Ini Perjalanan Bisnis Narkoba Freddy Budiman dengan Oknum Polda Jaya

    577

    Jakarta – Freddy Budiman dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan pada Jumat (29/7). Namun eksekusi matinya masih menyisakan cerita terkait jaringan Freddy. Siapakah Freddy sebetulnya?

    Kasus Freddy menyeruak saat ia jadi terdakwa kasus penyelundupan 1,4 juta butir pil ekstasi dari Hong Kong ke Indonesia. Padahal, saat itu Freddy tengah menghuni penjara LP Cipianang. Tapi untuk kasus apa sehingga Freddy menghuni LP Cipinang?

    Berdasarkan berkas putusan pengadilan yang didapat detikcom, Senin (1/7), Freddy masuk LP Cipinang karena terlibat kasus jual beli narkoba dengan aparat Ditnarkoba Polda Metro Jaya.

    Kasus itu bermula saat Freddy mendatangi rumah anggota Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Aipda Sugito, di Jalan Regalia, Ciracas, Jakarta Timur, April 2011. “Saya tahu rumah Sugito karena saya informan untuk target bandar besar bernama Harun,” kata Freddy.

    Dalam kunjungan itu, Freddy melihat alat mesin pencetak narkoba di rumah Sugito.
    “Mas, alat cetak ini bisa dipakai tidak?” tanya Freddy.

    “Saya belum tahu cara pakainya, nanti akan saya coba,” jawab Sugito.

    “Alat ini untuk apa, Mas?” tanya Freddy.

    “Nanti sampeyan juga tahu. Saya lagi ada kerjaan akan nangkap bandar besar,” jawab Sugito.

    Setelah itu Freddy pulang.

    Pada 26 April 2011, Sugito memerintahkan anak buahnya Bripka Bahri Arfianto untuk mengeluarkan barang bukti narkoba dari brankas untuk dijual guna menutupi kas operasional. Sugito berdalih diperintahkan atasannya.

    “To, uang kas sudah habis, tolong kamu kondisikan,” kata Sugito menirukan perintah atasannya.

    Sebagai bawahan, Sugito menyanggupi perintah itu dan menawarkan paket 200 gram sabu ke Freddy seharga Rp 140 juta. Di sisi lain, Freddy mengaku dirinya sedang kebingungan mau menitipkan paket sabu yang ia peroleh dari dari WN Malaysia
    Ahmad. Sugito tidak keberatan paket sabu itu dititipkan di rumahnya. Baik Sugito dan Freddy sepakat dengan perjanjian
    itu.

    Pada 27 April 2011, Freddy ke rumah Sugito dan menitipkan paket sabu di lantai dua rumah Sugito. Saat itu, Sugito tidak ada di rumah dan hanya ada istri Sugito.

    Usai menaruh paket sabu di lantai dua, Freddy kemudian meninggalkan rumah Sugito dan pergi ke arah Kemayoran. Di tengah jalan, Freddy ditangkap aparat kepolisian. Freddy didapati membawa tas yang berisi 300 gram putau, 30 gram sabu dan bahan sabu 0,5 kg. Mata Freddy ditutup dan tahu-tahu sudah ada di rumah Sugito. Aparat menyita paket sabu di rumah Sugito dan memproses hukum komplotan tersebut.

    Atas perbuatannya, mereka diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dan dihukum:

    1. Aipda Sugito dihukum 9,5 tahun penjara.
    2. Bripka Bahri dihukum 9 tahun dan 3 bulan penjara.
    3. Freddy dihukum 9,5 tahun penjara.

    “Menjatuhkan pidana selama 9 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara sealam 6 bulan,” putus Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada 10 Januari 2012.

    Setelah itu, Freddy menghuni LP Cipinang. Siapa nyana, ia dengan bebas mengurus bisnis narkoba di luar penjara, termasuk rencana impor 1,4 juta pil ekstasi. Kasus itu terungkap dan Freddy kemudian dihukum beserta komplotannya, yaitu:

    1. Freddy Budiman divonis mati.
    2. Ahmadi divonis mati.
    3. Chandra Halim divonis mati.
    4. Teja Haryono divonis mati.
    5. Hani Sapto Pribowo dipenjara seumur hidup.
    6. Abdul Syukur dipenjara seumur hidup.
    7. Muhtar dipenjara seumur hidup.
    8. Anggota TNI Serma Supriadi divonis 7 tahun penjara dan telah dipecat.

    Terungkap pula Freddy juga membangun pabrik sabu di kamarnya di LP Cipinang. Mereka yang terlibat dihukum dengan rincian:

    1. Wakil Kepala Pengamanan Gunawan Wibisono dijatuhi hukuman 8 tahun penjara
    2. Aris Susilo dijatuhi hukuman 5 tahun dan 10 bulan penjara
    3. Cecep Setiawan Wijaya dihukum mati di kasus impor 6 kg sabu.
    4. Haryanto Chandra belum dipublikasikan

    Kasus ini pun meledak dan Freddy dipindahkan ke Nusakambangan. Tetapi apa nyana, ia masih mengontrol jaringan narkoba miliknya dan anak buahnya. Mereka yang dihukum di kasus ini adalah:

    1. Suyatno dihukum 20 tahun penjara.
    2. Suyatno alias Gimo dihukum 20 tahun penjara.
    3. Aries Perdana dihukum 20 tahun penjara.
    4. Latief (adik Freddy Budiman) dihukum penjara seumur hidup
    (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Megawati Sukarnoputri Umumkan 4 Pasangan Cagub-Cawagub yang Diusung PDIP pada Pilkada 2018

    Metrobatam.com, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan pada...

    Batam International Culture Carnival 2017, Memikat Wisatawan Mancanegara

    Metrobatam.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar festival budaya berskala internasional yang bertajuk BP Batam International Culture Carnival 2017. Event yang digelar dalam rangka...

    BPBD Jabar: 668 Rumah Rusak akibat Gempa Bumi di Jabar

    Metrobatam.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan hingga 16 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB, tercatat 668 rumah rusak akibat terdampak...

    Manchester City Hajar Tottenham Hotspur 4-1

    Metrobatam.com, Inggris - Manchester City mengamankan kemenangan ke-16 secara beruntun di Liga Inggris musim ini seusai menghajar Tottenham Hotspur dengan skor 4-1 pada pertandingan...

    7 Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat Polres Karimun

    Metrobatam.com, Karimun - Polres Karimun melaksanakan serentak Operasi Pekat Diwilayah Kabupaten Karimun. Operasi Pekat yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Karimun sabtu 16 Desember 2017...

    Danlantamal IV Pimpin Sertijab Danlanal Batam

    Metrobatam.com, Tanjungpinang -  Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan serah terima jabatan Komandan...

    Peringatan Hari AIDS Sedunia, Sejarah dan Fakta tentang AIDS

    Metrobatam.com, Batam - Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia...

    Seminar dan Workshop Basic Life Support (BLS) atau BHD di Batam

    Metrobatam.com, Batam - Dihadiri hadiri langsung oleh langsung Walikota Batam, H.Muhammad Rudi, SE, MM, Seminar dan Workshop Basic Life Support (BLS)/Bantuan Hidup Dasar (BHD),...

    Sertijab Asintel Danlantamal dan Kakuwil Lantamal IV

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab)...

    BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

    Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

    Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

    Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

    Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

    Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...
    BAGIKAN