Metrobatam, Jakarta – Ditujukan untuk pengembangan prestasi atlet, dana hibah dari Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) justru diakali. Informasi masyarakat menggiring penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah tempat di Jakarta pada Selasa (18/12) malam.

Pada hari itu, KPK bergerak ke sejumlah tempat. Pertama, mereka menyambangi kantor Kemenpora. Di sana, mereka menjemput staf Kemenpora Eko Triyanto dan Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo pada pukul 19.10 WIB. Penyidik KPK menangkap keduanya di tepat di ruang kerja mereka.

“Diduga AP, ET dkk menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp318 juta dan dari pejabat KONI terkait hibah pemerintah kepada KONI melalui Kemenpora,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Rabu (20/12).

Selang lima menit kemudian, tim terus merangsek di kantor Kemenpora sampai akhirnya menangkap 3 orang lainnya.

Setelahnya, penyidik bergerak ke kawasan Roxy, Jakarta Barat, untuk menahan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy beserta sopirnya. Keduanya ditangkap pada pukul 19.40 WIB.

Masih di hari yang sama, giliran Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy yang ditangkap oleh KPK. Jhonny dan beberapa pegawai KONI turut diamankan pada pukul 23.00 WIB di kediaman masing-masing. Selanjutnya pada Rabu (19/12) pagi, penyidik KPK menangkap seorang pegawai KONI di kantornya.

Dari serangkaian aksinya itu, penyidik KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp318 juta, buku tabungan berisi Rp100 juta, uang tunai dalam bingkisan plastik senilai Rp7 miliar, serta satu unit Chevrolet Captiva.

KPK mencatat dalam kasus ini, uang-uang suap tadi sampai di kantong Deputi IV Kemenpora Mulyana. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Mulyana menerima uang dalam ATM bersaldo Rp100 juta. Mulyana juga diduga memperoleh satu unit mobil Toyota Fortuner, uang Rp300 juta dari Jhonny, dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9.

Saut menduga KONI sudah mengirim proposal dana hibah secara manipulatif. Pasalnya, KONI dan Kemenpora ditengarai sudah sepakat untuk menyisihkan Rp3,4 miliar dari total dana hibah Rp17,9 miliar untuk program pembinaan atlet.

“Di tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak disadari oleh kondisi yang sebenarnya,” jelas Saut.

Setelah pemeriksaan selama 24 jam, penyidik KPK akhirnya hanya menetapkan 5 tersangka. Namun KPK menegaskan bahwa kasus masih terus dikembangkan sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan ada dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018 dan gratifikasi yang beerhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,” pungkas Saut.

Dalam perbuatan tak terpuji ini, Mulyana, Adhi, dan Eko ditetapkan sebagai penerima suap. Adhi dan Eko terancam melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999. Sementara Mulyana diancam dengan satu pasal tambahan yakni Pasal 12B.

Sebagai pemberi, Ending dan Jhonny disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.

Periksa Aspri Menpora

KPK juga memeriksa asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, terkait operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Kemenpora dan KONI. Miftahul ditanyai soal kaitannya dalam kasus dugaan suap dana hibah dari Kemenpora untuk KONI.

“Saya baru dapat update selain 12 orang yang diperiksa tadi. Yang ditanya memang sudah datang satu lagi, inisial MU (Miftahul Ulum). Masih diperiksa,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/12).

“Nanti dilihat lebih lanjut dalam pemeriksaan ini kaitannya langsung atau tidak langsung perkara suap bantuan Kemenpora ke KONI ini,” sambung Febri.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan KPK saat ini belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya keterlibatan Miftahul dalam kasus ini. Saut hanya menegaskan Miftahul punya peran signifikan.

“Saya belum bisa simpulkan itu, tapi indikasinya memang peran yang bersangkutan signifikan, ya. Kita lihat dulu, bisa saja dia membukanya. Karena kalau kita lihat jabatannya, bisa kita lihat seperti apa peranannya. Ada beberapa yang tidak confirm satu sama lain,” jelas Saut.

KPK sebelumnya menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI. Mereka ialah:

a. Diduga sebagai pemberi:

  1. Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI
  2. Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI

b. Diduga sebagai penerima:

  1. Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora
  2. Adhi Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora dkk
  3. Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp 3,4 miliar. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...

Cegah Politik Uang, Polisi Lakukan Patroli pada Masa Tenang

Metrobatam.com, Jakarta - Polisi turut melakukan patroli bersama pengawas pemilu untuk mencegah politik uang yang rawan terjadi pada masa tenang Pemilu 2019. "'H-1' ini kami...

Liga Champions : Juventus Disingkirkan Ajax Amsterdam

Metrobatam.com, Turin - Juventus kalah 1-2 dari Ajax Amsterdamdalam laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Selasa (16/4/2019) waktu setempat atau Rabu dini hari...

Liga Champions : Manchester United Tumbang di Kandang Barcelona

Metrobatam.com, Bercelona - Manchester United harus mengakui keunggulan Barcelona di perempatfinal Liga Champions. Kalah di dua leg, Ole Gunnar Solskjaer mengakui level Barcelona memang...

Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pembukaan Jalan di Singkep Selatan

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri berkunjung ke Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kunjungan dalam rangka meninjau pembukaan akses...

Koramil 01 Tanjungpinang Telah Kawal Pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan melalui Babinsa se Koramil 01 Tanjungpinang telah mengawal pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS se Kota Tanjungpinang...

Sekda Kepri Lepas Atlet Korpri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 51 atlit yang akan mengikuti Pekan Olah Raga Korpri tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 secara resmi dilepas Sekretaris Daerah H...

Kunjungan Bupati Lingga, Bawa Angin Segar di Pancur

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri lakukan kunjungan kerja di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Senin (15/04/2019). Dalam kunjungannya, bupati membawa angin...