Warga Negara Asing yang akan dideportasi dari Indonesia (Ilustrasi) Foto: Imigrasi Ngurah Rai

Metrobatam.com, Semarang – Sedikitnya 135 Warga Negara Asing (WNA) diusir dari wilayah kewenangan Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, sepanjang  2018 ini. Dari jumlah itu, warga negara Cina masih mendominasi jumlah pelanggaran administrasi keimigrasian, hingga harus dilakukan tindakan keimigrasian tanpa melalui proses Pro Justicia tersebut.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ramli HS Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah menjelaskan, ada sejumlah pelanggaran oleh WNA hingga tindakan keimigrasian harus dilakukan.

   

Seperti tinggal melebihi batas waktu (overstay), menyalahi izin tinggal hingga tidak taat pajak. “Sehingga, mereka harus ‘diusir’ dari wilayah Indonesia ini,” ungkapnya, di Semarang, Ahad (11/11).

Ramli menambahkan, tindakan tanpa melalui proses Pro Justicia ini dilakukan sepanjang Januari 2018 hingga bulan Oktober 2018. Diperkirakan jumlah WNA yang diusir ini masih bisa bertambah hingga akhir tahun nanti.

Ia juga menjelaskan, untuk beberapa pelanggaran overstay, umumnya WNA tersebut izin tinggalnya di Indonesia telah habis. Namun yang bersangkutan masih berada di wilayah Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Namun ada juga WNA yang diusir karena enggan untuk membayar kewajiban pajaknya. Mereka umumnya merupakan pengusaha yang memiliki tempat usaha di Jawa Tengah.

Ramli juga menambahkan, untuk WNA yang dikenakan penegakan hukum (Pro Justicia)  keimigrasian di wilayah kerjanya, sejak Januari hingga Oktober 2018 ini sebanyak delapan orang.

Bahkan saat ini masih ada tiga orang WNA yang penegakan hukumnya masih diproses. Masing- masing di Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Pmalang serta Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap.

Penegakan hukum ini sebagai komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang dalam rangka melakukan penegakan hukum terhadap WNA yang melakukan pelanggaran di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, dari data Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang tercatat hingga tahun 2018 ini ada sebanyak 4.564 orang WNA yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah.

Dari jumlah ini, WNA yang Koordinasi dan Pengawasannya di bawah  Kantor Imigrasi Kelas I Semarang tercatat sebanyak 1.825 orang WNA.

“Sisanya tersebar di bawah Koordinasi dan Pengawasan Kantor Imigrasi Pati, Surakarta, Cilacap, Pemalang dan Kantor Imigrasi Wonosobo,” tambah Ramli.

(Republika)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Disebut Prabowo BUMN Bangkrut, Ini Curhatan Dirut Garuda

Metrobatam, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto belum lama ini melontarkan penyataan yang cukup menghebohkan. Dia bilang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu persatu...

Lelang Jabatan Pemprov Jabar, 114 Orang Berebut 15 Posisi

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat meloloskan 114 pendaftar untuk melanjutkan proses seleksi terbuka pengisian 15 jabatan pimpinan tinggi pratama...

BPN Prabowo Ingin Selesai Damai, Kill the DJ Ngaku Belum Ditemui

Metrobatam, Yogyakarta - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di DIY menginginkan agar perkara lagu 'Jogja Istimewa' diselesaikan dengan musyawarah. Namun Marzuki Mohamad atau...

Yusril Ungkap Alasan Masuk Tim Pakar Debat Capres Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi klaim Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang menyebut namanya masuk dalam...

Awak Maskapai Malindo Air Terlibat Penyelundupan Narkoba ke Australia

Melbourne - Polisi di Melbourne berhasil membongkar sindikat narkoba internasional yang menggunakan awak maskapai Malindo Air dari Malaysia untuk menyeludupkan narkoba ke Australia selama...

Polisi Ungkap Gudang Narkoba di Apartemen Park View Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Anggota Unit Narkoba Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat mengungkap gudang penyimpanan narkoba di Apartemen Park View, Kembangan Jakarta Barat. Kepala Polsek...

Ikatan Dai Aceh Sambangi KPU, Koordinasi soal Tes Baca Alquran

Metrobatam, Jakarta - Ikatan Dai Aceh menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pagi ini. Mereka ingin berkoordinasi soal tes baca Alquran bagi capres-cawapres 2019. "Buat ngomongin...

Pesta Sabu , Aris Idol Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Priok menangkap Januarisman Runtuwenen (JR) alias Aris 'Indonesia Idol' atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Kabid...

Deputi KSP Tegaskan Jokowi Tak Biarkan Kasus HAM Terlantar

Metrobatam, Jakarta - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani menegaskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak pernah membiarkan kasus pelanggaran HAM masa...

6 Fakta Kill The DJ yang Murka Lagunya Dipakai Kampanye Tim Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Kill The DJ alias Marzuki Mohamad, murka lagu 'Jogja Istimewa' dipakai kampanye tim Prabowo. Siapa Kill The DJ? Berikut fakta-fakta pria kelahiran...

Bawaslu Tegur KPU Soal Jokowi dan Prabowo Curi Start Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegur Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan capres Joko Widodo dan Prabowo...

Ditawar Jadi PSK, Cita Citata Marah Banget

Metrobatam, Jakarta - Cita Citata rupanya pernah ditawar untuk jadi pekerja seks komersial (PSK). Marah besar, ia pun menolaknya mentah-mentah. "Banyak banyak banget, contohlah beberapa...