Inilah Para Pilot Lion yang Ditangkap karena Narkoba

1563

Metrobatam, Jakarta – Oknum pilot MS ditangkap di sebuah hotel di Kupang gara-gara mengkonsumsi narkoba. Pilot Lion Air ini menambah panjang deretan oknum pilot yang terjerat narkoba.

Terbaru, MS ditangkap saat hotel tempatnya menginap digeledah pada Senin 4 Desember 2017 malam. Saat itu, dia diduga sedang mengkonsumsi narkoba. MS adalah salah satu pilot senior di Lion Air. Dia bekerja di maskapai penerbangan tersebut sejak 2014.

Lion Air memutuskan akan memecat pilot senior berinisial MS bila terbukti memakai narkoba. “Jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan, termasuk pemberhentian sebagai pegawai,” kata Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko dalam keterangan tertulisnya pada Selasa 5 Desember 2017.

Sebelum MS, tercatat ada beberapa Kasus pilot menggunakan narkoba. Ironisnya, beberapa dari mereka ditangkap sebelum penerbangan.

Berikut beberapa pilot yang terkena kasus narkoba:

4 Februari 2012

BNN menangkap SS, pilot Lion Air asal BSD, Serpong, Tangerang, di Kamar 2109 Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso Surabaya pada Sabtu 4 Februari 2012 pukul 03.30 WIB. SS rencananya menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.

Kejadian ini menghebohkan Kementerian Perhubungan. Pengecekan urine gencar dilakukan, dari enam bulan sekali menjadi satu bulan sekali.

“Bila biasanya pemeriksaan kesehatan dan narkotika 6 bulan sekali, sekarang untuk pemeriksaan narkotika 1 bulan sekali,” ujar Kepala Humas BNN, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, kepada detikcom, Sabtu (4/2/2012).

19 Desember 2015

Pilot beridentitas Lion Air, Sandi Haryadi (SH) sedang berpesta sabu dengan pramugara bernama Muhammad Taufan (23), pramugari Syifa Ranida (20) dan satu ibu rumah tangga berinisial NN. Mereka ditangkap di sebuah apartemen di Jalan Marsekal Suryadarma, Tangerang Selatan, Sabtu (19/12/2015) pukul 14.00 WIB.

SH merupakan calon Kopilot yang sedang menempuh pendidikan. Sedangkan Taufan dan Syifa mantan awak kabin Lion Air.

“Dua personel awak kabin pernah bekerja di Lion Air dan yang satu yang dinamakan calon kopilot belum menjadi pegawai kami,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat menggelar jumpa pers di Lion Air Tower, Jl Gajah Mada No 7, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015).

Edward menyebut pramugara dan pramugari itu sudah diberhentikan Lion Air. Keduanya dipecat, kata Edward, lantaran kerap mangkir dari tugas.

“Sekali lagi kami tegaskan, pramugara dan pramugari yang tertangkap kemarin sudah bukan menjadi pegawai Lion Air. Mereka sudah diberhentikan beberapa waktu yang lalu karena mereka beberapa kali mangkir,” tutur Edward.

22 Juni 2017

RS, pilot berkewarganegaraan India ditangkap BNN karena terbukti positif menggunakan narkoba. Pilot asal India itu bekerja di Lion Air di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“BNNP NTB menangkap seorang pilot salah satu maskapai yang positif narkoba saat dilakukan tes urine. Kemudian lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 5,03 gram narkotika jenis hashish,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso alias Buwas di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).

Hashish merupakan olahan dari ganja. Barang haram itu disembunyikan RS di dalam kotak kaleng di koper yang dibawanya. Buwas bahkan menyebut bila RS masih dalam pengaruh hashish ketika akan menerbangkan pesawat dari Lombok menuju ke Jakarta.

“Pengaruhnya cukup berat hashish ini bahkan bisa lebih dari ganja. Hashish merupakan olahan dari ganja. Pengaruhnya bisa macam-macam, salah satunya halusinasi, sehingga ini sangat berbahaya ketika dia menerbangkan pesawat terlebih lagi yang bersangkutan berstatus pilot,” ungkap Buwas.

5 Desember 2017

Pilot Lion Air, MS, ditangkap pihak kepolisian dari sebuah hotel di Kupang Nusa Tenggara Timur. Polisi menemukan sisa sabu yang belum dikonsumsi MS.

“Diduga telah mengonsumsi narkotika jenis sabu dan terdapat sisa narkotika yang belum dikonsumsi seberat sekitar 0,57 mg,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast saat dihubungi detikcom, Selasa (5/12/2017).

Sejumlah barang bukti disita dalam penangkapan itu, seperti 1 bong, 4 sedotan, 2 pemantik, 1 ponsel genggam, dan 1 botol minuman keras merek Black Label yang telah dikonsumsi.

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merasa prihatin. Apalagi, MS merupakan pilot senior.

“Saya prihatin akan kejadian itu. Tentunya kita akan lakukan tindakan sesuai ketentuan yang lugas,” kata Budi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (5/11/2017). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Pimpin Sertijab Danlanal Tanjung Balai Karimun

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin langsung jalannya Upacara Serah...

Kapolsek Sekupang Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Kawasan Sei Ladi Batam

Metrobatam.com, Batam - Hari Rabu, (25 /04/ 2018), kiraan pukul 15.30 WIB telah terjadi kebakaran hutan lindung di wilayah Sei Ladi, Batam. Kapolsek Sekupang Kompol...

Kedatangan Danlantamal IV dan Ketua Korcab IV DJAB di Karimun, Disambut dengan Tari Persembahan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kedatangan Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., bersama Ketua Korcab IV...

KPK Geledah Rumah Tim Sukses saat Zumi Zola Kampanye Gubernur Jambi

Metrobatam, Jambi - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan uang gratifikasi dari Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Kali ini,...

Liga Champions: Liverpool Libas Roma 5-2

Liverpool - Liverpool meraih kemenangan besar di leg pertama semifinal Liga Champions. The Reds mengalahkan AS Roma di kandang sendiri dengan skor 5-2. Menjamu Roma...

KPK Bidik Pihak Lain di Pusaran Korupsi E-KTP Pasca-Vonis Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan membidik pihak lain yang terlibat dalam pusaran korupsi pengadaan e-KTP setelah dijatuhkannya vonis terhadap mantan...

Divonis 15 Tahun, Setya Novanto Syok

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov mengaku kaget dengan vonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan...

Bertemu dengan Jokowi, PA 212: Pertemuan Berlangsung di Istana Bogor

Metrobatam, Jakarta - Foto pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 jadi sorotan. Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Maarif mengatakan pertemuan...

Lembaga-Lembaga PBB Puji Indonesia Jalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Metrobatam, Jakarta - Lembaga-lembaga di bawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji komitmen Indonesia dalam menjalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal...

Gara-gara Pencurian Listrik, PLN Hilang Pendapatan Rp 10 T

Metrobatam, Jakarta - PT PLN (Persero) mengaku kehilangan potensi pendapatan Rp 10 triliun gara-gara pencurian listrik. Pencurian listrik ini dilakukan industri hingga perumahan. "Karena tahu...

Polisi Sita 142,8 kg Ganja Jaringan Aceh-Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap enam orang yang masuk dalam jaringan narkotika Aceh - Jakarta. Dari penangkapan tersebut didapati...

Gubernur Aceh Dipolisikan Anggota DPR Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Metrobatam, Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Abdullah Saleh melaporkan akun Facebook milik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke polisi. Laporan itu...
BAGIKAN