Ini Lima Cara Menghindari Nakalnya Developer

2077
Ilustrasi

Metrobatam.com, (MB) – Tidak dipungkiri, adanya penipuan yang dilakukan developer ‘nakal’ ternyata masih terjadi di Indonesia. Bahkan, gimmick yang menggiurkan terkadang menjadi andalan, ‘membius’ konsumen sehingga terbuai hingga akhirnya percaya dan membeli properti.

Ardantio Wisnu Wardoo, Chief Marketing Arco Realtindo berbagi cerita, maraknya pengembangan properti di sejumlah daerah seolah membuka peluang bagi oknum pengembang yang nakal.

“Oknum pengembang nakal kini tidak selalu menawarkan rumah tapak saja, melainkan juga untuk hunian vertikal. Sebenarnya adanya gimmick tak jadi persoalan. Hanya saja bila merugikan konsumen, itulah yang menjadi persoalan,” ucap Ardantio kepada Selasa, dikutip dari Rumah.com.

Ia juga menyarankan kepada konsumen untuk melakukan lima cara ini untuk menghindari developer yang nakal. Berikut ulasannya:

1. Cek sertifikat properti

“Langkah pertama, saat Anda mendatangi pihak pengembang, jangan sungkan-sungkan untuk menanyakan legalitas properti. Salah satunya bertanya seputar sertifikat properti”

“Jika perlu, mintalah untuk ditunjukkan sertifikat asli dari developer di ‘depan muka’. Memang, mengusut legalitas ini harus jeli dan selektif. Karena hal yang merugikan konsumen acap kali berawal dari permasalahan legalitas properti. Misalnya ketika sebuah apartemen mulai dipasarkan, namun ternyata IMB atau sertifikat nya masih belum rampung,” ujarnya.

 

2. Cara lain bisa dengan memperhatikan listrik di sana

Menurut Ardan, proyek hunian baru yang tidak bermasalah ditandai dengan ketersediaan listrik dari PLN.

“Konsumen bisa memeriksa dari meteran listriknya, apakah benar-benar sudah bermitra dengan pihak PLN atau tidak. Lazimnya, PLN tidak akan memberikan fasilitas listrik apabila status lahan atau properti tersebut belum legal atau disetujui,” paparnya.

3. Cermati proses pembayaran booking fee (tanda jadi)

Cara ketiga adalah cermati penawaran proses pemabayaran booking fee dari pengembang. Dalam hal ini biasanya penawaran dari sales marketing.

“Sebaiknya, hindari pengembang yang menawarkan pembayaran uang muka secara bayar ‘di muka’ dan lakukan proses pembayaran via transfer bank. Pengembang yang baik, tentu akan meminimalisasi penyelewengan uang oleh pihak sale marketing mereka,” kata Ardan.

4. Hati-hati bila mencicil uang muka

Cara keempat adalah berhati-hati bila Anda ditawari untuk mencicil uang muka. “Siapa yang tidak tergiur dengan kemudahan cicilan uang muka. Ada yang 6x, 12x, atau bahkan ada yang sampai 2 tahun. Nah, jika Anda mengambil kemudahan ini pastikan perjanjian cicilan uang muka tertera jelas. Terutama, yang mengatur periode dan besar cicilan,” katanya.

Ia juga mengatakan, dalam kasus klasik yang diterapkan oknum developer ‘nakal’, biasanya mereka mengobral cicilan uang muka. Namun faktanya, tidak sedikit konsumen yang tiba-tiba ditagih dengan waktu yang lebih cepat dengan kisaran nominal yang lebih besar pula.

5. Ketahui dahulu rekam jejak developer

“Terakhir, ketahui dahulu rekam jejak developernya. Mulai dari lokasi kantor perusahaannya, siapa pemilik perusahaanya, dan yang paling penting proyek mana saja yang sudah dibuat dan bagaimana hasilnya. Itulah yang harus dicari oleh konsumen, agar tidak dirugikan di kemudian hari,” pesan Ardan.

Mb

BERITA TERKINI

Murid TPQ Baitut Taqwa Batam dapat Pengajaran Tentang Kedisiplinan Petugas Bea dan Cukai Batam

Metrobatam.com, Batam - Acara Kindergarten Visit to Customs Peserta 24 siswa siswi TPQ Baitut Taqwa Baloi, 24 orang tua murid dan 2 orang guru...

Dispotmar Lantamal IV Laksanakan Karya Bhakti dan Berikan Paket Sembako Untuk Desa Pangudang di...

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebagai wujud kepedulian TNI Angkatan Laut Dispotmar Dinas Potensi Maritim Lantamal IV Tanjungpinang dalam ikut serta membantu pemerintah daerah Kabupaten Bintan...

Kasus Heli AW 101, Panglima: Potensi Kerugian Negara Rp 220 Miliar

Metrobatam, Jakarta - Penyidik Polisi Militer (POM) TNI menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101. Akibat penyimpangan, potensi kerugian...

Polisi Jamin Rizieq Shihab Selamat Jika Pulang ke Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Polda Metro Jaya tak mempersoalkan pemintaan Presidium Alumni 212 kepada Presiden Joko Widodo soal jaminan keselamatan kepada Rizieq Shihab apabila kembali...

Pemerintah Cari Kontraktor Bangun 9 Bendungan Baru Tahun Ini

Metrobatam, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki target membangun 65 bendungan terhitung sejak 2015 hingga 2019. Adapun 49 di antaranya merupakan bendungan...

IPW: Bom Kampung Melayu Serangan Terbesar terhadap Polri

Metrobatam, Jakarta - Indonesia Police Watch menyebut teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur sebagai serangan teroris paling besar terhadap Kepolisian. Serangan itu juga...

Jaksa Belum Putuskan Cabut Banding Ahok

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan tim jaksa perkara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih mengkaji dilanjutkan-tidaknya banding Ahok. Namun saat ini berkas...

KPU Minta Rekam Data e-KTP di 171 Daerah Segera Diselesaikan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum meminta Kementerian Dalam Negeri mendorong percepatan perekaman data e-KTP di 171 daerah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah 2018. Desakan diberikan...

Bom Kampung Melayu Berkaitan dengan Teroris Malaysia

Metrobatam, Jakarta - Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi mengungkapkan bahwa serangan teror di Mindanao, Bangkok dan Jakarta pekan ini, ada kaitannya...

Kemlu Pantau Sidang Tuntutan Siti Aisyah di Malaysia

Metrobatam, Jakarta - Persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut akan kembali dilanjutkan pada 30 Mei di Sepang, Malaysia dengan agenda pembacaan...

Militan Indonesia Diduga Tewas dalam Bentrokan di Filipina

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah militan asal Indonesia diduga turut tewas dalam bentrokan antara militer Filipina dan kelompok pemberontak Maute di Marawi yang sudah berlangsung...

KPK Tak Pernah Terima Laporan Kasus Korupsi dari Aparat Pemda

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluhkan kinerja aparat pengawas internal pemerintah daerah yang tak pernah melaporkan sejumlah kasus korupsi....