Ini Bahaya Asam Sulfat yang Disiram ke Novel Baswedan

Novel Baswedan dirujuk ke RS JEC Menteng. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Metrobatam.com, Jakarta – Penyidik senior Novel Baswedan disiram air keras usai melaksanakan salat Subuh di masjid kawasan rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4). Novel disiram air keras oleh dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor.

Alhasil, wajah Novel mengalami luka bakar. Tak cuma itu, mata Novel luka mengalami luka dan harus dirawat ke rumah sakit di Singapura.

Polda Metro Jaya telah berhasil mengidentifikasi jenis air keras yang disiramkan pelaku ke wajah Novel. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium, air keras yang digunakan pelaku untuk menyiram wajah novel berjenis asam sulfat.

Dikutip dari catatankimia.com, Kamis (13/4), asam sulfat sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh seperti kulit. Efek yang ditimbulkan akibat sifat asam sulfat sebagai senyawa korosif dan penarik air yang kuat dapat mengakibatkan kulit seperti terkena luka bakar.

Luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk ketimbang luka bakar akibat asam kuat lainnya. Hal ini dikarenakan adanya tambahan kerusakan jaringan dikarenakan senyawa H dan O dari jaringan ditarik sebagai H2O (dehidrasi) dan juga akan terjadi kerusakan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sulfat dengan air.

Bahaya akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi asam sulfat. Bahkan asam sulfat encer sekitar 1 M, 10 persen, akan dapat mendehidrasi kertas apabila tetesan asam sulfat tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama. Oleh karenanya, larutan asam sulfat yang sama atau lebih dari 1,5 M diberi label ‘Corrosive’ (korosif), dan larutan lebih besar dari 0,5 M dan lebih kecil dari 1,5 M diberi label ‘Irritant’ (Iritan).

Selain berbahaya untuk kulit atau jaringan, jenis asam sulfat pekat berasap (oleum) dapat berbahaya untuk saluran pernapasan. Oleum mengeluarkan asap berupa gas SO2 yang sangat reaktif. Gas ini sangat berpotensi merusak paru-paru bila terhirup.

Sementara itu, dikutip dari halosehat.com, ada tujuh efek bahaya terkena asam sulfat. Lima di antaranya bagi kesehatan.

1. Rasa perih pada bagian kulit

Mengalami kontak langsung dengan asam sulfat dalam jumlah yang sedikit, seperti tidak sengaja terkena tetesan dari asam sulfat dalam jumlah yang sangat sedikit dapat menyebabkan kulit terasa sangat perih dan sakit. Hal ini sama seperti apa yang kita rasakan ketika kita mengalami kontak dengan senyawa asam yang bersifat keras lainnya, seperti soda api, yang biasa digunakan untuk melunturkan cat. Rasa perih ini biasanya terasa seperti ditusuk oleh jarum yang sangat tajam, dan akan berlangsung cukup lama, namun akan segera mereda setelah dilakukan pembasuhan dengan air bersih yang mengalir.

2. Kulit yang terasa terbakar

Bahaya lainnya ketika kulit dan juga tubuh kita mengalami kontak langsung dengan asam sulfat tanpa adanya alat pengamanan adalah dapat mengakibatkan munculnya rasa panas dan juga rasa terbakar pada bagian kulit. Hal ini terjadi apabila kita melakukan kontak langsung dengan asam sulfat dalam jumlah yang lebih banyak, lebih dari satu tetes saja. Biasanya rasa panas dan juga perih seperti terbakar ini akan berlangsung sangat lama, dan memiliki intensitas rasa sakit yang jauh lebih tinggi, daripada ketika kita hanya ketetasan sedikit saja tersebut.

Untuk mengatasinya, masih sama seperti sebelumnya, yaitu dengan cara membasuh bagian kulit yang terkena asam sulfat dengan menggunakan air bersih yang mengalir.

3. Kulit yang mengelupas

Efek bahaya terkena asam sulfat yang harus Anda perhatikan adalah dapat merusak jaringan kulit dan membuat kulit terkelupas. Hal ini terjadi, ketika anda mengalami kontak dengan asam sulfat dalam jumlah yang sangat banyak. Beberapa kasus pernah terungkap, di mana suatu tindakan kejahatan dilakukan dengan cara menyiramkan asam sulfat kepada korbannya.

Terkena asam sulfat dalam jumlah yang banyak, bahkan hampir seluruh bagian tubuh akan membuat jaringan sel-sel kulit menjadi rusak dan juga mati. Hal ini akan berdampak pada terjadinya pengelupasan kulit, yang menyebabkan kulit seperti habis terbakar oleh api yang sangat hebat. Operasi plastik dan penyembuhan lainnya secara medis amat sangat dan juga sangat wajib dilakukan untuk mengatasi efek buruk terkena asam sulfat dalam jumlah banyak, yang berpengaruh kepada pengelupasan kulit.

4. Jika terkena mata dapat menyebabkan iritasi

Tidak hanya terkena asam sulfat secara langsung, namun juga aerosol alias uap dari asam sulfat itu pun sangat berbahaya. Apabila aerosol dari asam sulfat terkena mata, maka hal ini akan menyebabkan munculnya iritasi pada bagian mata dan dapat menyebabkan mata menjadi terasa sangat perih dan kesakitan. Efek jangka panjangnya adalah mata menjadi terasa merah dan kemungkinan mengalami penurunan dari kemampuan penglihatan. Cara mencegahnya, apabila mata kita terkena uap atau aerosol dari asam sulfat adalah langsung membersihkan mata dengan menggunakan air mengalir yang bersih.

5. Menyebabkan gangguan pernapasan

Aerosol atau uap dari asam sulfat tidak hanya memberikan efek bahaya bagi mata dan kulit saja, namun juga memiliki efek buruk dan juga bahaya bagi pernapasan anda. Ya, aerosol atau uap dari asam sulfat yang terhirup akan menyebabkan munculnya gangguan pernapasan. Hal ini dapat menjadi penyebab dada sesak nafas dan bukan tidak mungkin akan mengalami infeksi dan juga iritasi pada organ pernapasan seperti paru-paru.

Sementara itu, dua bahaya lain asam sulfat di luar kesehatan tubuh yakni;

1. Dapat menyebabkan kebakaran

Asam sulfat yang tidak disimpan dengan tepat dan juga benar akan menyebabkan timbulnya kebakaran hebat. Maka dari itu, penyimpanan dari bahan kimia ini dan jenis bahan kimia lainnya haruslah mengikuti prosedur yang ada. Hal yang pasti adalah jauhkan dari sumber api dan juga panas yang berlebihan, serta simpan di dalam wadah penyimpanan tertutup yang aman dari tangan-tangan tidak betanggungjawab.

2. Dapat menyebabkan karat pada besi

Efek bahaya terkena asam sulfat juga dapat mengakibatkan munculnya karat pada besi, sehingga disarankan untuk menghindarkan dan juga menjauhkan bahan kimia ini dari besi-besi yang bukan merupakan stainless.

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN