Metrobatam, Batam – Herman, terpidana kasus penipuan yang sempat buron selama lebih kurang satu tahun berhasil diamankan oleh tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kamis (13/12) siang. Ia diamankan saat hendak menyeberang ke Pulau Bintan melalui Pelabuhan Roro Telaga Punggur.

Herman diamankan sekira pukul 14.15 WIB. Usai diamankan, Herman langsung digiring ke Kantor Kejari Batam untuk selanjutnya dibawa ke Rutan Batam guna menjalani sisa masa penahanan.

“Kami amankan dan terpidana cukup kooperatif. Kami bawa ke kantor untuk proses administrasi untuk selanjutnya kami bawa ke Rutan Batam,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Robi Harianto.

Robi menjelaskan, Herman tersangkut kasus penipuan, di mana ia menawarkan jasa sebagai calo guna pengurusan pembelian lahan di sekitar Pasar Induk Jodoh seluas 5.190 meter persegi dari saksi korban Denly Rianto selaku Komisaris PT Seranggong Karya Batam pada Mei 2014 lalu.

Dalam kesepakatannya, Herman bersama dengan Andre Roberto mengaku siap mengurus surat-surat lahan tersebut dengan biaya pengurusan yang sudah ditentukan.

“Korban Denly menyerahkan uang sebanyak 2 kali kepada Herman. Yang pertama diserahkan pada 9 Mei 2014 sebesar Rp292.500.000 dengan cek dan pada 18 Juni 2014 sebesar 32.500 dolar Singapura,” ujar Robi.

Dalam perjalanannya, diketahui bahwa lahan yang dimaksud merupakan milik PT Rezeki Graha Mas sejak tanggal 20 November 2002. Pengurusan lahan yang dijanjikan akan selesai pada 19 Januari 2015 tak kunjung selesai dan Denly meminta uangnya kembali. Namun terdakwa tidak mampu mengembalikan uang tersebut.

“Kami sudah pantau yang bersangkutan sejak beberapa hari yang lalu dan kami tahu bahwa yang bersangkutan selalu bolak balik Batam-Tanjungpinang. Makanya saat kami tahu yang bersangkutan akan berangkat ke Bintan, langsung kami amankan,” kata Robi.

Dalam penanganan perkara, Herman sempat dituntut dengan hukuman 2,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Nugraha. Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara kepada terdakwa pada 18 Juli 2017.

Atas putusan tersebut, JPU Yogi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau di Pekanbaru. Putusan PT Riau menjatuhkan hukuman setahun penjara kepada terdakwa. Upaya hukum terus berjalan dengan kasasi yang diajukan oleh JPU dan terdakwa. Namun kasasi tersebut ditolak sehingga putusan PT menjadi putusan yang tetap.

Sementara itu, Herman yang sempat ditemui awak media mengatakan, dirinya tidak melarikan diri dan mengetahui putusan banding yang mengharuskannya menjalani hukuman setahun penjara.

Ia mengatakan, akan menyerahkan diri pada Februari 2019 mendatang. “Saya tidak lari. Handphone saya hidup terus. Saya ada pekerjaan di manado dan baru selesai nanti Februari 2019. Makanya saya sudah niat akan menyerahkan diri selesai pekerjaan saya,” katanya.

Herman mengaku dirinya sudah mengetahui akan ditahan saat Kasi Intel Robi Harianto menghubunginya. Ia juga mengaku siap untuk menjalani tahanan sebagaimana putusan tersebut. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Bahayanya Mendengarkan Musik dengan Volume Tinggi di Klub Malam

Metrobatam.com, (Mb) - Gangguan pendengaran bisa mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan, mulai dari mengganggu proses belajar hingga menjadi beban ekonomi. Karenanya, kesadaran untuk mencegah...

KPU Lingga Rakor Pelaksanaan Kampanye Rapat Umum

Metrobatam.com, Lingga - KPU Kabupaten Lingga gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kampanye Rapat Umum di Aula Penginapan Anugerah Daik Lingga, Jum'at (22/3) kemarin. Dipimpin Ketua KPU...

Kualifikasi Piala Eropa 2020, Inggris Hajar Republik Ceko 5-0

Metrobatam.com, Inggris - Tim nasional Inggris mengawali kiprahnya di Kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan kemenangan 5-0 atas Republik Ceko. Raheem Sterling mencetak hat-trick di laga itu. Dalam pertandingan...

KPK Amankan 4 Orang Terkait OTT Direktur Krakatau Steel

Metrobatam.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu...

Korcab IV DJA I Adakan Pelatihan Ecoprint Advance

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Koordinator Cabang IV (Korcab IV) Daerah Jalasenastri Armada I (DJA I) mengadakan salah pelatihan ecoprint advance di Aula Yos Sudarso, Markas...

Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi

Metrobatam.com, Bintan - Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 dilangsungkan di Lapangan Demang Lebar Daun Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Jum'at pagi (22/3). Hampir 12...

Pengurus “Lasqi” Resmi Dilantik, Pemkab dan Kemenag Lingga Beri Dukungan

Metrobatam.com, Lingga - Pengurus DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, periode 2019-2023 resmi dilantik oleh Ketua DPW Lasqi Provinsi Kepri,...

Kodim 0315/Bintan Bersama Perkumpulan Jember Bersatu Gelar Kegitan Jum’at Berkah

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kepedulian yang tinggi merupakan bentuk nyata yang dimiliki oleh TNI karena TNI ada dan besar bersama rakyat. Sesuai dengan Mottonya Bahwa...

Gubernur Kepri Buka MTQ ke-XIII Tingkat Kecamatan Bukit Bestari

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Bukit Bestari Tahun 2019 bertempat di Lapangan...

Wiranto: Jangan Takut dengan Pergerakan Massa Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan masyarakat tak perlu takut terhadap isu-isu maupun pergerakan massa jelang Pemilu...

TNI Akui Terbitkan Pelat Mobil yang Dipakai Relawan Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto...

MA Perberat Vonis Fredrich Yunadi Jadi 7,5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis advokat Fredrich Yunadi menjadi 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair...