JIka Kepri Tidak Bisa Atasi, Warga Tambelan Minta Bantu Kalbar

768
Foto net : Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang rapat dengar pendapat dengan anggota DPRD Kepri, Senin (16/5).

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang akan meminta bantuan Pemerintah Kalimantan Barat jika Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak mampu mengatasi permasalahan keterisoliran.

Permintaan bernada ancaman itu disampaikan Wakil ketua Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang Robby Patria seusai rapat dengar pendapat dengan anggota DPRD Kepri, Senin.

“Keterisoliran ini disebabkan tidak ada kapal dari Tanjungpinang atau Bintan menuju Tambelan. Jika permasalahan ini tidak diselesaikan Pemprov Kepri, maka kami akan minta bantuan kepada Gubernur Kalbar,” ujarnya.

Dia mengatakan sekitar dua bulan tidak ada kapal yang berlayar ke Pulau Tambelan, salah satu kecamatan di Pemkab Bintan, Kepri. Padahal ribuan warga Tambelan tinggal di Tanjungpinang.

Alat transportasi laut yang selama ini dikelola PT Pelni dalam kondisi rusak. Namun sejak dua bulan lalu sampai sekarang belum dapat berlayar.

Kekhawatiran warga Tambelan yang tinggal di Tanjungpinang tidak dapat pulang kampung menjelang Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Warga Tambelan juga ingin menjenguk saudara-saudaranya yang tinggal di Tanjungpinang maupun pulau lainnya menjelang Idul Fitri.

“Sebelum Ramadhan, kami minta sudah ada kapal yang diberikan pemerintah untuk kembali berlayar dari Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri ke Tambelan. Karena jika tidak, kami akan minta bantuan Gubernur Kalbar untuk memfasilitasi masalah ini ke Menteri Perhubungan RI,” katanya.

Secara goegrafis, Robby mengatakan Tambelan memiliki kedekatan jarak dengan Provinsi Kalimantan Barat. Akses transportasi laut dari Kalbar ke Tambelan juga tidak pernah terputus.

“Tidak seperti dari Tanjungpinang ke Tambelan yang sudah dua bulan ini akses tranpotasi laut itu terputus, dan tak ada solusi,” tegasnya.

Ancaman yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Kepri itu untuk saat ini masih seperti peringatan sehingga tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hal itu disebabkan dalam pertemuan itu diperoleh kesepakatan DPRD Kepri akan menindaklanjuti masalah tersebut dengan mengadakan pertemuan kembali pada Kamis (19/5) dengan menghadirkan instansi terkait, PT Pelni dan Lantamal IV/Tanjungpinang.

“Kami akan menunggu hasil dari pertemuan di hari kamis (19/5) itu nanti. Karena, pemerintah memiliki kewajiban menyelesaikan persolan ini. Jika tidak, malulah dengan pejuang Kepri yang telah merumuskan terbentuknya Provinsi Kepri yang berasal dari  Tambelan,” tuturnya.

Sementara itu, ketidakhadiran angota DPRD Kepri Dapil Lingga-Bintan dalam hearing tersebut masih dimaklumi, mengingat, komunikasi yang dilakukan melalui via seluler.

“Tapi, seandainya mereka peka terhadap kondisi transportasi laut ke Tambelan ini, mustahil mereka tak tau. Apalagi masalah ini sudah terjadi sekitar 2 bulan lalu,” ucapnya.

Sumber : Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...

Bekuk 5 Bandar Narkoba di Aceh Utara, BNN Sita 40 Kg Sabu

Metrobatam, Lhokseumawe - Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk 5 bandar narkoba di Aceh. Sebanyak 40 kilogram sabu disita dalam penangkapan tersebut. Awalnya, penangkapan dilakukan terhadap...

FPI Doakan Musuh Rizieq Shihab Dihancurkan, Anis Doakan Rizieq Panjang Umur

Metrobatam, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) mendoakan semua musuh dan orang yang memfitnah Rizieq Shihab dalam perayaan hari ulang tahun ke-19 FPI. Berdasarkan...

Korban First Travel Minta Pemerintah Bantu Kembalikan Uang Jemaah

Metrobatam, Jakarta - Jemaah korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel meminta pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan. Hingga saat...

Zaskia Gotik Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat Kabupaten Bintan 2017 sempena HUT Kemerdekaan RI ke 72 berlangsung sangat meriah. Hal itu terlihat,...

DPRD Kepri Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi DPRD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hak-Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota...

Dibandingkan Batam, Turis Singapura Pilih Liburan ke Johor Baru Malaysia

Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Singapura ternyata masih memilih Johor Baru, Malaysia sebagai destinasi akhir pekan mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan Singapura yang...

Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta - Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal...

Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam

Metrobatam, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin menyata0kan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dari berbagai golongan masyarakat, hingga akhirnya merdeka...