Ini Alasannya, Haris Azhar Baru Ungkap Keterangan Freddy Budiman

Metrobatam.com, Jakarta – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, menjelaskan alasannya merilis tulisan terkait keterangan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman pada pekan lalu.

Haris yang menulis Cerita Busuk Dari Seorang Bandit tentang keterangan Freddy Budiman, di LP Nusa Kambangan, Jawa Tengah, pada 2014 mengaku beru meluncurkan tulisannya pada 2016 karena mencari pledoi kasus itu di pengadilan.

“Sebenarnya saya bukan baru mengungkap sekarang. Saya sudah pernah mencoba mencari pledoinya untuk memverifikasi omongan Freddy Budiman dan juga pernah mencari pengacaranya,” jelas Azhar, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis.

Pada waktu itu, dia tidak menemukan pledoi yang dicari di situs PN Jakarta Barat ataupun Mahkamah Agung.

“Sebetulnya, kalau misalnya saya bisa mendapatkan pleidoi waktu itu, mendapatkan putusannya waktu itu, mungkin akan berubah,” lanjut dia.

Dia pun mengkritik susahnya mendapatkan informasi dari pengadilan terutama terkait perkara Budiman.

“Jadi akses masyarakat untuk cari informasi, untuk turut serta memantau persidangan Fredy Budiman, hasilnya yang bisa dipantau itu tidak tersedia,” kata dia.

Azhar pun menaruh curiga bahwa dokumen pledoi Budiman pada 2012 baru diunduh ke situs resmi pada 2016.

“Saya buktikan secara forensik digital, ternyata kalau itu dicari di mesin pencari menggunakan tahun 2012 berdasarkan putusan pengadilan, itu tidak bisa didapat. Tapi kalau menggunakan waktu spesifik 2016 baru bisa didapat,” ucap Haris.

“Artinya putusannya baru diupload tahun 2016. Saya curiga tulisannya baru di upload ketika tulisan saya sudah naik tersebar luas di sosial media,” lanjut dia.

Selain itu, dia juga sudah memberikan tulisannya kepada Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi, sejak empat hari sebelum eksekusi Budiman. Namun baru direspon empat hari kemudian.

“Kedua, saya sudah menyampaikan kepada juru bicara presiden sejak Senin,” katanya. “Empat hari saya tunggu tidak ada kabar, saya telepon lagi, saya kirim tulisannya dan dia telepon balik saya.”

Keterangan Budiman yang ditulis Azhar kemudian direspon BNN, TNI dan Polisi dengan melaporkannya ke Bareskrim Polri dengan tuduhan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mb/Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....

Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Kemenkeu: Itu Bukan Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena pose satu jari saat penutupan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu. Kementerian...

Pemerintah Tegaskan Dana Saksi dari APBN Hanya Pelatihan

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan tidak menganggarkan atau mengalokasikan dana untuk saksi dari partai politik pada pelaksanaan pemilu 2019 dalam Anggaran...
SHARE