Jaksa Agung: Tuntutan 2 Tahun untuk Buni Yani Terkait Vonis Ahok

Metrobatam, Jakarta – Buni Yani dituntut dua tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian. Jaksa Agung M Prasetyo menyebut besarnya tuntutan terhadap Buni Yani itu tak terlepas dari kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya sampaikan untuk kasus Buni Yani, JPU telah mengajukan tuntutan pidana selama dua tahun penjara. Pertimbangannya untuk keseimbangan karena bagaimanapun kasus ini tidak bisa dilepaskan kasus lain sebelumnya,” ujar Prasetyo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10).

Prasetyo mengatakan kasus Buni Yani tak bisa dilepaskan dari kasus Ahok. Ahok dipenjara 2 tahun akibat ucapannya di Pulau Pramuka tentang satu ayat dalam Surat Al-Maidah. Ucapan Ahok itu diviralkan Buni Yani melalui akun Facebook miliknya yang kemudian menjadi polemik besar.

“Ketika terdakwa kasus lain sebelumnya diputus hakim dengan dua tahun segera masuk, itu pula yang jadi pertimbangan jaksa bahwa harus ada keseimbangan,” tegas Prasetyo.

“Kita mengacu ada teori sebab-akibat bahwa kasus yang satu tak akan terjadi kalau tidak ada kasus yang lainnya,” imbuh dia.

Sementara terkait kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh Kim Jong-nam, Prasetyo menyatakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengirim jaksa senior ke Malaysia untuk mendampingi sidang terdakwa Warga Negara Indonesia (WNI), Siti Aisyah yang diduga membunuh Kim Jong-nam.

Prasetyo mengatakan, pengiriman jaksa senior ke Malaysia dilakukan untuk memberi masukan kepada pengacara Malaysia yang mendampingi Aisyah.

“Sudah beberapa kali kami kirim jaksa senior untuk mendampingi advokat dari Malaysia untuk memberi masukan,” ujar Prasetyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/10).

Prasetyo membeberkan, masukan yang diberikan jaksa senior kepada pengacara Aisyah adalah soal membangun alibi bagi Aisyah. Ia berkata, pihaknya berusaha membangun alibi bahwa Aisyah bukan pelaku pembunuh adik Presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Salah satu materi alibi yang coba dirancang Kejaksaan Agung yakni Aisyah tidak mengenal sama sekali Kim Jong-nam sehingga tidak memiliki motif untuk membunuh.

“Kami berusaha menyusun dan menyarankan alibi tentang apakah betul Siti Aisyah mempunyai niat membunuh. Sementara dia tidak kenal dengan orang itu,” ujarnya.

Selain itu, Prasetyo mengklaim, pihaknya juga tengah menelusuri racun yang diduga menjadi penyebab Kim Jong-nam tewas. Sejauh ini, obat itu ditengarai dimiliki intelijen asing yang dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Kim Jong-nam.

“Obat itu sangat langka dan tidak dijual secara bebas,” ujar Prasetyo.

Lebih dari itu, Prasetyo masih yakin Aisyah akan menghirup udara bebas karena merupakan korban di balik pembunuhan tersebut.

“Kami melihat Siti Aisyah ini sebenarnya justru adalah korban atau orang yang diperdaya untuk melakukan sesuatu tanpa diketahui apa yang dilakukannya,” ujarnya.

Siti Aisya dan seorang warga Vietnam Doan Thi Huong diancam hukuman mati setelah dijerat pasal pembunuhan berencana yang dilakukan pada 13 Januari lalu terhadap Kim Jong-nam.

Rekaman CCTV menunjukkan Siti Aisyah dan Doan tiba-tiba menyeka wajah Jong-nam menggunakan racun VX saat berada di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Racun saraf VX dikategorikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai senjata pemusnah massal. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN