Jokowi: Demo Itu Hak, tapi Jangan Paksakan Kehendak

    361
    Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

    Metrobatam, Jakarta – Aksi besar-besaran akan digelar pada Jumat, 4 November nanti sebagai kelanjutan protes atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga menistakan agama. Apa respons Presiden Joko Widodo soal ini?

    “Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak,” ucap Presiden Jokowi usai menghadiri acara ‘Hari Menabung Nasional’ di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (31/10).

    Jokowi mengatakan pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat, tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum. Selain itu, Jokowi sudah memerintahkan aparat keamanan untuk siaga mengawal aksi tersebut.

    “Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun,” kata Jokowi.

    Aksi itu akan digelar beberapa kelompok umat Islam pada Jumat (4/10) mendatang. Aksi ini buntut dari pernyataan Ahok yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Atas pernyataan itu, Ahok juga dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama.

    Kasus itu masih bergulir di Bareskrim dan Ahok sudah memberi kesaksian. Aksi 4 November nanti akan turut dihadiri beberapa tokoh di antaranya Fadli Zon dan Fahri Hamzah, termasuk tokoh-tokoh Islam seperti Aa Gym dan lainnya.

    Tembak Di Tempat
    Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklarifikasi pernyataan Kapolda Metro Irjen M Iriawan yang memerintahkan jajarannya untuk menembak di tempat. Menurut Tito, perintah dari anak buahnya itu untuk melakukan pengamanan di Pilgub DKI 2017.

    “Katanya Kapolda Metro perintahkan tembak ditempat, saya sudah dengar sendiri rekamannya enggak ada perintah tembak di tempat untuk demonstran. Itu konteksnya dalam pengamanan Pilkada, jangan sampai mengadu domba,” kata Tito di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (31/10).

    Mantan Kepala BNPT itu menjelaskan intruksi untuk tembak di tempat itu memang ada. Akan tetapi bukan untuk aksi unjuk rasa melainkan pengamanan Pilgub DKI 2017 seperti mereka yang melakukan coret-coret rumah ibadah.

    “Kalau ada yang mencoret salib atau di masjid subuh-subuh, dicari, nah orang seperti ini kalau melawan ya akan dilumpuhkan termasuk dengan cara penembakan. Jadi konteksnya adalah mengenai Pilkada yang tadi mencoret-coret masjid itu loh,” jelasnya.

    Menurut Tito, di sejumlah media pernyataan Iriawan terkait tembak di tempat itu juga dikomentari oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut Tito ada pihak yang ingin membenturkan TNI-Polri dalam hal ini.

    “Tapi kemudian ada yang membuat berita seolah tembak di tempat untuk demonstran. Saya sudah menghadap Pak Panglima TNI, panglima pun mengatakan tidak pernah, ada bantahan-bantahan terkait apa yang disampaikan di media. Ada kecenderungan untuk membenturkan antara Polri dan TNI,” tandasnya.

    Pendapat senada diungkapkan Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul. Menurutnya, tidak ada perintah tembak di tempat dalam pengamanan aksi unjuk rasa terkait Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 4 November mendatang. Polisi akan mengedepankan langkah-langkah persuasif.

    “Kepolisian dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya sudah menyiapkan rencana pengamanannya dengan penebalan personil dan menambah kekuatan dari Brimob,” kata Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin.

    Martinus menjelaskan tiga langkah upaya pengamanan yang akan dilakukan kepolisian. Pertama, memastikan lokasi, benda-benda, massa serta kegiatan harus berjalan dengan baik dan tertib tanpa ada gangguan yang berakibat kepada masyarakat lain yang tidak ikut aksi.

    “Mari kita melakukan aksi dengan tertib, karena ada masyarakat (lain) juga yang melakukan aktivitas, sehingga kita butuh ketertiban di dalam melakukan aksi itu,” ujarnya.

    Kedua, lanjutnya, kepolisian sudah memploting personil-personil yang akan melakukan pengamanan di beberapa tempat seperti di objek-objek vital yang akan berlangsung tempat unjuk rasa.

    “Ketiga, dalam hal ini kami komunikasi dan berkoordinasi dengan beberapa stakeholder dan beberapa pihak yang melakukan aksi nantinya untuk menyampaikan, memberitahukan bahwa kiranya aksi harus dilaksanakan dengan tertib,” ujarnya.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

    Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

    Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

    Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

    Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

    Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

    Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

    Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

    Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

    Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

    Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

    Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

    Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

    PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

    Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

    KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

    Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

    Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

    KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....
    BAGIKAN