Ini Kata PBB Soal Pemerkosaan Wanita Rohingya oleh Tentara Myanmar

Dhaka – Pejabat senior PBB, Pramila Patten menyatakan bahwa militer Myanmar telah secara sistematis memperkosa wanita Rohingya beramai-ramai dan melakukan kejahatan-kejahatan lainnya dalam operasi militer di Rakhine. Utusan khusus Sekjen PBB itu pun akan membahas hal ini dengan Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.

“Kekerasan seksual sedang diperintahkan, diatur dan dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Myanmar, atau dikenal sebagai Tatmadaw,” tutur Patten usai melakukan kunjungan selama tiga hari ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di wilayah Cox’s Bazar, Bangladesh.

“Pemerkosaan merupakan tindakan dan senjata genosida,” imbuh wanita yang menjabat sebagai Perwakilan Khusus Sekjen PBB soal Kekerasan Seksual dalam Konflik tersebut seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (14/14).

Patten mengatakan, dirinya akan membahas dan menanyakan dengan jaksa dan presiden ICC apakah militer Myanmar bisa diadili untuk atas kejahatan-kejahatan terhadap warga Rohingya.

Patten menuturkan, tindakan kekerasan seksual terhadap warga Rohingya telah terjadi dalam konteks penganiayaan kolektif yang mencakup pembunuhan orang-orang dewasa dan anak-anak, penyiksaan, mutilasi dan pembakaran serta penjarahan desa-desa.

“Bentuk-bentuk kekerasan seksual yang terus kami dengar dari para korban selamat termasuk pemerkosaan beramai-ramai oleh beberapa tentara, pemaksaan telanjang di depan publik dan penghinaan, serta perbudakan seks dalam penahanan militer,” ujar Patten.

Lebih dari 600 ribu warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran di negara bagian Rakhine pada Agustus lalu. Namun militer Myanmar menyatakan, penyelidikan internal yang dilakukannya tidak membuktikan tuduhan-tuduhan kekejaman yang dilakukan tentara. Laporan hasil penyelidikan tersebut diposting di laman Facebook milik panglima militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Dalam laporan itu disebutkan, menurut 2.817 orang yang diwawancarai dari 54 desa Rohingya, para tentara tidak menembaki warga desa tak bersalah, tidak memperkosa serta tidak melakukan kekerasan seksual terhadap kaum wanita. Militer juga tidak melakukan pembunuhan atau pemukulan warga desa ataupun pembakaran rumah-rumah warga.

Dalam laporannya, militer Myanmar menyalahkan para militan atas pembakaran desa-desa dan menakut-nakuti serta memaksa warga untuk meninggalkan rumah-rumah mereka. Namun klaim ini tak bisa dibuktikan mengingat otoritas Myanmar tak mengizinkan panel PBB masuk untuk menyelidiki dugaan kekerasan terhadap warga Rohingya di Rakhine. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Terungkap! Ini WA Steffy Burase ke Istri Pertama Irwandi Soal Nikah

Metrobatam, Jakarta - Dalam persidangan, KPK menyebut Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf telah menikah dengan Fenny Steffy Burase. Steffy merupakan staf khusus yang mengurusi...

Ini Mobil Pikap Esemka yang Katanya Juga Mirip Mobil China

Metrobatam, Jakarta - Esemka tidak hanya akan meluncurkan satu jenis mobil di Indonesia. Menurut daftar Uji Tipe, ada delapan mobil Esemka yang siap masuk...

DPR Minta Polisi Transparan Ungkap Peluru Nyasar

Metrobatam, Jakarta - Anggota DPR Fraksi PAN Totok Daryanto meminta kepolisian transparan dalam pengungkapan peluru nyasar yang bersarang di ruang kerjanya di lantai 20,...

Soal Ugal-ugalan, Tim Jokowi Ungkit Prabowo Bela Hoaks Ratna

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menganggap santai tudingan Prabowo yang mengatakan pemerintahan Jokowi ugal-ugalan mengelola negara. Menurut...

Jokowi-Amin Dilaporkan, Ini Aturan KPU Soal Videotron Dalam Kampanye

Metrobatam, Jakarta - KPU mengatur penggunaan videotron untuk kampanye dalam peraturan KPU. Terdapat beberapa aturan penggunaan videotron yang harus diperhatikan. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01...

KPK Ungkap Irwandi Yusuf Sudah Menikah dengan Steffy Burase

Metrobatam, Jakarta - KPK mengungkap hubungan pernikahan siri antara Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dengan Fenny Steffy Burase. Mereka menikah siri pada 8 Desember...

Polisi Periksa Temuan Peluru Baru di Ruang Anggota DPR

Metrobatam, Jakarta - Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu memeriksa temuan dua proyektil yang kembali ditemukan di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta. Temuan...

Anies Akui Rumah DP 0 Rupiah Bukan buat Warga Berpenghasilan Kecil

Metrobatam, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui program rumah DP 0 (nol) rupiah bertajuk Samawa tidak ditujukan bagi warga Jakarta berpenghasilan rendah....

Tim Prabowo Sebut Jokowi Penampilan Merakyat, Kebijakan Tidak

Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono menyebut Presiden Joko Widodo sebagai pengkhianat rakyat lantaran kerap menerbitkan...

Silvia, Gadis Lamongan yang Putus Sekolah karena Berbobot 197 Kg

Metrobatam, Lamongan - Seorang gadis di Lamongan terpaksa putus sekolah bukan karena keluarga tak mampu membiayainya. Ia enggan menuntut ilmu karena malu dengan berat...

Kunjungan Putin ke Indonesia Diundur, Tak Jadi Tahun Ini

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengatakan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Jakarta tak akan berlangsung tahun ini. "Saya khawatir...

Akhirnya Pembakar Hutan Cabut Gugatan Rp 510 M ke Profesor IPB!

Metrobatam, Cibinong - Sidang perdana gugatan PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) terhadap Guru Besar IPB, Profesor Dr Bambang Hero Saharjo digelar di PN Cibinong....
SHARE