Ini Kategori Pemerkosa yang Bakal Dikebiri 

743

Metrobatam.com, Jakarta – Pemerintah sudah merampungkan draf peraturan pengganti undang-undang hukuman kebiri. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sujatmiko mengatakan ada dua pasal yang dibahas dalam aturan perubahan kedua Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak tersebut.

“Perubahan terdapat pada Pasal 81 tentang kekerasan seksual dan Pasal 82 tentang pencabulan,” katanya di kantornya, kemarin. Menurut dia, ada beberapa tambahan yang dimasukkan dalam draf akhir.

Diungkapkan, dalam draf yang masih diusulkan tersebut, hukuman maksimal diubah menjadi 20 tahun dari 15 tahun. Hukuman itu dijatuhkan kepada pelaku yang memiliki hubungan dekat dengan korban, seperti orang tua, tenaga pendidik, paman, atau tenaga kependidikan agama.

Hukuman tersebut juga berlaku bagi pelaku yang merupakan penegak hukum atau pendamping sosial. “Sebab, mereka adalah tokoh yang seharusnya melindungi korban,” ucapnya.

Hukuman tersebut tidak berlaku bagi pelaku yang menyebabkan korban mengalami trauma, terganggu organ reproduksinya, atau jumlahnya lebih dari satu. Menurut Sujatmiko, mereka akan diancam pidana pokok hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Hukuman pokok itu nantinya bisa ditambah dengan vonis suntikan kebiri kimia. “Jadi, kalau ternyata vonis hakim hanya 15 tahun penjara, bukan hukuman mati, pelaku akan dipenjara dan mendapat suntikan kebiri kimia,” tutur Sujatmiko.

Hukum Mati

Sementara itu puluhan warga berteriak ‘Hukum Mati!’ berkali-kali saat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tiba di rumah keluarga korban pembunuhan sadis karyawati pabrik, Eno Farihah (18). Tak hanya bersuara, beberapa warga juga membawa spanduk dan papan tulis yang bertuliskan, ‘Kami Keluarganya Alm. Eno Farihah Menuntut Para Pelaku Hukuman Mati” dan “Stop Kekerasan Pada Kaum Hawa”.

Eno Farihah, 19 tahun, adalah karyawati pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Ia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Eno ditemukan tewas di mes karyawan PT Poly Global Mandiri, Desa Jati Mulia, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 13 Mei 2016. Polisi menetapkan tiga orang tersangka atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan tersebut, yakni Rakhmat Arifin alias Alif, 24 tahun, Imam Hapriadi (20), dan siswa SMP berinisial RA (15).

Khofifah tiba di Jalan Puser, RT 12 RW 3, Kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Lebak Wangi, Serang, itu pukul 19.30 WIB. Sambil diiringi warga, Khofifah berjalan menuju kediaman Eno dan menyalami keluarga sambil memberikan ucapan sungkawa.

“Bapak dan ibu, hari ini merupakan hari ketujuh kita semua ditinggalkan oleh ananda Eno Farihah. Ini adalah panggilan yang Allah berikan kepada hamba yang dicintai,” kata Khofifah kepada keluarga korban pada Jumat 20 Mei 2016.

Khofifah mengatakan, Eno adalah anak yang salehah. Hal itu dinilai Khofifah dari kepedulian Eno yang tetap ingin membantu keuangan keluarganya di semasa hidupnya. “Hasil kerja Eno itu dibagi ke adik-adiknya karena ingin membantu keluarganya,” ujar Khofifah.

Dalam kunjungannya itu, Khofifah memimpin doa tahlilan untuk mendoakan arwah Eno. Terlihat Khofifah sampai meneteskan air mata saat mengucapkan doa. Ia berharap Eno bisa dikumpulkan oleh-Nya dengan orang orang yang saleh, serta salehah. “Semoga selalu menjadi kebanggaan kedua orang tua,” kata Khofifah.(mb/tempo)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bareskrim Polri Kembali Tangkap Penyelundup Miras Ilegal Jariangan Batam

Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim menangkap 2 tersangka penyelundupan miras jaringan BH alias Kwkn. Kedua tersangka berinisial F dan...

Seluruh Fraksi di DPRD Kepri Sepakat Perda Pendidikan Perjuangkan Guru Honorer

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepakat untuk melanjutkan hak inisiatif pengelolaan pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Ketua DPRD...

36 PTIS Riau-Kepri Ramaikan PIOS Ke-6 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 36 Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) Riau-Kepulauan Riau mengikuti Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) Ke-6, Senin (23/10). Kegiatan yang...

AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik

Canberra - Media-media asing ramai memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Media Australia menyoroti alasan misterius di balik penolakan...

Dicecar Hakim, Eks Dirut PNRI Menangis di Sidang e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang dugaan korupsi e-KTP. Isnu menangis saat dicecar hakim soal peran Andi...

Dubes AS Minta Maaf, Menlu Retno: Tak Cukup, Perlu Penjelasan

Metrobatam, Jakarta - Dubes AS untuk RI Joseph Donovan meminta maaf atas insiden penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun, bagi pemerintah...

Pilkada 2018 Diprediksi Sedot Kas Negara Sampai Rp20 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Dana hibah yang disepakati akan dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di 171 daerah sudah mencapai Rp15,2 triliun. Belasan triliun dana...

Istana akan Gelar Rapat Bahas Densus Tipikor

Metrobatam, Bandung - Usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) oleh Polri menuai kritikan dari berbagai pihak. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)...

Papua Mencekam! 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Rekannya

Metrobatam, Jayapura - Pasca teror penembakan di kawasan Freeport, hingga kini aksi penembakan terus terjadi. Pagi ini, empat anggota Brimob Polda Papua tertembak saat...

Soal Penolakan pada Panglima TNI, Wiranto Tunggu Penjelasan AS

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan masih menunggu klarifikasi dari pihak Amerika Serikat terkait dengan penolakan Panglima TNI...

Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Terjaring Razia Narkoba di Diskotek

Metrobatam, Medan - Petugas Gabungan Polisi dan Badan Narkotika Nasional, yang dipimpin Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Medan, berhasil menjaring sebanyak 80 orang...

PBNU: Yang Menolak Pancasila, Silakan Hidup di Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tak bisa diganggu...
BAGIKAN