Ini Arahan Jokowi Soal Natuna

614

Metrobatam.com, Natuna – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di atas KRI Imam Bonjol 383 di tengah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Presiden memberikan beberapa arahan dalam rapat itu, apa saja?

Rapat berlangsung sekitar satu jam di salah satu ruangan di KRI Imam Bonjol 383 yang berlayar di perairan Natuna, Kamis (23/6/2016). Rapat dipimpin Presiden Jokowi dengan tema percepatan pembangunan di Natuna.

Hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Seskab Pramono Anung, Menteri ESDM Sudirman Said, KSAL Laksamana Ade Supandi dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

Usai rapat, Menlu Retno Marsudi mengatakan, dalam rapat tiap anggota kabinet yang hadir memberikan paparannya di hadapan Presiden terkait Natuna. Mulai dari potensi hingga rencana pengembangannya. Setelah itu Presiden memberi arahan.

“Pertama, Presiden meminta agar perkembangan ekonomi di wilayah Kepulaun Natuna dan sekitarnya dikembangkan terutama untuk dua hal, yaitu perikanan dan migas,” ucap Menlu Retno Marsudi usai rapat.

Retno mengatakan berdasarkan paparan menteri ESDM Sudirman Said diketahui bahwa di perairan sekitar Natuna terdapat sekitar 16 blok untuk migas, di mana 5 blok sudah berproduksi dan 11 blok sedang bereksplorasi.

“Sementara itu Ibu Susi tadi menyampaikan mengenai pengembangan sektor perikanaan terutama pembangunan sentra kelautan dan perikanaan secara terpadu,” ujar Retno.

Retno menegaskan bahwa sejak awal pemerintahan, Presiden selalu menekankan perkembangan wilayah terluar harus diperhatikan dan menjadikan prioritas. Lalu mengenai kedaulatan dan hak berdaulat harus terus terpelihara dan terjaga.

“Panglima TNI juga menyampaikan paparan mengenai rencana pengembangan pertahanan di wilayah Natuna dan sekitarnya,” imbuhnya tak merinci rencana dimaksud.

Usai rapat terbatas, Presiden bersama menteri yang hadir meninjau perairan Natuna sambil berbincang dengan KSAL Laksamana Ade Supandi di atas KRI Imam Bonjol. KRI Imam Bonjol ini adalah kapal yang digunakan Koarmabar untuk menangkap kapal China yang diduga menangkap ikan di perairan Natuna pada 17 Juni lalu. Penangkapan ini berbuah protes dari pemerintah China yang menyebut nelayan itu mencari ikan di wilayah pemancingan tradisional China. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN