JK: Pemicu Konflik, Rasa Ketidakadilan yang Dibenturkan ke SARA

Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dikenal sebagai tokoh perdamaian Indonesia karena pernah mendamaikan beberapa konflik di tanah air. JK pun punya pandangan sendiri soal konflik-konflik yang terjadi di Indonesia.

JK mengatakan, ada dua jenis konflik, yakni horizontal dan vertikal. Konflik horizontal yakni yang terjadi antara masyarakat dengn hukum atau negara. Sedangkan vertikal yakni konflik yang terjadi antar masyarakat.

“Saya sering mengukur konflik yang besar itu kalau korban yang tewas lebih dari 1.000 orang. Saya mencatat itu sekitar 15 kali konflik itu terjadi (di Indonesia), mulai RMS, GAM di Aceh, Permesta, DI TII, Papua, Timtim, semuanya ada 15 kali yang korbannya mencapai ribuan orang,” kata JK di Jakarta, Senin (29/8).

JK menilai, konflik berskala besar yang terjadi di Indonesia, di antaranya kerusuhan di Ambon, Poso, konflik antara suku Dayak dengan Madura di Kalimantan dan tragedi Mei ’98.

“Itu konflik antara masyarakat dengan masyarakat. Tentu itu melawan hukum, tapi antara masyarakat dengan masyarakat,” kata JK.

Sementara itu, konflik berskala kecil juga kerap terjadi. Seperti kerusuhan di Tanjung Balai Karimun beberapa waktu lalu. “Yang seperti itu puluhan terjadi di negara kita. Tentu kepolisian harus mengatasi itu. Lebih baik dicegah daripada mengatasi,” katanya.

Sementara itu, konflik vertikal yang terjadi di Indonesia, dari belasan kejadian, hanya ada satu yang bisa diselesaikan lewat dialog, yakni konflik GAM di Aceh. Untuk konflik horizontal, ada dua yang diselesaikan lewat perdamaian, yakni kerusuhan di Poso dan Ambon.

“Yang lain diselesaikan dengan operasi militer, tentu ini akan semakin banyak menimbulkan korban,” kata JK.

Lalu, apa sebenarnya pemicu konflik di Indonesia? JK menjelaskan, pemicu utamanya karena tak adanya keadilan. Rasa ketidakadilan ini diikuti oleh perbedaan ideologi dan separatisme.

“Sewaktu kasus PKI di Madiun dan DI/TII, ada rasa ketidakadilan. Kemudian Permesta merasa tidak mendapat pembangunan yang sama, lalu marah dan berontak. GAM juga demikian, berasal dari daerah yang kaya, mampu, tapi (daerahnya) yang bukan Aceh. Sama juga dengan Papua,” katanya.

“Jadi, apabila kita ingin menjaga negeri ini dengan baik, maka yang paling utama adalah keadilan dan kesejahteraannya harus kita ciptakan,” tambah JK.

Kemudian kenapa konflik itu mudah membesar? JK menjelaskan, faktor pendorong membesarnya konflik yakni jika melibatkan Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Karena jika melibatkan unsur keagamaan, maka kemudian tidak ada orang yang netral, semua berpihak dan orang mudah untuk masuk. Memobilisir dengan dasar agama. DI/TII itu awalnya hanya kekecewaan, tapi supaya melibatkan banyak orang, masuk ke agama,” kata JK.

“Begitu juga dengan di Poso dan Ambon, itu bukan masalah agama, itu bukan masalah agama, tapi masalah demokrasi yang tiba-tiba. Dulu di sana seimbang, kalau gubernur Islam, maka wakilnya Kristen, atau sebaliknya. Itu hilang. Terjadilah konflik politik. Tapi karena politik tidak banyak menimbulkan soliditas, maka masukklah agama. Maka terjadilah perang agama,” tambah JK. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Pastikan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan

Metrobatam.com, Jakarta - Kepolisian Indonesia memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan...

Parkir di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Semrawut

Metrobatam.com, Batam - Parkir kendaraan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau, terlihat semrawut pada H+2 Idul Fitri 1439 Hijriah, Minggu. Parkir di...

Hasil Lengkap dan Klasemen Piala Dunia 2018

Metrobatam.com, Rusia - Piala Dunia 2018 telah berlangsung selama empat hari dan sebanyak enam dari delapan grup telah memainkan pertandingan pertama, sejak dibuka pada...

Libur Lebaran, Warga Karimun Padati Pantai Pelawan

Metrobatam.com, Karimun - Pantai Pelawan di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dipadati pengunjung yang menghabiskan masa liburan pada hari ketiga Idul Fitri...

Pada H+2, Jalur Mudik Sumbar – Riau Macet Total

Metrobatam.com, Payakumbuh - Ratusan Ribu kendaraan pribadi terjebak macet di sepanjang jalur mudik Sumatera Barat - Riau tepatnya jalan yang menghubungkan Bukittinggi hingga Payakumbuh...

Polisi Tembak Mati Pembunuh dan Perampok Supir Taksi Online

Metrobatam.com, Palembang - Tim Reserse Kejahatan dan Kekerasan Polda Sumatera Selatan menembak mati satu dari tiga pembunuh dan perampok sopir taksi daring (Online) Grab...

Kroasia Kalahkan Nigeria 2-0 di Piala Dunia 2018

Metrobtam.com, Rusia - Pertandingan kedua di Grup D Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Nigeria berlangsung di Stadion Kaliningrad, Minggu (17/6) dini hari WIB. Nigeria dan Kroasia...

Rusuh, Papua Nugini Berlakukan Status Keadaan Darurat

Metrobatam.com, Sydney - Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan ke dataran tinggi berbatu untuk memulihkan ketertiban setelah perusuh terus...

Cara Cek Ban Mobil Layak Pakai atau Tidak

Metrobatam.com, (MB) - Memasuki musim mudik Lebaran, segala persiapan harus dilakukan. Terlebih, bagi yang membawa mobil pribadi. Salah satu yang harus diperhatikan adalah kondisi...

Waspada, Usai Ramadhan Penyakit Ini Sering Datang

Metrobatam.com, ( MB) - Puasa memang memberikan banyak manfaat terhadap tubuh, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Tapi setelah puasa selesai kadang kita...

Jorge Lorenzo Start Terdepan di MotoGP Katalunya

Metrobatam.com, Catalunya - Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo mencatatkan hasil posisif bersama Ducati setelah mengamankan posisi start terdepan dengan mengungguli kompatriot dan calon rekan setimnya...

6 Orang WN Vietnam Tahanan Kejari Natuna Melarikan Diri

Metrobatam.com, Natuna - Enam nelayan pelaku ilegal fishing Warga Negara Asing ( WNA) Vietnam yang menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna, melarikan diri selesai...
BAGIKAN