Inilah Para Pilot Lion yang Ditangkap karena Narkoba

Metrobatam, Jakarta – Oknum pilot MS ditangkap di sebuah hotel di Kupang gara-gara mengkonsumsi narkoba. Pilot Lion Air ini menambah panjang deretan oknum pilot yang terjerat narkoba.

Terbaru, MS ditangkap saat hotel tempatnya menginap digeledah pada Senin 4 Desember 2017 malam. Saat itu, dia diduga sedang mengkonsumsi narkoba. MS adalah salah satu pilot senior di Lion Air. Dia bekerja di maskapai penerbangan tersebut sejak 2014.

Lion Air memutuskan akan memecat pilot senior berinisial MS bila terbukti memakai narkoba. “Jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan, termasuk pemberhentian sebagai pegawai,” kata Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko dalam keterangan tertulisnya pada Selasa 5 Desember 2017.

Sebelum MS, tercatat ada beberapa Kasus pilot menggunakan narkoba. Ironisnya, beberapa dari mereka ditangkap sebelum penerbangan.

Berikut beberapa pilot yang terkena kasus narkoba:

4 Februari 2012

BNN menangkap SS, pilot Lion Air asal BSD, Serpong, Tangerang, di Kamar 2109 Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso Surabaya pada Sabtu 4 Februari 2012 pukul 03.30 WIB. SS rencananya menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.

Kejadian ini menghebohkan Kementerian Perhubungan. Pengecekan urine gencar dilakukan, dari enam bulan sekali menjadi satu bulan sekali.

“Bila biasanya pemeriksaan kesehatan dan narkotika 6 bulan sekali, sekarang untuk pemeriksaan narkotika 1 bulan sekali,” ujar Kepala Humas BNN, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, kepada detikcom, Sabtu (4/2/2012).

19 Desember 2015

Pilot beridentitas Lion Air, Sandi Haryadi (SH) sedang berpesta sabu dengan pramugara bernama Muhammad Taufan (23), pramugari Syifa Ranida (20) dan satu ibu rumah tangga berinisial NN. Mereka ditangkap di sebuah apartemen di Jalan Marsekal Suryadarma, Tangerang Selatan, Sabtu (19/12/2015) pukul 14.00 WIB.

SH merupakan calon Kopilot yang sedang menempuh pendidikan. Sedangkan Taufan dan Syifa mantan awak kabin Lion Air.

“Dua personel awak kabin pernah bekerja di Lion Air dan yang satu yang dinamakan calon kopilot belum menjadi pegawai kami,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat menggelar jumpa pers di Lion Air Tower, Jl Gajah Mada No 7, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015).

Edward menyebut pramugara dan pramugari itu sudah diberhentikan Lion Air. Keduanya dipecat, kata Edward, lantaran kerap mangkir dari tugas.

“Sekali lagi kami tegaskan, pramugara dan pramugari yang tertangkap kemarin sudah bukan menjadi pegawai Lion Air. Mereka sudah diberhentikan beberapa waktu yang lalu karena mereka beberapa kali mangkir,” tutur Edward.

22 Juni 2017

RS, pilot berkewarganegaraan India ditangkap BNN karena terbukti positif menggunakan narkoba. Pilot asal India itu bekerja di Lion Air di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“BNNP NTB menangkap seorang pilot salah satu maskapai yang positif narkoba saat dilakukan tes urine. Kemudian lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 5,03 gram narkotika jenis hashish,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso alias Buwas di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).

Hashish merupakan olahan dari ganja. Barang haram itu disembunyikan RS di dalam kotak kaleng di koper yang dibawanya. Buwas bahkan menyebut bila RS masih dalam pengaruh hashish ketika akan menerbangkan pesawat dari Lombok menuju ke Jakarta.

“Pengaruhnya cukup berat hashish ini bahkan bisa lebih dari ganja. Hashish merupakan olahan dari ganja. Pengaruhnya bisa macam-macam, salah satunya halusinasi, sehingga ini sangat berbahaya ketika dia menerbangkan pesawat terlebih lagi yang bersangkutan berstatus pilot,” ungkap Buwas.

5 Desember 2017

Pilot Lion Air, MS, ditangkap pihak kepolisian dari sebuah hotel di Kupang Nusa Tenggara Timur. Polisi menemukan sisa sabu yang belum dikonsumsi MS.

“Diduga telah mengonsumsi narkotika jenis sabu dan terdapat sisa narkotika yang belum dikonsumsi seberat sekitar 0,57 mg,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast saat dihubungi detikcom, Selasa (5/12/2017).

Sejumlah barang bukti disita dalam penangkapan itu, seperti 1 bong, 4 sedotan, 2 pemantik, 1 ponsel genggam, dan 1 botol minuman keras merek Black Label yang telah dikonsumsi.

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merasa prihatin. Apalagi, MS merupakan pilot senior.

“Saya prihatin akan kejadian itu. Tentunya kita akan lakukan tindakan sesuai ketentuan yang lugas,” kata Budi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (5/11/2017). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN