JK: Pemicu Konflik, Rasa Ketidakadilan yang Dibenturkan ke SARA

180

Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dikenal sebagai tokoh perdamaian Indonesia karena pernah mendamaikan beberapa konflik di tanah air. JK pun punya pandangan sendiri soal konflik-konflik yang terjadi di Indonesia.

JK mengatakan, ada dua jenis konflik, yakni horizontal dan vertikal. Konflik horizontal yakni yang terjadi antara masyarakat dengn hukum atau negara. Sedangkan vertikal yakni konflik yang terjadi antar masyarakat.

“Saya sering mengukur konflik yang besar itu kalau korban yang tewas lebih dari 1.000 orang. Saya mencatat itu sekitar 15 kali konflik itu terjadi (di Indonesia), mulai RMS, GAM di Aceh, Permesta, DI TII, Papua, Timtim, semuanya ada 15 kali yang korbannya mencapai ribuan orang,” kata JK di Jakarta, Senin (29/8).

JK menilai, konflik berskala besar yang terjadi di Indonesia, di antaranya kerusuhan di Ambon, Poso, konflik antara suku Dayak dengan Madura di Kalimantan dan tragedi Mei ’98.

“Itu konflik antara masyarakat dengan masyarakat. Tentu itu melawan hukum, tapi antara masyarakat dengan masyarakat,” kata JK.

Sementara itu, konflik berskala kecil juga kerap terjadi. Seperti kerusuhan di Tanjung Balai Karimun beberapa waktu lalu. “Yang seperti itu puluhan terjadi di negara kita. Tentu kepolisian harus mengatasi itu. Lebih baik dicegah daripada mengatasi,” katanya.

Sementara itu, konflik vertikal yang terjadi di Indonesia, dari belasan kejadian, hanya ada satu yang bisa diselesaikan lewat dialog, yakni konflik GAM di Aceh. Untuk konflik horizontal, ada dua yang diselesaikan lewat perdamaian, yakni kerusuhan di Poso dan Ambon.

“Yang lain diselesaikan dengan operasi militer, tentu ini akan semakin banyak menimbulkan korban,” kata JK.

Lalu, apa sebenarnya pemicu konflik di Indonesia? JK menjelaskan, pemicu utamanya karena tak adanya keadilan. Rasa ketidakadilan ini diikuti oleh perbedaan ideologi dan separatisme.

“Sewaktu kasus PKI di Madiun dan DI/TII, ada rasa ketidakadilan. Kemudian Permesta merasa tidak mendapat pembangunan yang sama, lalu marah dan berontak. GAM juga demikian, berasal dari daerah yang kaya, mampu, tapi (daerahnya) yang bukan Aceh. Sama juga dengan Papua,” katanya.

“Jadi, apabila kita ingin menjaga negeri ini dengan baik, maka yang paling utama adalah keadilan dan kesejahteraannya harus kita ciptakan,” tambah JK.

Kemudian kenapa konflik itu mudah membesar? JK menjelaskan, faktor pendorong membesarnya konflik yakni jika melibatkan Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Karena jika melibatkan unsur keagamaan, maka kemudian tidak ada orang yang netral, semua berpihak dan orang mudah untuk masuk. Memobilisir dengan dasar agama. DI/TII itu awalnya hanya kekecewaan, tapi supaya melibatkan banyak orang, masuk ke agama,” kata JK.

“Begitu juga dengan di Poso dan Ambon, itu bukan masalah agama, itu bukan masalah agama, tapi masalah demokrasi yang tiba-tiba. Dulu di sana seimbang, kalau gubernur Islam, maka wakilnya Kristen, atau sebaliknya. Itu hilang. Terjadilah konflik politik. Tapi karena politik tidak banyak menimbulkan soliditas, maka masukklah agama. Maka terjadilah perang agama,” tambah JK. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan dan Gubernur Kepri Kunjungi KEK Galang Batang

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun meninjau Lokasi KEK Galang Batang , Rabu sore (18/10)....

Ini Jadwal Kegiatan Memperingati HUT DPRD Kota Batam ke-17 Tahun 2017

METROBATAM.COM, BATAM - DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH  (DPRD) KOTA BATAM AKAN BERULANG TAHUN KE-17 TANGGAL 31 OKTOBER 2017. DENGAN MENGUSUNG TEMA" HARMONI DALAM KEBERSAMAAN"...

Ini Agenda DPRD Kota Batam Kamis, 19 Oktober 2017

METROBATAM.COM (MB) UNDANGAN : SERAHTERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT KEPALA LAPAS KELAS II A BATAM, TEMPAT : AULA LAPAS KELAS II A BATAM, PUKUL...

Bupati Bintan Kembangkan Konsep RTRW Pro Investasi dan Pemanfaatan Potensi Lokal

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos berdiskusi dan menuangkan ide-ide serta paparan konsep terkait Rancangan Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kabupaten...

HUT ke-17, bright PLN Batam Gelar Khitanan Massal Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Metrobatam.com, Batam - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam ke - 17 dan Hari Listrik Nasional (HLN) ke – 72,...

PKPI Terdaftar Pemilu di Batam “Sebagai Calon Pemilu 2019”

Metrobatam.com, Batam -Partai PKPI sudah terdaftar sebagai calon pemilu 2019 di KPU di Batam pada selasa, (17/10/2019). Saparudin Muda Ketua Dewan Penasehat PKPI Provinsi menerangkan,...

VIRAL! Terlahir Cacat, Anak Sapi Ini Berjalan 2 Kaki seperti Manusia

SAPI umumnya berkaki empat, namun tidak dengan yang satu ini. Seekor anak sapi terlahir dengan kondisi fisik tidak sempurna. Ya, sapi tersebut hanya memiliki...

Patroli Polair Polri di Batam Tangkap Kapal Pembawa Sayuran Ilegal

Metrobatam.com, Batam - Polisi menangkap sebuah kapal motor yang mengangkut sayuran secara ilegal. Kapal tersebut ditangkap di perairan Batam, Kepulauan Riau saat sedang berlayar. "Minggu,...

Diharapkan Kepala BP Batam yang Baru Membawa Perubahan

Metrobatam.com, Batam - Sidang pleno Dewan Kawasan Pelabuhan Bebas Perdagangan Bebas Batam menetapkan Lukita Dinarsyah Tuwo sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sekretaris Menko...

Nesar Ahmad Resmi Jabat Ketua DPRD Kabupaten Bintan Sisa Masa Jabatan 2014-2019

Metrobatam.com, Bintan - Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang Joni, SH, MH resmi melantik H Nesar Ahmad, S.Ip sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bintan sisa masa Jabatan...

DPRD Tanjungpinang Gelar Paripurna HUT Otonom Kota Tanjungpinang ke-16

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Otonom Kota Tanjungpinang yang ke 16, Selasa (17/10)...

HUT-72 Hari Listrik Nasional, Bright PLN Batam dan Polda Kepri akan Gelar Khitanan Massal

Metrobatam.com, Batam - Untuk membantu dan meringankan beban masyarakat Batam, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam ke-17 dan Hari Listrik...
BAGIKAN