Jaksa Agung: Tuntutan 2 Tahun untuk Buni Yani Terkait Vonis Ahok

5535

Metrobatam, Jakarta – Buni Yani dituntut dua tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian. Jaksa Agung M Prasetyo menyebut besarnya tuntutan terhadap Buni Yani itu tak terlepas dari kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya sampaikan untuk kasus Buni Yani, JPU telah mengajukan tuntutan pidana selama dua tahun penjara. Pertimbangannya untuk keseimbangan karena bagaimanapun kasus ini tidak bisa dilepaskan kasus lain sebelumnya,” ujar Prasetyo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10).

Prasetyo mengatakan kasus Buni Yani tak bisa dilepaskan dari kasus Ahok. Ahok dipenjara 2 tahun akibat ucapannya di Pulau Pramuka tentang satu ayat dalam Surat Al-Maidah. Ucapan Ahok itu diviralkan Buni Yani melalui akun Facebook miliknya yang kemudian menjadi polemik besar.

“Ketika terdakwa kasus lain sebelumnya diputus hakim dengan dua tahun segera masuk, itu pula yang jadi pertimbangan jaksa bahwa harus ada keseimbangan,” tegas Prasetyo.

“Kita mengacu ada teori sebab-akibat bahwa kasus yang satu tak akan terjadi kalau tidak ada kasus yang lainnya,” imbuh dia.

Sementara terkait kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh Kim Jong-nam, Prasetyo menyatakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengirim jaksa senior ke Malaysia untuk mendampingi sidang terdakwa Warga Negara Indonesia (WNI), Siti Aisyah yang diduga membunuh Kim Jong-nam.

Prasetyo mengatakan, pengiriman jaksa senior ke Malaysia dilakukan untuk memberi masukan kepada pengacara Malaysia yang mendampingi Aisyah.

“Sudah beberapa kali kami kirim jaksa senior untuk mendampingi advokat dari Malaysia untuk memberi masukan,” ujar Prasetyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/10).

Prasetyo membeberkan, masukan yang diberikan jaksa senior kepada pengacara Aisyah adalah soal membangun alibi bagi Aisyah. Ia berkata, pihaknya berusaha membangun alibi bahwa Aisyah bukan pelaku pembunuh adik Presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Salah satu materi alibi yang coba dirancang Kejaksaan Agung yakni Aisyah tidak mengenal sama sekali Kim Jong-nam sehingga tidak memiliki motif untuk membunuh.

“Kami berusaha menyusun dan menyarankan alibi tentang apakah betul Siti Aisyah mempunyai niat membunuh. Sementara dia tidak kenal dengan orang itu,” ujarnya.

Selain itu, Prasetyo mengklaim, pihaknya juga tengah menelusuri racun yang diduga menjadi penyebab Kim Jong-nam tewas. Sejauh ini, obat itu ditengarai dimiliki intelijen asing yang dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Kim Jong-nam.

“Obat itu sangat langka dan tidak dijual secara bebas,” ujar Prasetyo.

Lebih dari itu, Prasetyo masih yakin Aisyah akan menghirup udara bebas karena merupakan korban di balik pembunuhan tersebut.

“Kami melihat Siti Aisyah ini sebenarnya justru adalah korban atau orang yang diperdaya untuk melakukan sesuatu tanpa diketahui apa yang dilakukannya,” ujarnya.

Siti Aisya dan seorang warga Vietnam Doan Thi Huong diancam hukuman mati setelah dijerat pasal pembunuhan berencana yang dilakukan pada 13 Januari lalu terhadap Kim Jong-nam.

Rekaman CCTV menunjukkan Siti Aisyah dan Doan tiba-tiba menyeka wajah Jong-nam menggunakan racun VX saat berada di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Racun saraf VX dikategorikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai senjata pemusnah massal. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...

Lagi, Polda Sumut Tangkap Perwira Polisi Karena Narkoba

Metrobatam, Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap perwira polisi berpangkkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di kawasan Mariendal, Kecamatan Patumbak,...

Selingkuh di Hotel Bersama Pria Idaman, Seorang Janda Tersedak Kondom

Metrobatam, Madiun – Kabar heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah...

KPK Terbantu Dokter RSCM dan IDI Dalam Hadapi ‘Drama’ Setya Novanto

Metrobata, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Febri Diansyah mengakui pihaknya cukup terbantu peran dari tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)...

Polisi Ciduk 33 Orang dalam Razia Kampung Narkoba di Tanah Kusir

Metrobatam, Jakarta - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan razia narkoba di Kampung Peninggaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebanyak 33 orang diamankan polisi untuk dimintai...

Sah! MK Bolehkan Pegawai Nikah dengan Teman 1 Kantor

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kebahagiaan bagi karyawan yang ingin menikahi pasangannya dalam 1 kantor. MK memperbolehkan pernikahan antar-rekan satu kantor karena...

Gara-Gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Salim Stres Lalu Gantung Diri

Metrobatam, Padangsidimmpuan - Salim Batu Bara (21), warga Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara nekat gantung diri di areal kebun cokelat...

Mohamed Salah: Raja Mesir yang Membumi

Liverpool - Orang-orang di Liverpool menjuluki The King Of Egypt. Usai jadi pahlawan Mesir ke Piala Dunia dan bikin banyak gol di Liverpool, Mohamed...

Kutai Barat di Kaltim, Bakal Calon Ibu Kota Baru RI yang Masih “Sepi”

Metrobatam, Jakarta - Wacana pemindahan ibu kota negara semakin mencuat. Beberapa kota disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru Negara Indonesia. Salah satunya ialah Kabupaten...

Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

Metrobatam, Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan...
BAGIKAN