ternak juga dibuang langsung ke Sungai Citarum.

“Akibatnya, tidak mengherankan apabila saat ini Sungai Citarum dinobatkan menjadi salah satu sungai terkotor di dunia,” ujarnya.

Saat ini Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Tujuannya untuk melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Sungai Citarum sehingga bisa menjadi sungai terbersih dalam waktu 7 tahun ke depan.

Melalui Kepres ini dibentuk Satuan Tugas Citarum di bawah komando Gubernur Jawa Barat dengan dukungan Pangdam III/Siliwangi dan Pangdam Jaya sebagai Wakil Bidang Penataan Ekosistem dan Pengendalian serta Kajati dan Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Metro Jaya sebagai Wakil Bidang Pencegahan dan Penegakan Hukum. Safri berharap Perpres tersebut dapat mensinergikan beberapa stakeholder untuk mempercepat mengharumkan Citarum.

“Dengan terbitnya Perpres ini diharapkan adanya koordinasi dan sinergi yang lebih baik di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota sepanjang DAS Citarum, dengan dukungan TNI dan melibatkan, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga sektor swasta. Pada saat yang sama, upaya penegakan hukum juga perlu dilakukan secara komprehensif dan konsisten,” kata Safri. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN