Jokowi: Demo Itu Hak, tapi Jangan Paksakan Kehendak

    359
    Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

    Metrobatam, Jakarta – Aksi besar-besaran akan digelar pada Jumat, 4 November nanti sebagai kelanjutan protes atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga menistakan agama. Apa respons Presiden Joko Widodo soal ini?

    “Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak,” ucap Presiden Jokowi usai menghadiri acara ‘Hari Menabung Nasional’ di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (31/10).

    Jokowi mengatakan pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat, tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum. Selain itu, Jokowi sudah memerintahkan aparat keamanan untuk siaga mengawal aksi tersebut.

    “Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun,” kata Jokowi.

    Aksi itu akan digelar beberapa kelompok umat Islam pada Jumat (4/10) mendatang. Aksi ini buntut dari pernyataan Ahok yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Atas pernyataan itu, Ahok juga dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama.

    Kasus itu masih bergulir di Bareskrim dan Ahok sudah memberi kesaksian. Aksi 4 November nanti akan turut dihadiri beberapa tokoh di antaranya Fadli Zon dan Fahri Hamzah, termasuk tokoh-tokoh Islam seperti Aa Gym dan lainnya.

    Tembak Di Tempat
    Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklarifikasi pernyataan Kapolda Metro Irjen M Iriawan yang memerintahkan jajarannya untuk menembak di tempat. Menurut Tito, perintah dari anak buahnya itu untuk melakukan pengamanan di Pilgub DKI 2017.

    “Katanya Kapolda Metro perintahkan tembak ditempat, saya sudah dengar sendiri rekamannya enggak ada perintah tembak di tempat untuk demonstran. Itu konteksnya dalam pengamanan Pilkada, jangan sampai mengadu domba,” kata Tito di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (31/10).

    Mantan Kepala BNPT itu menjelaskan intruksi untuk tembak di tempat itu memang ada. Akan tetapi bukan untuk aksi unjuk rasa melainkan pengamanan Pilgub DKI 2017 seperti mereka yang melakukan coret-coret rumah ibadah.

    “Kalau ada yang mencoret salib atau di masjid subuh-subuh, dicari, nah orang seperti ini kalau melawan ya akan dilumpuhkan termasuk dengan cara penembakan. Jadi konteksnya adalah mengenai Pilkada yang tadi mencoret-coret masjid itu loh,” jelasnya.

    Menurut Tito, di sejumlah media pernyataan Iriawan terkait tembak di tempat itu juga dikomentari oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut Tito ada pihak yang ingin membenturkan TNI-Polri dalam hal ini.

    “Tapi kemudian ada yang membuat berita seolah tembak di tempat untuk demonstran. Saya sudah menghadap Pak Panglima TNI, panglima pun mengatakan tidak pernah, ada bantahan-bantahan terkait apa yang disampaikan di media. Ada kecenderungan untuk membenturkan antara Polri dan TNI,” tandasnya.

    Pendapat senada diungkapkan Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul. Menurutnya, tidak ada perintah tembak di tempat dalam pengamanan aksi unjuk rasa terkait Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 4 November mendatang. Polisi akan mengedepankan langkah-langkah persuasif.

    “Kepolisian dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya sudah menyiapkan rencana pengamanannya dengan penebalan personil dan menambah kekuatan dari Brimob,” kata Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin.

    Martinus menjelaskan tiga langkah upaya pengamanan yang akan dilakukan kepolisian. Pertama, memastikan lokasi, benda-benda, massa serta kegiatan harus berjalan dengan baik dan tertib tanpa ada gangguan yang berakibat kepada masyarakat lain yang tidak ikut aksi.

    “Mari kita melakukan aksi dengan tertib, karena ada masyarakat (lain) juga yang melakukan aktivitas, sehingga kita butuh ketertiban di dalam melakukan aksi itu,” ujarnya.

    Kedua, lanjutnya, kepolisian sudah memploting personil-personil yang akan melakukan pengamanan di beberapa tempat seperti di objek-objek vital yang akan berlangsung tempat unjuk rasa.

    “Ketiga, dalam hal ini kami komunikasi dan berkoordinasi dengan beberapa stakeholder dan beberapa pihak yang melakukan aksi nantinya untuk menyampaikan, memberitahukan bahwa kiranya aksi harus dilaksanakan dengan tertib,” ujarnya.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

    Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

    Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

    Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

    Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

    Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

    IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

    Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

    Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

    Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...

    Densus 88 Tangkap Seorang Warga di Kalbar, Ini Alasannya

    Metrobatam, Pontianak - Akibat sering melakukan postingan tentang jihad selama kurang lebih 3 tahun, KT (45) warga Kabupaten Landak, Kalbar yang ditangkap Tim Densus...

    Presiden Prancis Minta Israel Hentikan Pembangunan di Yerusalem

    Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Paris. Dalam pertemuan tersebut Macron meminta Israel menghentikan pembangunan di...

    Barcelona Kalahkan Sepuluh Pemain Villarreal 2-0

    Metrobatam, Jakarta - Barcelona sukses mengalahkan Villarreal 2-0 di jornada ke-15 La Liga Spanyol. Blaugrana menang usai The Yellow Submarine bermain dengan sepuluh orang...

    Kapolda Sumsel Benarkan 2 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

    Metrobatam, Pelembang - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jenderal (Irjen) Zulkarnain Adinegara membenarkan adanya penangkapan dua orang warga Ogan Ilir diduga terlibat kasus terorisme. "Ya...

    Guardiola Heran Mourinho Selalu Mengeluhkan Wasit

    Manchester - Musim lalu protes Jose Mourinho soal wasit mengiring kekalahan Manchester United di laga derby. Hal yang sama baru saja terulang dan di...

    Banjir Bandang Terjang Solok, 1 Orang Hilang Tertimbun Longsor

    Metrobatam, Solok - Dua kecamatan wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan tanah longsor Sabtu 9 Desember 2017 malam. Akibat bencana tersebut...
    BAGIKAN