Inilah 10 Negara di Dunia yang Tak Punya Tentara

255

Metrobatam – “Aneh…negara zonder tentara,” kata Jenderal Oerip Soemohardjo suatu saat pemerintah Indonesia belum kunjung memiliki militer meski kemerdekaannya terancam.

Akhirnya, Indonesia, seperti banyak negara lain di dunia, memiliki angkatan bersenjata yang tugas utamanya adalah menjaga kedaulatan negara. Namun, banyak negara di dunia yang ternyata tak memiliki tentara. Berikut daftar 10 negara yang secara resmi tak memiliki angkatan bersenjata.

1. Kepulauan Solomon
Kepulauan Solomon yang terletak di Samudera Pasifik ini sejak menjadi bagian dari protektorat Inggris pada 1893, tak memiliki kekuatan militer signifikan. Selama Perang Dunia II di negeri ini terdapat Tentara Pertahanan Protektorat Kepulauan Solomon.

Pada 1976, negeri ini akhirnya memiliki pemerintahan sendiri yang cukup stabil hingga 1998 sebelum pecah konflik etnis hingga 2006. Untuk menyelesaikan masalah ini, Selandia Baru dan Australia datang membantu untuk menegakkan hukum dan melucuti senjata para perusuh.

Saat ini, Kepulauan Solomon hanya memiliki kesatuan kepolisian. Negeri ini menjalin kerja sama pertahanan dengan Australia. Sehingga jika ada sebuah negara yang menyatakan perang terhadap Kepulauan Solomon maka Australia adalah negara pertama yang akan memberikan perlindungan.

2. Kosta Rika
Kosta Rika pernah memiliki angkatan bersenjata sebelum Presiden Figueres Ferrer pada 1 Desember 1948 menandatangani undang-undang yang menghapus angkatan bersenjata. Penghapusan militer ini dilakukan setelah terjadi perang saudara yang menewaskan setidaknya 2.000 orang. Penghapusan militer ini ditandai dengan penghancuran Cuartel Bellavista, markas besar AD Kosta Rika.

Kini Kosta Rika hanya memiliki Fuerza Publica atau kepolisian yang bertugas untuk menegakkan hukum, menjaga keamanan negara, mengawasi perbatasan dan tugas-tugas kepolisian lainnya. Berdasarkan Perjanjian Bantuan Resiprokal Inter-Amerika 1947, jika Kosta Rika diserang negara lain, maka negeri ini bisa meminta bantuan 21 negara termasuk AS, Chile dan Kuba.

3. Samoa
Negeri kepulauan di Samudera Pasifik ini sama sekali tidak memiliki angkatan bersenjata. Sehingga negeri ini harus menggantungkan diri kepada negara-negara sahabat untuk menjadi pelindung di masa perang.

Samoa memang memilikin kepolisian, tetapi mereka tak memiliki kemampuan militer cukup untuk mempertahankan negara di masa genting. Samoa memiliki perjanjian dengan Selandia Baru yang diteken pada 1962. Perjanjian itu memastikan Samoa bisa mendapatkan bantuan militer saat diperlukan. Namun, perjanjian itu juga mengatur bahwa kedua negara bisa mundur dari perjanjian sewaktu-waktu jika diinginkan.

4. Palau
Negeri kepulauan di wilayah barat Samudera Pasifik ini juga hanya memiliki kepolisian untuk memberikan perlindungan secukupnya untuk warga negara. Jika terjadi perang maka pemerintah Palau harus meminta bantuan kepada negara-negara lain untuk melindungi negeri kecil itu.

Sejak 1983, Palau menjadi wikayah protektorat AS, artinya Palau akan mendapat perlindungan dari negeri adi kuasa itu jika terlibat dalam perang.

5. Andorra
Meski tak memiliki militer yang signifikan, negeri kecil yang terjepit antara Perancis dan Spanyol ini berani menyatakan perang terhadap Jerman pada 1914. Dengan militer berkekuatan hanya 10 personel, deklarasi perang Andorra ini tak dianggap serius dan negeri itu juga tak banyak berperan dalam Perang Dunia I.

Bahkan, meski Andorra berpihak kepada sekutu, negeri ini tak diundang dalam perjanjian damai di Versailles, Perancis. Pada 1931, pemerintah Andorra resmi menghapus militer dan menggantinya dengan satuan kepolisian berkekuatan 240 orang.

Pasukan polisi ini dilatih untuk menciptakan kedamaian, menjaga ketertiban hingga membebaskan sandera. Untuk menjadi anggota kepolisian Andorra, syarat utamanya adalah harus berkelamin pria dan memiliki senjata api.

Meski tak memiliki tentara, Andorra tak perlu khawatir jika terjadi perang karena negeri ini memiliki tiga pelindung yaitu Perancis dan Spanyol yang memiliki perjanjian untuk melindungi negeri itu. Pelindung lain Andorra adalah NATO yang akan ambil bagian melindungi negeri pegunungan itu jika dibutuhkan.

6. Grenada
Sejak diinvasi AS pada 1983, negeri kecil seluas 344 kilometer persegi ini tak pernah lagi membentuk satuan militer. Kini Grenada hanya bertumpu pada kesatuan kepolisian dan sistem keamanan regional untuk melindungi negeri itu. Grenada secara resmi tak memiliki perjanjian dengan negara lain untuk bantuan perlindungan militer.

Dengan sistem keamanan regional, Grenada bisa meminta bantuan negeri-negeri di sekitaranya seperti Antigua dan Barbuda, Barbados, Dominika, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia dan Saint Vincent. Namun, negeri-negeri kecil ini tak memiliki cukup kekuatan militer sehingga jika dibutuhkan maka AS akan membantu mereka.

7. Kepulauan Marshall
Berdasarkan perjanjian 1983, Kepulauan Marshall berstatus negara berdaulat. Namun, negeri ini juga memiliki pakta dengan Federasi Negara-negara Mikronesia dan Palau.

Berdasarkan perjanjian ini, ketiga negara ini adalah negara merdeka tetapi memiliki asosiasi khusus dengan AS. Artinya AS akan menjadi pelindung dan Kepulauan Marshall tak perlu memiliki militer reguler. Untuk menjaga keamanan dan menegakkan aturan, Kepulauan Marshall memiliki kesatuan kepolisian.

8. Liechtenstein
Kerajaan kecil di antara Swiss dan Austria ini menghapuskan militernya pada 1868 pasca-perang Austro-Hongaria karena biaya untuk memelihara tentara terlalu mahal untuk negeri itu.

Setelah negeri ini lepas dari konfederasi Jerman, Liechtenstein seharusnya memiliki tentara sendiri tetapi negeri itu tak memiliki cukup uang untuk membentuk ketentaraan. Dan, untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman, Liechtenstein mengandalkan pasukan kepolisian nasionalnya.

Tak ada negara yang memiliki perjanjian untuk melindungi Liechtenstein di masa perang. Bantuan kemungkinan besar datang dari tetangganya, Swiss. Dikabarkan sudah ada pembicaraan bahwa Swiss akan membantu pertahanan Liechtenstein, tetapi kedua negara tak membenarkan atau membantah klaim ini.

9. Nauru
Nauru adalah negeri pulau terkecil di dunia dengan luas wilayah hanya 21 kilometer persegi. Dengan wilayah sekecil itu memang keberadaan militer tak begitu dibutuhkan. Seperti halnya beberapa negara kecil lain, Nauru mengandalkan kepolisian untuk mengatur ketertiban dan stabilitas negeri itu. Saat ini, Nauru memiliki hubungan erat dengan Australia dan negara-negara Mikronesia lainnya.

10. Vatikan
Sebagai negara terkecil di dunia dengan luas wilayah hanya 0,44 kilometer persegi, tak heran jika Vatikan tak memiliki tentara. Di masa lalu, banyak kelompok militer dibentuk untuk melindungi negeri itu, terutama pemimpinnya Sri Paus.

Dua pengawal kepausan terakhir yaitu Noble Guard dam Palatine Guard dihapuskan Paus Paulus VI pada 1970. Kini satu-satunya kelompok yang bisa dianggap sebagai perwujudan militer di Vatikan adalah Garda Swiss yang bertugas menjaga keamanan Paus.

Lalu ada pasukan Gendarmerie, tetapi pasukan ini lebih dianggap sebagai kelompok sipil dan bukan militer. Tugas Gendarmerie adalah menjaga ketertiban, mengatur lalu lintas, mengawasi perbatasan dan menyelidiki aksi kriminal.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN