Jokowi Diyakini Tetap Terapkan Hukuman Mati demi Popularitas

Metrobatam, Jakarta, CNN Indonesia — Amnesty International Indonesia pesimistis Presiden Joko Widodo akan menghentikan eksekusi hukuman mati, khususnya dalam kasus peredaran narkotika

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan isu hukuman mati masih begitu populer di masyarakat, terutama kelompok-kelompok agama. Sementara Jokowi yang kembali maju di Pilpres 2019, butuh menjaga elektabilitasnya.

“Tidak mungkin (menghentikan hukuman mati), kalau Jokowi masih menimbang popularitas, gaya pengambilan keputusannya masih populis, tidak mungkin bertabrakan dengan aspirasi kelompok itu,” kata Usman usai peluncuran laporan berjudul Hukuman dan Eksekusi Mati 2017 di kantor Amnesty International Indonesia di Jakarta, Kamis (12/4).

Laporan Hukuman dan Eksekusi Mati 2017 menyimpulkan eksekusi mati yang pernah dilakukan Pemerintahan Jokowi pada 2016 tidak mampu mengurangi kasus peredaran narkoba.

Usman menyebut pada 2016, kasus narkoba mencapai 807 kasus. Namun setelah eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba, jumlah kasus narkoba malah meningkat 57,6 kali lipat.

“Pada 2016 ada hukuman mati bagi terpidana narkoba. Tapi kasus yang terjadi malah meningkat dari 807 di 2016, menjadi 46.537 di 2017, artinya tidak ada korelasi,” Usman menjelaskan.

Di kesempatan yang sama, Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan menyayangkan bila Pemerintah dan DPR masih dengan bangga mendukung hukuman mati.

Menurutnya, jumlah ancaman terhadap warga malah bertambah meski sudah diterapkan hukuman mati. Karena itu, ia pun menyebut hukuman mati hanya alat gagah-gagahan politisi semata menjelang musim politik.

“Ini alat politik gagah-gagahan paling mudah bagi DPR (dan Pemerintah) menunjukkan ke publik bahwa mereka bekerja,” ungkapnya.

Usman menambahkan seharusnya Pemerintah Indonesia belajar dari tidak efektifnya hukuman mati. Terlebih lagi ada tren global yang mulai meninggalkan hukuman mati.

Dalam laporan Hukuman dan Eksekusi Mati 2017, dicatat eksekusi hukuman mati di seluruh dunia menurun 17 persen dari 3.117 di 2016 menjadi 2.591 di 2017. Lalu ada dua negara yang menghapuskan hukuman mati dari regulasi mereka, yaitu Guinea dan Mongolia.

Sebenarnya, imbuh Usman, Jokowi bisa menjadi pelopor penghapusan hukuman mati di Indonesia jika ada kesadaran. Karena penghapusan hukuman mati di banyak negara diawali dari kesadaran elite politik, bukan dari konsensus bersama.

“Presiden Indonesia harus punya kesadaran ada masalah dalam hukuman mati dan harus berinisiatif mengubahnya. Karena harus diawali oleh kepemimpinan politik, tanpa konsensus populer,” ujarnya.

Pada 2016 ada tiga narapidana mati dari total 18 terpidana yang eksekusi mati. Seluruhnya adalah terpidana mati kasus narkoba.

Selama 2017 tidak ada eksekusi mati, namun dalam catatan Amnesty International Indonesia ada 47 vonis hukuman mati yang dijatuhkan untuk terpidana di Indonesia. Hingga akhir 2017, total ada 262 orang terpidana mati yang menunggu waktu eksekusi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dukung Pemerintah, 2019 Golkar Target 6 Kursi di DPRD Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Tanjungpinang, Ade Angga menargetkan 6 kursi suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang. Menurut,...

Komisi III DPRD Kepri Tinjau Pembangunan Drainase

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau bersama dengan Dinas PUPR melakukan peninjauan lapangan pembangunan dan perbaikan saluran air di Kelurahan Baloi...

Ketua DPRD Provinsi Kepri Terima Kunjungan KPU Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Jumaga Nadeak menerima kunjungan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau, Senin (16/7). Rombongan KPU...

Alfin Minta Kader PKS Tanjungpinang Rebut Pimpinan Dewan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tanjungpinang, Alfin memimpin pendaftaran Caleg Partainya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota...

Danlantamal IV Beri Pembekalan Peserta Ssda Ppra Vlii Lemhannas RI

Metrobatam.com - Tanjungpinang 17 Juli 2018,…. Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memberikan pembekalan...

Danlantamal IV Sambut Kedatangan Wagub Lemhannas RI

Metrobatam.com - Tanjungpinang 16 Juli 2018, Komandan Pangakalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menyambut kedatangan...

Satkat Koarmada I Laksanakan Sosialisasi Bela Negara di SMA Negeri 1 Bintan.

Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada I (Koarmada I) melaksanakan sosialisasi Bela Negara kepada siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan tersebut berlangsung di...

KPU BC Batam Amankan Shabu berat bruto 511 gram

Metrobatam.com - Batam, Minggu (15/07/2018) penumpang moda transportasi : Lion Air JT 970 (BTH-SUB) membawa 4 bungkus plastik bening yang diduga Methamphetamine dengan berat...

Bea Cukai Batam Berhasil Amankan Penyelundupan Sabu Seberat Bruto 1.229Gram

Metrobatam.com - Batam, Bea Cukai Batam bersama petugas Avsec bandara Hangnadim kembali berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dari Batam dihari yang berbeda pada hari minggu...

Ingat, Ini Hari Terakhir Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Batas akhir pendaftaran bagi bakal calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota untuk Pemilu 2019 jatuh pada hari ini,...

Jokowi Akui Mahfud MD dan TGB Masuk Daftar Cawapres

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan nama sejumlah tokoh yang hadir dalam Kuliah Umum Akademi Bela Negara Partai Nasdem masuk dalam kantongnya sebagai...

Penyelundupan 5 Kg Sabu di Perairan Asahan Sumut Berhasil Digagalkan

Metrobatam, Jakarta - Tim First Fleet Quick Respons (FFQR) Pangakalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan (TBA), Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba...
BAGIKAN