Isu Separatisme Papua di PBB dan Bantahan dari Diplomat Muda RI

Metrobatam, Jakarta – Delegasi Indonesia kembali jadi perbincangan saat membacakan hak jawab dalam sesi debat umum di Sidang Umum ke-72 PBB. Kali ini adalah Ainan Nuran yang membacakan hak jawab itu pada 25 September 2017.

“Tuan Presiden, delegasi Indonesia akan menggunakan hak jawab atas pernyataan dari Vanuatu dan Kepulauan Solomon, serta digemakan oleh Tuvalu dan Granadies tentang Papua dan Papua Barat,” kata Ainan seperti dalam video yang diunggah situs resmi PBB yang dilihat detikcom, Selasa (10/10).

Ainan tampak membaca sebuah naskah di mejanya. Dia membacakan pernyataan atas nama Indonesia itu dengan suara lantang dan tegas.

“Satu kali sudah terlalu banyak untuk hoax dan dugaan keliru yang diedarkan oleh individu-individu yang termotivasi untuk melakukan aksi separatis di Papua dan Papua Barat,” ungkap Ainan.

Pada pernyataan itu Ainan juga menyebutkan bahwa negara-negara yang pro-separatis tak mengerti atau bahkan menolak untuk mengerti tentang pembangunan di Papua dan Papua Barat. Dia lalu menyebutkan beberapa di antaranya.

“Dalam 3 tahun terakhir, 4.325 kilometer jalan dibuka, 30 pelabuhan baru dibangun, 7 bandara baru dibangun, 2,8 juta orang Papua mendapatkan kesehatan dasar secara gratis, 360.000 siswa Papua mendapat pendidikan gratis,” papar Ainan.

Ainan juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Papua mencapai 9,1 persen. Hal ini membuat Papua sebagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia.

Dia heran mengapa sejumlah negara menghembuskan isu HAM tentang Papua dan Papua Barat. Ainan menekankan, isu tentang HAM itu lalu digemakan lagi oleh individu yang pro-separatis. “Saya ulangi, oleh individu,” kata Ainan.

Pernyataan itu dibacakan oleh Ainan selama kurang lebih 4,5 menit. Para delegasi negara anggota PBB pun hadir. “Apakah penegakkan HAM di negara-negara tersebut sudah sempurna?” tandas Ainan.

Dia lalu menutup dengan peribahasa umum di Indonesia yang kemudian diterjemahkan lagi ke bahasa Inggris. Agaknya penutup dari Ainan seakan jadi serangan balik untuk negara-negara yang mendorong kemerdekaan Papua.

“Menepuk air didulang, terpercik muka sendiri,” pungkas Ainan.

Ditilik dari situs resmi Perutusan Tetap RI untuk PBB, Ainan menjabat sebagai Sekretaris III bidang Huhungan Ekonomi I. Dia berada di bawah koordinasi Dubes RI untuk PBB Dian Triansjah Djani.

Apa yang disampaikan Ainan itu menanggapi pernyataan sikap dari Kepulauan Solomon dan Vanuatu yang menuntut Dewan HAM PBB untuk secara resmi menginvestigasi pelanggaran HAM di Papua.

Isu mengenai kemerdekaan Papua itu juga sempat disinggung dalam sidang PBB pada tahun 2016. Adalah Nara Rakhmatia yang bertugas membacakan pernyataan dari Indonesia ketika menepis tuduhan yang diutarakan pada tahun 2016 tersebut. Isu yang dibahas pun sama, yakni tentang mempertahankan kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Menlu Retno Marsudi saat itu, Nara membacakan pernyataan atas nama Indonesia. Sehingga pernyataannya itu bukan atas nama pribadi.

Jika posisi Nara sama dengan Ainan, maka Ainan pun tidak membuat pernyataan atas nama pribadi. Tetapi memang tak sembarang orang bisa masuk ruang sidang PBB, apalagi membacakan pernyataan atas nama Indonesia. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...

PDIP Larang Kader ‘Ngartis’ Bila Lolos Jadi Anggota Dewan

Metrobatam, Jakarta - PDI Perjuangan melarang artis yang didaftarkan sebagai caleg DPR tetap aktif terjun setiap hari di dunia hiburan jika sudah terpilih sebagai...

Bursa Cawapres Prabowo, Jagoan PKS Masih Lemah

Metrobatam, Jakarta - PKS masih menggadang-gadang sembilan nama kandidatnya untuk menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun sejauh ini, para jagoan PKS belum berjaya di...

Said Aqil Sebut Cara Berpikir Kapitra Ampera Berubah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengapresiasi langkah pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera yang menjadi calon legislatif...

Siswi SMA Ini Mendadak Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump

Metrobatam, Mojokerto - Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto ini mendadak lumpuh. Hanum diduga lumpuh usai menjalani hukuman squat...

Kapal Rombongan IPB Tenggelam di Lebak, 2 Orang Meninggal

Metrobatam, Serang - KM Orange, yang membawa rombongan Institut Pertanian Bogor (IPB), tenggelam di perairan Binuangeun, Lebak, Banten. Dua orang dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu...

Singkirkan ‘Ekstrim Kanan’, Kemenag Promosikan Moderasi Agama

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Agama berupaya menyingkirkan segala bentuk pemahaman yang bertentangan dengan semangat nasionalisme. Upaya itu dilakukan melalui program Moderasi Agama untuk mewujudkan...

Inalum Caplok 51% Saham Freeport, What’s Next?

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Inilah 10 Nama di Dinasti Ratu Atut: Anak, Adik, hingga Mantu

Metrobatam, Banten - 'Dinasti' Ratu Atut Chosiyah di Banten dengan bendera Partai Golkar tak tergoyahkan. Mereka duduk di berbagai posisi strategis dan kunci di...

Survei LIPI: Jokowi 46%, Prabowo 17%

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih unggul dibanding Prabowo Subianto. "Pilihan capres...
BAGIKAN