Ini Perjalanan Yusuf Supendi dari PKS Hingga Berlabuh ke PDIP

Metrobatam, Jakarta – Mantan pendiri PKS, Yusuf Supendi menjadi caleg dari PDIP untuk Pileg 2019. Perjalanan Yusuf cukup panjang hingga memutuskan berlabuh ke partai banteng moncong putih itu.

Yusuf menjadi bagian dari PKS sejak partai itu bernama Partai Keadilan pada 1998. Tak hanya pendiri, dia juga menjadi salah satu deklarator partai dakwah tersebut.

Namun Yusuf terlibat dalam konflik internal PKS. Hingga akhirnya, Presiden PKS kala itu, Lutfhi Hasan Ishaq memecat Yusuf. Pria lulusan Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh tersebut tak terima dan mengajukan gugatan.

Yusuf mengajukan gugatan perdata terhadap 10 elite PKS dengan jumlah kerugian Rp 42,7 miliar. Hal ini dilakukannya karena ia merasa diberhentikan tidak sesuai prosedur yang ada. Namun hakim PN Jaksel menolak gugatannya itu pada 14 Februari 2012.

Yusuf pun mengadukan hakim yang menolak gugatannya ke Komisi Yudisial (KY). Penolakan gugatan perdatanya membuat ia mencurigai majelis hakim memiliki konflik kepentingan dengan tugasnya sebagai ‘wakil Tuhan’.

“Saya melaporkan dugaan terjadinya pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim yang dilakukan majelis hakim pada PN Jaksel, dalam perkara perdata diri saya melawan Hilmi Aminudin yang sudah diputus pada tanggal 14 Februari 2012,” kata Yusuf pada Senin (6/5/2013).

“Majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi-saksi, ahli dan atau tidak memperhatikan bukti-bukti yang diajukan pelapor,” imbuhnya.

Tak sampai situ, Yusuf juga mempermasalahkan terpilihnya Presiden PKS Anis Matta karena dianggap ilegal. Dia pun meminta KPU pada Juni 2013, agar mencoret 494 caleg PKS yang didaftarkan untuk Pileg 2014.

Yusuf menuding Anis Matta melakukan tindakan melawan hukum. Anis dan Taufik Ridho sebagai penanda tangan caleg PKS dinilainya telah melanggar UU.

“Sebanyak 494 daftar calon sementara (DCS) dari PKS tidak sah, batal demi hukum, dan tidak bisa maju menjadi Caleg DPR RI pada Pemilu 2014 sehingga KPU harus menggugurkannya,” beber Yusuf saat mendatangi KPU, Senin (17/6/2013).

Namun laporannya ke KPU tak digubris oleh KPU. Yusuf lantas mengadukan KPU ke Bawaslu kala itu. Dia meminta agar Bawaslu memerintahkan KPU agar mencoret caleg-caleg dari PKS.

Menurutnya, pengangkatan Presiden PKS dan Sekjen PKS dianggap tidak sah alias illegal karena dinilai tidak sesuai AD/ART. Karenanya seluruh caleg PKS tidak sah.

“Surat saya di Bawaslu itu, Bawaslu menjawab tidak berwenang (menyelesaikan laporan) atau majelis syuro PKS di luar wewenang Bawaslu,” sebut Yusuf, Rabu (25/7).

Yusuf juga pernah melaporkan sejumlah petinggi PKS ke KPK. Lalu jelang Pileg 2014, Yusuf lalu bergabung ke Hanura dan menjadi caleg.

Ia diminta untuk mengisi daerah pemilihan Jabar V meliputi Bogor dan sekitarnya. Pengumuman soal bergabungnya Yusuf ke Hanura disampaikan oleh Ketua Bapilu Hanura kala itu, Yuddy Chrisnandi, Kamis (25/4/2013).

“Kekuatan Hanura pada kader dan tokoh yang bergabung. Tokoh yang bergabung seperti Yusuf Supendi di Jabar V, Lili Wahid di Jatim II, Dikdik Muliana eks cagub di Jabar XI. Kader ya seperti saya di Jabar VIII,” ucap Yuddy saat itu.

Sayangnya, Yusuf gagal melenggang ke Senayan lewat Hanura. Lima tahun berselang, Yusuf kembali bermanuver. Dia memutuskan untuk maju sebagai caleg lewat PDIP.

Di hari terakhir pendaftaran caleg, Yusuf datang ke DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (17/7). Dia tampak mengenakan kemeja merah PDIP.

Menurut Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Sundari, Yusuf akan maju di dapil yang sama ketika ia nyaleg lewat Hanura. Meski begitu, belum ada penjelasan langsung dari Yusuf soal pencalegannya kali ini.

“Selentingannya Jabar V,” ungkap Eva. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Erick Thohir: Politik Kebohongan Harus Disetop, Kasihan Rakyat

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menjelaskan maksud Presiden Jokowi meminta politik kebohongan diakhiri. Politik kebohongan,...

Bicara Tokoh Dekati Warga Jelang Pilpres, Jokowi Sindir Siapa?

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar tokoh politik jangan mendekati rakyat hanya di saat mendekati pesta politik. PKB menyebut bakal ada...

Pabrik Esemka di Boyolali Besar, Ada Tempat Pengujiannya Juga

Metrobatam, Jakarta - Esemka yang digadang sebagai calon mobil nasional disebut-sebut punya pabrik yang berlokasi di Jalan Mangu - Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Dan...

Pesan Jokowi ke Santri: Silakan Beda Pilihan, Saring Hoaks

Metrobatam, Bandung - Di depan ribuan santri, Presiden Joko Widodo memperingatkan soal bahaya hoaks dan fitnah di tahun politik. Baginya, tak masalah berbeda pilihan...

Ridwan Kamil Kaji Ulang Proyek Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengkaji ulang proyek Meikarta usai kasus suap izin proyek Meikarta yang melibatkan pejabat Pemerintah Kabupaten...

Siswi SMA Pembuang Bayi di Bandara Terancam 12 Tahun Penjara

Metrobatam, Balikpapan- Aksi ND (18) yang meninggalkan bayi yang dilahirkan di dalam closet toilet A2 kedatangan Bandara Sepinggan, Balikpapan awalnya tidak diketahui kedua orangtuanya....

Konflik TPST, Wali Kota Bekasi Minta Anies Terjun Langsung ke Bantargebang

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terjun langsung dan melihat kondisi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)...

Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang ke-54. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang...

Hasil Inter Vs AC Milan: Dramatis! Gol Injury Time Menangkan Nerazzurri

Milan - Inter Milan berhasil memenangi laga dramatis kontra AC Milan dengan skor 1-0. Gol semata wayang dibuat Mauro Icardi di masa injury time...

Kerugian dan Kerusakan Gempa di Sulteng Capai Rp13,82 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan...

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua

Metrobatam, Jayapura - 16 orang Guru dan Tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, kabupaten Nduga, Papua disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selama...

Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno...
SHARE