Jimly: Komnas HAM Jangan Dibubarkan, tapi Perlu Konsolidasi

Metrobatam, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengusulkan agar lembaga semi-negara, salah satunya Komnas HAM, dibubarkan. Ketua Pansel Anggota Komnas HAM Jimly Asshiddiqie tidak setuju karena masih banyak peran Komnas HAM untuk melindungi kaum minoritas.

“Jadi memang wajar kalau ada pikiran untuk konsolidasi, baik saja itu. Tapi institusi yang secara independen menangani human right itu penting,” kata Jimly di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Selasa (4/7).

“Negara kita itu negara demokrasi, tapi pada saat yang sama soal-soal keadilan harus menjadi pengimbang demokrasi majoritarian. Nah Komnas HAM ini menjadi pengimbang,” ucapnya.

Jimly mengatakan pembubaran Komnas HAM tidak menjadi solusi untuk permasalahan komunikasi antarlembaga yang belum berjalan baik. Dia mengatakan perlu dibangun konsolidasi untuk menguatkan perlindungan HAM di Indonesia.

“Oleh karena itu, kita harus punya institusi yang urusi human right. Nah Komnas ini jangan dibubarin, tapi dibawa dulu konsolidasi iya, itu penting. Jawabannya bukan bubar, tapi konsolidasi, jadi makin kuat,” ujarnya.

Jimly menyebut telah ada usaha memperbaiki kinerja Komnas HAM. Salah satunya melalui penunjukan komisioner dari 14 menjadi 7 anggota.

“Jadi kata-kata Fahri Hamzah kita ambil positifnya saja. Jangan simpulkan yang lain. Mentang-mentang dia mau bubarin KPK, Komnas HAM jadi bubar juga. Jangan dua-duanya, itu kita perlukan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyoroti keberadaan Komnas HAM dan lembaga yang disebutnya semi-negara itu.

“Saya mulai agak mulai takut dengan perkembangan lembaga sampiran negara atau lembaga semi-negara, termasuk Komnas HAM, dan juga yang seperti terjadi ke KPK. Jadi sebetulnya lembaga-lembaga ini sudah tidak diperlukan karena sebetulnya negara telah mengalami konsolidasi demokrasi dan penguatan institusinya secara baik,” ungkap Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/7).

Fahri meminta Jokowi mengevaluasi lembaga yang disebutnya semi-negara ini. Menurutnya, ada potensi persaingan antara lembaga semi-negara dan lembaga inti.

“Coba evaluasi lagi, jangan-jangan lembaga ini tidak diperlukan. Mumpung lagi hemat sekarang, bubarin aja toh tidak ada fungsinya di negara kok,” ungkapnya.

(mb/detikcom)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bangun Tol di Lampung dan Sumsel, Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,041 T

Metrobatam, Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Salah satu...

Kontroversi Prabowo Teriak Pemerintah Ugal-ugalan

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pemerintahan Kabinet Kerja ugal-ugalan dalam mengelola negara. Kabinet Kerja...

Polisi Tegaskan Peluru Nyasar di DPR Bukan Dilepaskan Sniper

Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menegaskan peluru yang menyasar ke ruang kerja dua anggota DPR...

Demokrat Bela Andi Arief soal Cuitan ke Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat membela kadernya yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terkait kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam kicaunya Andi...

Surabaya Punya Sesar Aktif, Risma Siapkan Antisipasi Gempa

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara menanggapi adanya dua sesar aktif di yang berada di Kota Surabaya. Risma mengaku dirinya...

Anies Bongkar 4 Poin Perda Tibum untuk Legalkan Becak di Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah kembali membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu. Buat memuluskan niatnya, dia mengajukan...

Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...
SHARE