Jika Terjadi Perang dengan China, Filipina Minta Bantuan Amerika Serikat

682
Presiden Filipina

Metrobatam.com, Manila – Filipina sudah bersiap-siap meminta bantuan Amerika Serikat (AS) jika konfrontasi atau perang dengan China benar-benar pecah di Laut China Selatan. Permintaan bantuan itu disampaikan presiden terpilih Filipina, Rodrigo Guterte.

Duterte dalam sebuah pidato di sebuah forum bisnis di Kota Davao selatan menyinggung “1951 Mutual Defense Treaty” sebuah perjanjian sekutu antara Manila dan Washington. Dalam perjanjian itu, AS tidak secara otomatis wajib segera membantu Filipina jika terlibat konfrontasi dengan China atas sengketa Laut China Selatan.

Permintaan bantuan AS itu disampaikan Duterte kepada Duta Besar AS di Manila, Philip Goldberg, dalam sebuah pertemuan. ”Apakah Anda dengan kami atau Anda tidak dengan kami?” tanya Duterte.
Goldberg pun menjawab, “Hanya jika Anda diserang.”

Sementara itu, Di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa departemen tidak akan mengomentari rincian percakapan diplomatik, termasuk kemungkinan AS membantu Filipina jika terjadi konfrontasi dengan China di Laut China Selatan.

Hanya saja, departemen itu menegaskan bahwa aliansi AS-Filipina merupakan aliasi “ketat”, dan AS akan berdiri memenuhi komitmen seperti dalam perjanjian tersebut.

”Presiden Obama telah jelas bahwa kita akan berdiri dengan komitmen kami untuk Filipina, seperti yang kita lakukan untuk setiap perjanjian pertahanan bersama sekutu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Anna Richey-Allen, seperti dikutip ABC, Rabu (22/6/2016).

”Ketergantungan kami dan kehandalan sebagai sekutu telah berdiri selama puluhan tahun. Di luar itu, kami tidak akan mengomentari hipotesis,” katanya lagi.

AS tidak ambil bagian dalam sengketa teritorial Laut China Selatan. Kawasan itu, hampir seluruhnya diklaim oleh China. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga ikut mengklaim.

Indonesia tidak terlibat dalam sengketa klaim maritim itu. Namun, beberapa hari ini Indonesia terlibat ketegangan dengan China, setelah kapal nelayan China masuk perairan Natuna, Indonesia, di kawasan Laut China Selatan.

Terakhir, kapal perang Indonesia menembaki kapal nelayan China yang diduga mencuri ikan di Natuna. Alih-alih minta maaf, China justru protes dan menyalahkan Indonesia. China bahkan mengklaim kapal nelayannnya beroperasi di perairan tradisional China.

(Mb/Sindonews)

 

 

 

 

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN