JIka Kepri Tidak Bisa Atasi, Warga Tambelan Minta Bantu Kalbar

Foto net : Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang rapat dengar pendapat dengan anggota DPRD Kepri, Senin (16/5).

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang akan meminta bantuan Pemerintah Kalimantan Barat jika Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak mampu mengatasi permasalahan keterisoliran.

Permintaan bernada ancaman itu disampaikan Wakil ketua Kerukunan Keluarga Tambelan Tanjungpinang Robby Patria seusai rapat dengar pendapat dengan anggota DPRD Kepri, Senin.

“Keterisoliran ini disebabkan tidak ada kapal dari Tanjungpinang atau Bintan menuju Tambelan. Jika permasalahan ini tidak diselesaikan Pemprov Kepri, maka kami akan minta bantuan kepada Gubernur Kalbar,” ujarnya.

Dia mengatakan sekitar dua bulan tidak ada kapal yang berlayar ke Pulau Tambelan, salah satu kecamatan di Pemkab Bintan, Kepri. Padahal ribuan warga Tambelan tinggal di Tanjungpinang.

Alat transportasi laut yang selama ini dikelola PT Pelni dalam kondisi rusak. Namun sejak dua bulan lalu sampai sekarang belum dapat berlayar.

Kekhawatiran warga Tambelan yang tinggal di Tanjungpinang tidak dapat pulang kampung menjelang Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Warga Tambelan juga ingin menjenguk saudara-saudaranya yang tinggal di Tanjungpinang maupun pulau lainnya menjelang Idul Fitri.

“Sebelum Ramadhan, kami minta sudah ada kapal yang diberikan pemerintah untuk kembali berlayar dari Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri ke Tambelan. Karena jika tidak, kami akan minta bantuan Gubernur Kalbar untuk memfasilitasi masalah ini ke Menteri Perhubungan RI,” katanya.

Secara goegrafis, Robby mengatakan Tambelan memiliki kedekatan jarak dengan Provinsi Kalimantan Barat. Akses transportasi laut dari Kalbar ke Tambelan juga tidak pernah terputus.

“Tidak seperti dari Tanjungpinang ke Tambelan yang sudah dua bulan ini akses tranpotasi laut itu terputus, dan tak ada solusi,” tegasnya.

Ancaman yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Kepri itu untuk saat ini masih seperti peringatan sehingga tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hal itu disebabkan dalam pertemuan itu diperoleh kesepakatan DPRD Kepri akan menindaklanjuti masalah tersebut dengan mengadakan pertemuan kembali pada Kamis (19/5) dengan menghadirkan instansi terkait, PT Pelni dan Lantamal IV/Tanjungpinang.

“Kami akan menunggu hasil dari pertemuan di hari kamis (19/5) itu nanti. Karena, pemerintah memiliki kewajiban menyelesaikan persolan ini. Jika tidak, malulah dengan pejuang Kepri yang telah merumuskan terbentuknya Provinsi Kepri yang berasal dari Tambelan,” tuturnya.

Sementara itu, ketidakhadiran angota DPRD Kepri Dapil Lingga-Bintan dalam hearing tersebut masih dimaklumi, mengingat, komunikasi yang dilakukan melalui via seluler.

“Tapi, seandainya mereka peka terhadap kondisi transportasi laut ke Tambelan ini, mustahil mereka tak tau. Apalagi masalah ini sudah terjadi sekitar 2 bulan lalu,” ucapnya.

Sumber : Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN