Ini Sebabnya Tol Sumatera Belum Siap Dilintasi Arus Mudik

910

Metrobatam.com, Lampung – Tol Transsumatera dari Desa Lematang hingga Kota Baru Kabupaten Lampung Selatan awalnya direncanakan bisa dilintasi arus mudik tahun. Namun, tersendatnya pembebasan lahan menyebabkan pengerjaan di ruas tol itu menjadi molor.

Meski demikian, kontraktor Perseroan Terbatas (PT) Waskita Karya tetap berusaha membuat jalur tembus sementara agar akses menuju tol itu terbuka. Jalur tembus itu berupa jalan tanah yang dipadatkan yang melewati perkebunan dan perkampungan warga di Desa Lematang.

Sejauh ini, Tol Transsumatera ruas Bakauheni Lampung Selatan- Terbanggi Besar Lampung Tengah yang sudah tuntas pengecorannya (rigid) baru di ruas Desa Sabahbalau-Kota Baru yang panjangnya kurang lebih 5,5 km, sedangkan lahan yang belum tuntas pembebasannya dari Desa Sabahbalau menuju Desa Lematang sekitar 2 km.

Seandainya pembebasan lahan di Desa Lematang itu tuntas pada bulan Februari 2016, kontraktor yakin bisa menuntaskan pembangunan tol dari Kota Baru menuju Lematang sebelum arus mudik berlangsung. Dengan demikian, pemudik yang melintasi Jalinsum wilayah Panjang bisa masuk ke tol dan keluar di Kota Baru. Dari Kota Baru, perjalanan dilanjutkan ke Bandarlampung yang jaraknya sekitar 3 km, kemudian menuju berbagai daerah lainnya di Sumatera.

Namun, pembebasan lahan tak sesuai dengan target, dan kontraktor tak diizinkan melakukan kegiatan pengerjaan apa pun di lahan yang belum tuntas pembayarannya. Kondisi demikian menyebabkan progres pembangunan tol menjadi lambat sehingga rencana penggunaan tol untuk arus mudik menjadi tak sesuai dengan rencana.

Walau demikian, jalan tembus sementara ke tol melalui Desa Lematang telah dibuat meski berupa jalan tanah yang dipadatkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tol ruas Kota Baru-Sabahbalau-Lematang digunakan sebagai jalur alternatif darurat saat arus mudik berlangsung.

Menurut Kepala Proyek PT Waskita Karya Marsudi, masalah lainnya di tol itu adalah masih belum terpasang rambu-rambu lalu lintas. Begitu pula, lampu penerangannya.

Hasil pantauan di lapangan juga menunjukkan hal serupa bahwa sejauh ini yang terpasang baru rambu-rambu pengerjaan proyek karena truk hilir mudik ke kawasan pembangunan tol itu.

Marsudi juga menyebutkan pihaknya baru akan membuka pintu tol di Kota Baru jika sudah ada perintah dari pihak terkait, termasuk Hutama Karya yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun tol tersebut.

Dengan kata lain, demi menjaga keselamatan pengendara juga menjadi alasan utama tak dibukanya pintu tol di Kota Baru hingga sekarang.

Sementara itu, pengerjaan tol di titik 0 s.d. 7 km ruas Bakauheni-Sidomulyo yang menjadi tanggung jawab PT Pembangunan Perumahan (PP), juga diupayakan percepatannya meski kondisinya baru berupa jalan tanah yang dipadatkan.

Direncanakan tol Lematang-Sabahbalau-Kota Baru dan Bakauheni hingga KM 7 menjadi alternatif jalur darurat untuk arus mudik jika terjadi kejadian luar biasa di Jalinsum.

Melihat kondisi Tol Transsumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di sejumlah titik, seyogianya ruas jalan bebas hambatan itu tak digunakan sebagai jalur alternatif mudik.

Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan agar tak digunakan sebagai jalur mudik, yakni kondisi jalan yang masih berupa tanah, kecuali di ruas Sabahbalau-Kota Baru, serta sangat minim rambu dan lampu penerangan jalan. Kondisi seperti itu tentu membahayakan keselamatan pemudik karena belum memahami kondisi jalan yang sebenarnya.

Ruas tol itu sebaiknya hanya digunakan jika terjadi kondisi darurat atau terpaksa digunakan untuk mengatasi tersendatnya arus kendaraan di jalan biasa.

Namun, bagi warga Lampung, tol Kota Baru-Sabahbalau-Lematang sebenarnya bisa digunakan untuk jalur mudik. Misalnya, warga Bandarlampung yang hendak menuju Sribawono Lampung Timur, bisa masuk melalui Kota Baru dan keluar di Desa Lematang, selanjutnya menuju Sribawono Lampung Timur.

Melihat hal permasalahan itu, sejauh ini progres pembangunan Tol Transsumatera ruas Bakauheni-Terbanggi besar masih sesuai target sehingga Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa progres pembangunan Tol Transsumatera ruas Bakauheni s.d. Terbanggi Besar merupakan yang tercepat di luar Pulau Jawa.

Pembangunan tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Palembang sekitar 400 km tetap diprioritaskan harus selesai sebelum Asian Games 2018, mulai 18 Agustus s.d. 2 September mendatang di Jakarta, Jawa Barat, dan Sumsel. Adapun panjang Tol Transsumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar mencapai 140,41 kilometer.

Peletakan batu pertama pembangunan Tol Transsumatera dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 30 April 2015 di Desa Sabahbalau Lampung Selatan. Tol itu dirancang mampu dilalui kendaraan yang bertonase 80 hingga 90 ton.

Tol Transsumatera adalah kebanggaan nasional. Dengan melintasi jalan bebas hambatan itu, akan mampu menumbuhkan optimisme dan nasionalisme di kalangan pemudik.

Meski demikian, penggunaan sebagian ruas tol itu menjadi alternatif jalur arus mudik, termasuk sebagai jalur darurat, harus dikaji cermat kelayakannya.

(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bareskrim Polri Kembali Tangkap Penyelundup Miras Ilegal Jariangan Batam

Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim menangkap 2 tersangka penyelundupan miras jaringan BH alias Kwkn. Kedua tersangka berinisial F dan...

Seluruh Fraksi di DPRD Kepri Sepakat Perda Pendidikan Perjuangkan Guru Honorer

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepakat untuk melanjutkan hak inisiatif pengelolaan pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Ketua DPRD...

36 PTIS Riau-Kepri Ramaikan PIOS Ke-6 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 36 Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) Riau-Kepulauan Riau mengikuti Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) Ke-6, Senin (23/10). Kegiatan yang...

AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik

Canberra - Media-media asing ramai memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Media Australia menyoroti alasan misterius di balik penolakan...

Dicecar Hakim, Eks Dirut PNRI Menangis di Sidang e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang dugaan korupsi e-KTP. Isnu menangis saat dicecar hakim soal peran Andi...

Dubes AS Minta Maaf, Menlu Retno: Tak Cukup, Perlu Penjelasan

Metrobatam, Jakarta - Dubes AS untuk RI Joseph Donovan meminta maaf atas insiden penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun, bagi pemerintah...

Pilkada 2018 Diprediksi Sedot Kas Negara Sampai Rp20 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Dana hibah yang disepakati akan dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di 171 daerah sudah mencapai Rp15,2 triliun. Belasan triliun dana...

Istana akan Gelar Rapat Bahas Densus Tipikor

Metrobatam, Bandung - Usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) oleh Polri menuai kritikan dari berbagai pihak. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)...

Papua Mencekam! 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Rekannya

Metrobatam, Jayapura - Pasca teror penembakan di kawasan Freeport, hingga kini aksi penembakan terus terjadi. Pagi ini, empat anggota Brimob Polda Papua tertembak saat...

Soal Penolakan pada Panglima TNI, Wiranto Tunggu Penjelasan AS

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan masih menunggu klarifikasi dari pihak Amerika Serikat terkait dengan penolakan Panglima TNI...

Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Terjaring Razia Narkoba di Diskotek

Metrobatam, Medan - Petugas Gabungan Polisi dan Badan Narkotika Nasional, yang dipimpin Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Medan, berhasil menjaring sebanyak 80 orang...

PBNU: Yang Menolak Pancasila, Silakan Hidup di Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tak bisa diganggu...
BAGIKAN