Ini Orang-orang yang Diduga Terima Aliran Dana e-KTP, KPK: Dikembalikan Lebih Baik

    3115

    Metrobatam, Jakarta – Jaksa penuntut umum pada KPK menyebut ada banyak pihak yang menerima aliran dana dari dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. Terkait hal itu, KPK menyebut uang tersebut lebih baik dikembalikan.

    “Uang negara dikembalikan itu baik,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada detikcom, Kamis (9/3) malam.

    Hal serupa diungkapkan oleh Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. Dia menyatakan pengembalian kerugian keuangan negara menjadi salah satu fokus KPK dalam kasus ini. “Dalam kasus ini salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penelusuran aliran dana,” ucap Febri.

    “Terutama untuk kepentingan memaksimalkan asset recovery. Apalagi kerugian keuangan negara yang cukup besar,” imbuhnya.

    Febri juga mengatakan KPK tidak menghiraukan bantahan dari para pihak yang namanya disebut dalam dakwaan. Menurutnya, KPK bertugas untuk membuktikan hal yang sebenarnya terjadi.

    “Dalam banyak perkara memang sejumlah pihak membantah. Dan menjadi tugas KPK untuk membuktikan yang sebenarnya. Kami tentu tidak bergantung pada bantahan. Namun, sebagai pengingat, akan lebih baik jika koperatif dengan penegak hukum,” jelas Febri.

    Sebagai informasi, 2 terdakwa kasus e-KTP, yaitu Irman dan Sugiharto menerima uang yang disebut hasil korupsi sebesar Rp 60 miliar. Irman mengantongi Rp 2.371.250.000 dan USD 877.700 serta SGD 6 ribu atau setara Rp 14 miliar, sedangkan Sugiharto mendapatkan USD 3.473.830, setara Rp 46 miliar.

    Selain kedua terdakwa ada pula pihak-pihak lain yang disebut menerima duit dari dugaan korupsi e-KTP ini. Berikut ini para pihak yang disebut jaksa KPK dalam surat dakwaan:

    1. Gamawan Fauzi USD 4,5 juta dan Rp 50 juta
    2. Diah Anggraini USD 2,7 juta dan Rp 22,5 juta
    3. Drajat Wisnu Setyaan USD 615 ribu dan Rp 25 juta
    4. 6 orang anggota panitia lelang masing-masing USD 50 ribu
    5. Husni Fahmi USD 150 ribu dan Rp 30 juta
    6. Anas Urbaningrum USD 5,5 juta
    7. Melcias Marchus Mekeng USD 1,4 juta
    8. Olly Dondokambey USD 1,2 juta
    9. Tamsil Lindrung USD 700 ribu
    10. Mirwan Amir USD 1,2 juta
    11. Arief Wibowo USD 108 ribu
    12. Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar
    13. Ganjar Pranowo USD 520 ribu
    14. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR USD 1,047 juta
    15. Mustoko Weni USD 408 ribu
    16. Ignatius Mulyono USD 258 ribu
    17. Taufik Effendi USD 103 ribu
    18. Teguh Djuwarno USD 167 ribu
    19. Miryam S Haryani USD 23 ribu
    20. Rindoko, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR masing-masing USD 37 ribu
    21. Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu
    22. Yasonna Laoly USD 84 ribu
    23. Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu
    24. M Jafar Hapsah USD 100 ribu
    25. Ade Komarudin USD 100 ribu
    26. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing Rp 1 miliar
    27. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2 miliar
    28. Marzuki Ali Rp 20 miliar
    29. Johanes Marliem USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892
    30. 37 anggota Komisi II lain seluruhnya berjumlah USD 556 ribu, masing-masing mendapatkan uang USD 13-18 ribu
    31. Beberapa anggota tim Fatmawati yaitu Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing Rp 60 juta
    32. Manajemen bersama konsorsium PNRI Rp 137.989.835.260
    33. Perum PNRI Rp 107.710.849.102
    34. PT Sandipala Artha Putra Rp 145.851.156.022
    35. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra Rp 148.863.947.122
    36. PT LEN Industri Rp 20.925.163.862
    37. PT Sucofindo Rp 8.231.289.362
    38. PT Quadra Solution Rp 127.320.213.798,36

    KPK pernah menyebut ada pengembalian uang senilai Rp 250 miliar dari 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 individu. Namun, KPK belum menyebut siapa saja pihak-pihak yang mengembalikan uang tersebut.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

    KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

    Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

    London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

    Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

    Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

    PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

    Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

    Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

    Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

    Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

    Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

    Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

    Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

    Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

    KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

    Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

    Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

    Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

    Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

    Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
    BAGIKAN