JK: Pemicu Konflik, Rasa Ketidakadilan yang Dibenturkan ke SARA

184

Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dikenal sebagai tokoh perdamaian Indonesia karena pernah mendamaikan beberapa konflik di tanah air. JK pun punya pandangan sendiri soal konflik-konflik yang terjadi di Indonesia.

JK mengatakan, ada dua jenis konflik, yakni horizontal dan vertikal. Konflik horizontal yakni yang terjadi antara masyarakat dengn hukum atau negara. Sedangkan vertikal yakni konflik yang terjadi antar masyarakat.

“Saya sering mengukur konflik yang besar itu kalau korban yang tewas lebih dari 1.000 orang. Saya mencatat itu sekitar 15 kali konflik itu terjadi (di Indonesia), mulai RMS, GAM di Aceh, Permesta, DI TII, Papua, Timtim, semuanya ada 15 kali yang korbannya mencapai ribuan orang,” kata JK di Jakarta, Senin (29/8).

JK menilai, konflik berskala besar yang terjadi di Indonesia, di antaranya kerusuhan di Ambon, Poso, konflik antara suku Dayak dengan Madura di Kalimantan dan tragedi Mei ’98.

“Itu konflik antara masyarakat dengan masyarakat. Tentu itu melawan hukum, tapi antara masyarakat dengan masyarakat,” kata JK.

Sementara itu, konflik berskala kecil juga kerap terjadi. Seperti kerusuhan di Tanjung Balai Karimun beberapa waktu lalu. “Yang seperti itu puluhan terjadi di negara kita. Tentu kepolisian harus mengatasi itu. Lebih baik dicegah daripada mengatasi,” katanya.

Sementara itu, konflik vertikal yang terjadi di Indonesia, dari belasan kejadian, hanya ada satu yang bisa diselesaikan lewat dialog, yakni konflik GAM di Aceh. Untuk konflik horizontal, ada dua yang diselesaikan lewat perdamaian, yakni kerusuhan di Poso dan Ambon.

“Yang lain diselesaikan dengan operasi militer, tentu ini akan semakin banyak menimbulkan korban,” kata JK.

Lalu, apa sebenarnya pemicu konflik di Indonesia? JK menjelaskan, pemicu utamanya karena tak adanya keadilan. Rasa ketidakadilan ini diikuti oleh perbedaan ideologi dan separatisme.

“Sewaktu kasus PKI di Madiun dan DI/TII, ada rasa ketidakadilan. Kemudian Permesta merasa tidak mendapat pembangunan yang sama, lalu marah dan berontak. GAM juga demikian, berasal dari daerah yang kaya, mampu, tapi (daerahnya) yang bukan Aceh. Sama juga dengan Papua,” katanya.

“Jadi, apabila kita ingin menjaga negeri ini dengan baik, maka yang paling utama adalah keadilan dan kesejahteraannya harus kita ciptakan,” tambah JK.

Kemudian kenapa konflik itu mudah membesar? JK menjelaskan, faktor pendorong membesarnya konflik yakni jika melibatkan Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Karena jika melibatkan unsur keagamaan, maka kemudian tidak ada orang yang netral, semua berpihak dan orang mudah untuk masuk. Memobilisir dengan dasar agama. DI/TII itu awalnya hanya kekecewaan, tapi supaya melibatkan banyak orang, masuk ke agama,” kata JK.

“Begitu juga dengan di Poso dan Ambon, itu bukan masalah agama, itu bukan masalah agama, tapi masalah demokrasi yang tiba-tiba. Dulu di sana seimbang, kalau gubernur Islam, maka wakilnya Kristen, atau sebaliknya. Itu hilang. Terjadilah konflik politik. Tapi karena politik tidak banyak menimbulkan soliditas, maka masukklah agama. Maka terjadilah perang agama,” tambah JK. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Megawati Sukarnoputri Umumkan 4 Pasangan Cagub-Cawagub yang Diusung PDIP pada Pilkada 2018

Metrobatam.com, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan pada...

Batam International Culture Carnival 2017, Memikat Wisatawan Mancanegara

Metrobatam.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar festival budaya berskala internasional yang bertajuk BP Batam International Culture Carnival 2017. Event yang digelar dalam rangka...

BPBD Jabar: 668 Rumah Rusak akibat Gempa Bumi di Jabar

Metrobatam.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan hingga 16 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB, tercatat 668 rumah rusak akibat terdampak...

Manchester City Hajar Tottenham Hotspur 4-1

Metrobatam.com, Inggris - Manchester City mengamankan kemenangan ke-16 secara beruntun di Liga Inggris musim ini seusai menghajar Tottenham Hotspur dengan skor 4-1 pada pertandingan...

7 Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat Polres Karimun

Metrobatam.com, Karimun - Polres Karimun melaksanakan serentak Operasi Pekat Diwilayah Kabupaten Karimun. Operasi Pekat yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Karimun sabtu 16 Desember 2017...

Danlantamal IV Pimpin Sertijab Danlanal Batam

Metrobatam.com, Tanjungpinang -  Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan serah terima jabatan Komandan...

Peringatan Hari AIDS Sedunia, Sejarah dan Fakta tentang AIDS

Metrobatam.com, Batam - Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia...

Seminar dan Workshop Basic Life Support (BLS) atau BHD di Batam

Metrobatam.com, Batam - Dihadiri hadiri langsung oleh langsung Walikota Batam, H.Muhammad Rudi, SE, MM, Seminar dan Workshop Basic Life Support (BLS)/Bantuan Hidup Dasar (BHD),...

Sertijab Asintel Danlantamal dan Kakuwil Lantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab)...

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...
BAGIKAN