Inilah Kesulitan Bukti Keterlibatan BNN Dalam Bisnis Narkoba Fredy Budiman

    505

    Metrobatam, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan, kebenaran tulisan Koordinator Kontras, Haris Azhar, tentang penyalahgunaan wewenang pejabat BNN dan pejabat lembaga lainnya untuk melancarkan bisnis narkoba, perlu dibuktikan secara hukum.

    Tulisan yang dimuat di laman Facebook resmi Kontras dan telah menyebar luas tersebut dianggap sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena bersumber dari hasil wawancara Haris dengan terpidana mati kasus narkoba yang telah dieksekusi mati, Freddy Budiman.

    “Dari sisi hukum, tatkala orang menuding seseorang, dia otomatis jadi saksi. Kalau (orang tersebut) sudah mati, bagaimana (kita) mau panggil (untuk pembuktian),” kata Wiranto saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (31/7).

    Dalam tulisan Haris Azhar yang berjudul “Cerita Busuk dari seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)”, Freddy mengatakan bahwa ia memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air.

    “Dalam hitungan saya selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang Rp450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih Rp90 miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang dua,” kata Freddy seperti dikutip dari laman FB Kontras.

    Terungkapnya keterangan Freddy Budiman lewat tulisan Haris, kata Wiranto, bisa menjadi bahan introspeksi dan perbaikan bagi aparat penegak hukum.

    “Tentu secara hukum sulit untuk dilanjutkan dan dibenarkan (tulisan tersebut). Tetapi paling tidak, salah satu hal yang benar adalah kita wajib melakukan suatu perbaikan dalam sistem penanggulangan narkoba ini,” kata Panglima ABRI periode 1998-1999 itu.

    Haris Azhar sendiri mengakui bahwa dialah penulis artikel singkat tersebut. Dalam konferensi pers di KontraS, dia juga mengaku sudah memberikan tulisannya ke Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi.

    Kejahatan Pejabat
    “Saya memutuskan mempublikasikan tulisan ini untuk menyampaikan pesan bahwa jika pemerintah mengeksekusi orang ini (Freddy Budiman), maka pemerintah akan menghilangkan seseorang dengan keterangan signifikan untuk membongkar kejahatan
    pejabat institusi negara dan ratusan miliar uang untuk suap menyuap,” tutur Haris.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku telah menugaskan Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar untuk menemui Haris guna mendapat bukti pendukung kebenaran informasi yang diberikan Freddy.

    Mantan Kapolda Metro Jaya itu berjanji akan menindaklanjuti dan mendalami kasus ini jika Haris Azhar memiliki data lengkap termasuk identitas oknum pejabat kepolisian yang dituding korup oleh Freddy. (mb/okezone)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Kane Dua Gol, Spurs Lumat Liverpool 4-1

    London - Tottenham Hotspur tampil gemilang kala menghadapi Liverpool. Lewat torehan dua gol Harry Kane, The Lilywhites menang dengan skor 4-1. Pada laga yang dihelat...

    Spanyol akan Bubarkan Pemerintah regional dan Gelar Pemilu Catalonia

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Spanyol berencana membubarkan pemerintah regional Catalonia dengan segera menggelar pemilihan umum daerah. Langkah ini dilakukan pemerintah Madrid demi membungkam keinginan...

    Astaga! Guru SMA Dihajar Orangtua Siswa, Ini Penyebabnya

    Metrobatam, Kendari - Seorang Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Hayari dianiaya orangtua siswanya pada Jumat 20 Oktober 2017...

    10 Pemain Juventus Hancurkan Udinese 6-2, Khedira Hat-trick

    Udine - Bermain dengan sepuluh orang, Juventus tetap mampu menang 6-2 atas Udinese di pekan kesembilan Serie A. Sami Khedira mencatat hat-trick di laga...

    Presiden Catalonia Tegas Menolak Dikontrol Pemerintah Spanyol

    Metrobatam, Jakarta - Pemimpin Catalonia menegaskan mereka tidak akan menerima aturan yang dipaksakan oleh pemerintah Spanyol di tengah krisis politik yang terjadi. Presiden Catalonia Carles...

    Masuk Zona Degradasi, Semen Padang Masih Optimistis

    Metrobatam, Bekasi - Kekalahan dari Persija Jakarta membuat Semen Padang turun ke zona degradasi Liga 1. Namun begitu, Kabau Sirah tetap optimistis bisa selamat...

    Dor! Anggota Brimob Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

    Metrobatam, Timika – Seorang personel Brimob Batalyon B Polda Papua meninggal dunia setelah tertembak dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus...

    Rossa “The Journey Of 21 Dazzling Years” di Esplanade Singapore

    Metrobatam.com, Jakarta - Tahun 2017 merupakan tahun yang sangat special bagi Rossa. Pasalnya, tahun ini merupakan 21 tahun Rossa berkarir dan berkarya di kancah...

    Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan LGBT Ditangkap

    Metrobatam, Jakarta - Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan logo PBNU yang dicatut di iklan kondom untuk LGBT adalah...

    Soal Gol Kontroversial Barca, Pelatih Malaga: Sudah Jelas Sekali

    Barcelona - Pelatih Malaga Michel Gonzalez merasa tak perlu lagi mengomentari gol kontroversial Barcelona karena menurutnya apa yang terjadi di lapangan sudah sedemikian jelas. Gol...

    KPK Lelang Resort Milik M Sanusi di Bogor Senilai Rp 4,9 Miliar

    Metrobatam,Jakarta - KPK kembali melelang tanah dan bangunan yang dirampas dari terpidana kasus korupsi. Kali ini giliran aset milik mantan anggota DPRD DKI Jakarta...

    MU Akhirnya Tumbang di Markas Tim Promosi Huddersfield Town

    Huddersfield - Rentetan tidak terkalahkan Manchester United akhirnya putus. Bertandang ke markas tim promosi Huddersfield Town, MU dipaksa menyerah dengan skor akhir 1-2. Pada pertandingan...
    BAGIKAN