Jadi Tersangka Korporasi, Aset PT DGI Bisa Disita KPK

Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bisa menyita aset-aset korporasi yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi, termasuk PT Duta Graha Indonesia (DGI), –yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring, satu-satunya korporasi yang telah berstatus tersangka.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK (Labuksi) Irene Putri.

“Terhadap perusahaan-perusahaan, apalagi tersangkanya kan korporasi, aset-aset korporasi bisa kami sita untuk pembayaran uang pengganti yang diduga diterima korporasi,” kata Irene di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10).

Irene mencontohkan, penyitaan aset yang terkait hasil korupsi dalam penanganan kasus korupsi dan pencucian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Dia menyebut aset berupa pabrik Perkebunan Sawit di daerah Riau milik Nazaruddin dirampas oleh negara sebagaimana putusan pengadilan atas perkara Nazaruddin.

“KPK bisa sita perusahaan. Kami sita pabriknya. Sudah dilelang dan laku Rp46 miliar di daerah Riau. Izin usahanya juga bisa dicabut,” tutur Irene yang juga jaksa penuntut umum KPK dalam perkara e-KTP.

Lebih lanjut, Irene mengatakan, pihaknya tengah melacak sejumlah aset milik PT DGI yang disinyalir dari hasil korupsi. Namun, dia tak mau bicara lebih rinci lantaran masih dalam penyidikan.

“Kalau itu masih penyidikan saya tidak bisa kemukakan. Tetapi upaya pelacakan aset sudah dilakukan,” ujarnya.

“Pelacakan aset itu biasanya kita lakukan berkaitan dengan tersangkanya siapa, kemudian dilakukan pelacakan, termasuk misalnya nilai kerugian negara berapa maka itu akan dilakukan pelacakan,” kata Irene menjelaskan.

PT DGI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana. Perusahaan konstruksi itu diduga merugikan negara hingga Rp25 miliar dari total proyek Rp138 miliar.

Perusahaan yang melantai di bursa saham dengan kode DGIK itu bisa mendapatkan proyek tersebut atas bantuan Nazaruddin lewat Permai Grup.

Selain mengerjakan proyek pembangunan RS Udayana, PT DGI juga menggarap sejumlah proyek pemerintah lainnya, yakni pembangunan gedung di Universitas Mataram dan Universitas Jambi.

Kemudian pembangunan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya tahap 3, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya, gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik Medan, RS Inspeksi Tropis Surabaya, dan RSUD Ponorogo.

PT DGI juga dipercaya ikut mengerjakan proyek Wisma Atlet dan pembangunan Gedung Serba Guna Palembang, Pemprov Sumatera Selatan tahun 2011. Dari proyek itu PT DGi dapat fee hingga Rp49,01 miliar. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...

PDIP Larang Kader ‘Ngartis’ Bila Lolos Jadi Anggota Dewan

Metrobatam, Jakarta - PDI Perjuangan melarang artis yang didaftarkan sebagai caleg DPR tetap aktif terjun setiap hari di dunia hiburan jika sudah terpilih sebagai...

Bursa Cawapres Prabowo, Jagoan PKS Masih Lemah

Metrobatam, Jakarta - PKS masih menggadang-gadang sembilan nama kandidatnya untuk menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun sejauh ini, para jagoan PKS belum berjaya di...

Said Aqil Sebut Cara Berpikir Kapitra Ampera Berubah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengapresiasi langkah pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera yang menjadi calon legislatif...

Siswi SMA Ini Mendadak Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump

Metrobatam, Mojokerto - Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto ini mendadak lumpuh. Hanum diduga lumpuh usai menjalani hukuman squat...

Kapal Rombongan IPB Tenggelam di Lebak, 2 Orang Meninggal

Metrobatam, Serang - KM Orange, yang membawa rombongan Institut Pertanian Bogor (IPB), tenggelam di perairan Binuangeun, Lebak, Banten. Dua orang dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu...

Singkirkan ‘Ekstrim Kanan’, Kemenag Promosikan Moderasi Agama

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Agama berupaya menyingkirkan segala bentuk pemahaman yang bertentangan dengan semangat nasionalisme. Upaya itu dilakukan melalui program Moderasi Agama untuk mewujudkan...

Inalum Caplok 51% Saham Freeport, What’s Next?

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Inilah 10 Nama di Dinasti Ratu Atut: Anak, Adik, hingga Mantu

Metrobatam, Banten - 'Dinasti' Ratu Atut Chosiyah di Banten dengan bendera Partai Golkar tak tergoyahkan. Mereka duduk di berbagai posisi strategis dan kunci di...

Survei LIPI: Jokowi 46%, Prabowo 17%

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih unggul dibanding Prabowo Subianto. "Pilihan capres...
BAGIKAN