Jaksa Agung: Kami Tak Akan Berhenti Kejar La Nyalla

162

Metrobatam.com, Jakarta – Kejaksaan Agung menyatakan tak akan berhenti mengusut perkara dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur yang melibatkan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti.

Lembaga Adhyaksa bahkan bertekad tak mencabut status cegah terhadap La Nyalla walaupun Pengadilan Negeri Surabaya membebaskan dia dari status tersangka kasus tersebut.

Menurut Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, putusan praperadilan bukan akhir dari pengusutan perkara korupsi di Kadin Jawa Timur. Ia berkata, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur justru akan segera mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk La Nyalla.

“Kami enggak akan berhenti. Saya mendukung langkah Kejati Jawa Timur. Biar nanti sampai kapanpun putusan tetap seperti itu, memenangkan La Nyalla, ya tetap (Kejaksaan) keluarkan sprindik baru lagi,” kata Prasetyo.

Prasetyo meminta masyarakat tidak menyalahkan Kejaksaan atas gugurnya status tersangka La Nyalla, sebab putusan tersebut bukan dikeluarkan oleh Kejaksaan, melainkan Pengadilan Negeri Surabaya.

“Tentu (status cegah dipertahankan). Itu tekad Kejaksaan. Biar masyarakat yang menilai. Kan dia (La Nyalla) tidak bisa lama-lama tinggal di negara lain,” ujar Prasetyo.

La Nyalla ditetapkan Kejaksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp5,3 miliar. Ia diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menilai putusan Pengadilan Negeri Surabaya atas gugatan praperadilan La Nyalla ‘miring.’ Ia menganggap banyak kejanggalan dalam sidang yang berlangsung selama sepekan terakhir.

Salah satu kejanggalan yang dilihat Maruli adalah adanya penolakan saksi fakta dari penyidik lembaga Adhyaksa saat praperadilan berlangsung. Hakim, kata dia, juga seperti selalu memberi kesempatan bagi kuasa hukum La Nyalla untuk memberi pertanyaan walaupun waktu telah habis.

Kuasa hukum La Nyalla, Ahmad Riyadh, menyatakan kliennya menggugat Kejaksaan karena penetapan status tersangka La Nyalla yang dianggap menyalahi prosedur Kitab Undang-undang Acara Hukum Pidana (KUHAP).

Salah satu hal yang digugat dalam sidang praperadilan adalah status kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Kadin Jawa Timur yang dianggap sudah tidak layak dilanjutkan oleh Kejaksaan.

Ahmad menyebut perkara dugaan penyalahgunaan dana hibah tersebut bersifat Nebis in Idem, yakni sudah diputus dan tidak dapat diusut kembali.  “Kasus itu sudah selesai di pengadilan,” kata Ahmad.

sumber CNN Indonesia

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Menjelang Akhir Tahun, Bupati Bintan Himbau Nelayan Waspada Saat Melaut

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau agar para nelayan di Kabupaten Bintan untuk ekstra waspada saat melaut. Himbauan tersebut dilontarkannya...

Pesawat AirAsia Perth – Bali Terjun 20 Ribu Kaki di Udara, Penumpang Panik

Metrobatam, Jakarta - Pesawat AirAsia dengan rute Perth menuju Bali terpaksa kembali ke Australia di tengah perjalanan setelah mengalami keadaan darurat pada Minggu (15/10). Sejumlah...

Bentuk Densus Tipikor, Kapolri Tawarkan 2 Metode Pemberantasan Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan adanya dua metode kerja Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Dua metode ini diharapkan dapat...

7 Sindikat Narkoba Diringkus Polisi, Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

Metrobatam, Jambi - Sebanyak 7 orang sindikat peredaran narkoba antarprovinsi diringkus anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda jambi. Dari tujuh pelaku, salah satunya wanita berinisial...

Sri Rahayu Penghina Jokowi Terancam Penjara 6 Tahun

Metrobatam, Cianjur - Sidang terdakwa kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menghadirkan terdakwa Sri Rahayu Ningsih digelar di Pengadilan Negeri Cianjur (PN Cianjur). Sri...

Perahu Pengungsi Rohingya Tenggelam Dekat Bangladesh, 8 Orang Tewas

Dhaka - Sebuah perahu yang dipenuhi pengungsi Rohingya tenggelam saat berlayar ke Bangladesh, dari Myanmar. Sedikitnya 8 orang tewas tenggelam dan puluhan orang lainnya...

Anggota DPRD Ini Lima Tahun Bisnis BBM Ilegal

Metrobatam, Bandung - JI (53), anggota DPRD Kabupaten Pangandaran nyambi menjadi penjual BBM ilegal. JI menjalankan bisnisnya sudah lima tahun. "Yang bersangkutan sudah 5 tahun...

PPP Cari Figur yang Bisa Dongkrak Elektabilitas Jokowi di 2019

Metrobatam, Jakarta - PPP kembali mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan belum memilih siapa yang akan diusung...

Mantan Ketua Fraksi Demokrat Ngaku Terima Rp970 Juta dari Nazaruddin

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah mengaku menerima uang Rp970 juta dari mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPR RI...

KPK Segera Rilis Evaluasi Praperadilan Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan hasil kajian atas kekalahan dalam praperadilan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov. Ketua KPK Agus Rahardjo...

Warga Mulai Ragukan Rumah DP Nol Persen Anies-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Warga mulai mempertanyakan janji gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tentang program Rumah dengan uang...
BAGIKAN