Ini Orang-orang yang Diduga Terima Aliran Dana e-KTP, KPK: Dikembalikan Lebih Baik

    3116

    Metrobatam, Jakarta – Jaksa penuntut umum pada KPK menyebut ada banyak pihak yang menerima aliran dana dari dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. Terkait hal itu, KPK menyebut uang tersebut lebih baik dikembalikan.

    “Uang negara dikembalikan itu baik,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada detikcom, Kamis (9/3) malam.

    Hal serupa diungkapkan oleh Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. Dia menyatakan pengembalian kerugian keuangan negara menjadi salah satu fokus KPK dalam kasus ini. “Dalam kasus ini salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penelusuran aliran dana,” ucap Febri.

    “Terutama untuk kepentingan memaksimalkan asset recovery. Apalagi kerugian keuangan negara yang cukup besar,” imbuhnya.

    Febri juga mengatakan KPK tidak menghiraukan bantahan dari para pihak yang namanya disebut dalam dakwaan. Menurutnya, KPK bertugas untuk membuktikan hal yang sebenarnya terjadi.

    “Dalam banyak perkara memang sejumlah pihak membantah. Dan menjadi tugas KPK untuk membuktikan yang sebenarnya. Kami tentu tidak bergantung pada bantahan. Namun, sebagai pengingat, akan lebih baik jika koperatif dengan penegak hukum,” jelas Febri.

    Sebagai informasi, 2 terdakwa kasus e-KTP, yaitu Irman dan Sugiharto menerima uang yang disebut hasil korupsi sebesar Rp 60 miliar. Irman mengantongi Rp 2.371.250.000 dan USD 877.700 serta SGD 6 ribu atau setara Rp 14 miliar, sedangkan Sugiharto mendapatkan USD 3.473.830, setara Rp 46 miliar.

    Selain kedua terdakwa ada pula pihak-pihak lain yang disebut menerima duit dari dugaan korupsi e-KTP ini. Berikut ini para pihak yang disebut jaksa KPK dalam surat dakwaan:

    1. Gamawan Fauzi USD 4,5 juta dan Rp 50 juta
    2. Diah Anggraini USD 2,7 juta dan Rp 22,5 juta
    3. Drajat Wisnu Setyaan USD 615 ribu dan Rp 25 juta
    4. 6 orang anggota panitia lelang masing-masing USD 50 ribu
    5. Husni Fahmi USD 150 ribu dan Rp 30 juta
    6. Anas Urbaningrum USD 5,5 juta
    7. Melcias Marchus Mekeng USD 1,4 juta
    8. Olly Dondokambey USD 1,2 juta
    9. Tamsil Lindrung USD 700 ribu
    10. Mirwan Amir USD 1,2 juta
    11. Arief Wibowo USD 108 ribu
    12. Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar
    13. Ganjar Pranowo USD 520 ribu
    14. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR USD 1,047 juta
    15. Mustoko Weni USD 408 ribu
    16. Ignatius Mulyono USD 258 ribu
    17. Taufik Effendi USD 103 ribu
    18. Teguh Djuwarno USD 167 ribu
    19. Miryam S Haryani USD 23 ribu
    20. Rindoko, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR masing-masing USD 37 ribu
    21. Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu
    22. Yasonna Laoly USD 84 ribu
    23. Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu
    24. M Jafar Hapsah USD 100 ribu
    25. Ade Komarudin USD 100 ribu
    26. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing Rp 1 miliar
    27. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2 miliar
    28. Marzuki Ali Rp 20 miliar
    29. Johanes Marliem USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892
    30. 37 anggota Komisi II lain seluruhnya berjumlah USD 556 ribu, masing-masing mendapatkan uang USD 13-18 ribu
    31. Beberapa anggota tim Fatmawati yaitu Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing Rp 60 juta
    32. Manajemen bersama konsorsium PNRI Rp 137.989.835.260
    33. Perum PNRI Rp 107.710.849.102
    34. PT Sandipala Artha Putra Rp 145.851.156.022
    35. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra Rp 148.863.947.122
    36. PT LEN Industri Rp 20.925.163.862
    37. PT Sucofindo Rp 8.231.289.362
    38. PT Quadra Solution Rp 127.320.213.798,36

    KPK pernah menyebut ada pengembalian uang senilai Rp 250 miliar dari 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 individu. Namun, KPK belum menyebut siapa saja pihak-pihak yang mengembalikan uang tersebut.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

    Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

    Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

    Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

    Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...

    Lagi, Polda Sumut Tangkap Perwira Polisi Karena Narkoba

    Metrobatam, Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap perwira polisi berpangkkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di kawasan Mariendal, Kecamatan Patumbak,...

    Selingkuh di Hotel Bersama Pria Idaman, Seorang Janda Tersedak Kondom

    Metrobatam, Madiun – Kabar heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah...

    KPK Terbantu Dokter RSCM dan IDI Dalam Hadapi ‘Drama’ Setya Novanto

    Metrobata, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Febri Diansyah mengakui pihaknya cukup terbantu peran dari tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)...

    Polisi Ciduk 33 Orang dalam Razia Kampung Narkoba di Tanah Kusir

    Metrobatam, Jakarta - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan razia narkoba di Kampung Peninggaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebanyak 33 orang diamankan polisi untuk dimintai...

    Sah! MK Bolehkan Pegawai Nikah dengan Teman 1 Kantor

    Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kebahagiaan bagi karyawan yang ingin menikahi pasangannya dalam 1 kantor. MK memperbolehkan pernikahan antar-rekan satu kantor karena...

    Gara-Gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Salim Stres Lalu Gantung Diri

    Metrobatam, Padangsidimmpuan - Salim Batu Bara (21), warga Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara nekat gantung diri di areal kebun cokelat...

    Mohamed Salah: Raja Mesir yang Membumi

    Liverpool - Orang-orang di Liverpool menjuluki The King Of Egypt. Usai jadi pahlawan Mesir ke Piala Dunia dan bikin banyak gol di Liverpool, Mohamed...

    Kutai Barat di Kaltim, Bakal Calon Ibu Kota Baru RI yang Masih “Sepi”

    Metrobatam, Jakarta - Wacana pemindahan ibu kota negara semakin mencuat. Beberapa kota disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru Negara Indonesia. Salah satunya ialah Kabupaten...

    Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

    Metrobatam, Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan...
    BAGIKAN