Jokowi Diyakini Tetap Terapkan Hukuman Mati demi Popularitas

1060

Metrobatam, Jakarta, CNN Indonesia — Amnesty International Indonesia pesimistis Presiden Joko Widodo akan menghentikan eksekusi hukuman mati, khususnya dalam kasus peredaran narkotika

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan isu hukuman mati masih begitu populer di masyarakat, terutama kelompok-kelompok agama. Sementara Jokowi yang kembali maju di Pilpres 2019, butuh menjaga elektabilitasnya.

“Tidak mungkin (menghentikan hukuman mati), kalau Jokowi masih menimbang popularitas, gaya pengambilan keputusannya masih populis, tidak mungkin bertabrakan dengan aspirasi kelompok itu,” kata Usman usai peluncuran laporan berjudul Hukuman dan Eksekusi Mati 2017 di kantor Amnesty International Indonesia di Jakarta, Kamis (12/4).

Laporan Hukuman dan Eksekusi Mati 2017 menyimpulkan eksekusi mati yang pernah dilakukan Pemerintahan Jokowi pada 2016 tidak mampu mengurangi kasus peredaran narkoba.

Usman menyebut pada 2016, kasus narkoba mencapai 807 kasus. Namun setelah eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba, jumlah kasus narkoba malah meningkat 57,6 kali lipat.

“Pada 2016 ada hukuman mati bagi terpidana narkoba. Tapi kasus yang terjadi malah meningkat dari 807 di 2016, menjadi 46.537 di 2017, artinya tidak ada korelasi,” Usman menjelaskan.

Di kesempatan yang sama, Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan menyayangkan bila Pemerintah dan DPR masih dengan bangga mendukung hukuman mati.

Menurutnya, jumlah ancaman terhadap warga malah bertambah meski sudah diterapkan hukuman mati. Karena itu, ia pun menyebut hukuman mati hanya alat gagah-gagahan politisi semata menjelang musim politik.

“Ini alat politik gagah-gagahan paling mudah bagi DPR (dan Pemerintah) menunjukkan ke publik bahwa mereka bekerja,” ungkapnya.

Usman menambahkan seharusnya Pemerintah Indonesia belajar dari tidak efektifnya hukuman mati. Terlebih lagi ada tren global yang mulai meninggalkan hukuman mati.

Dalam laporan Hukuman dan Eksekusi Mati 2017, dicatat eksekusi hukuman mati di seluruh dunia menurun 17 persen dari 3.117 di 2016 menjadi 2.591 di 2017. Lalu ada dua negara yang menghapuskan hukuman mati dari regulasi mereka, yaitu Guinea dan Mongolia.

Sebenarnya, imbuh Usman, Jokowi bisa menjadi pelopor penghapusan hukuman mati di Indonesia jika ada kesadaran. Karena penghapusan hukuman mati di banyak negara diawali dari kesadaran elite politik, bukan dari konsensus bersama.

“Presiden Indonesia harus punya kesadaran ada masalah dalam hukuman mati dan harus berinisiatif mengubahnya. Karena harus diawali oleh kepemimpinan politik, tanpa konsensus populer,” ujarnya.

Pada 2016 ada tiga narapidana mati dari total 18 terpidana yang eksekusi mati. Seluruhnya adalah terpidana mati kasus narkoba.

Selama 2017 tidak ada eksekusi mati, namun dalam catatan Amnesty International Indonesia ada 47 vonis hukuman mati yang dijatuhkan untuk terpidana di Indonesia. Hingga akhir 2017, total ada 262 orang terpidana mati yang menunggu waktu eksekusi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Daftar Tim 11 Ulama Alumni 212 yang Bertemu Jokowi di Bogor

Metrobatam, Jakarta - Tim 11 Ulama Alumni 212 menjelaskan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni...

Tepis Amien Rais, Buya Syafii: Tak Benar Agama untuk Pemilu

Metrobatam, Magelang - Amien Rais mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik. Namun pendapat itu dimentahkan oleh Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak...

Semburan Api Ledakan Sumur Minyak di Aceh hingga 100 Meter

Metrobatam, Banda Aceh – Sumur minyak tradisional di Desa Pasir Puteh, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter....

Bertemu Alumni 212, Jokowi Dinilai sebagai Pemimpin Berjiwa Besar

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu 22 April 2018 bertemu perwakilan ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 di salah...

Paspampres Wanita Kawal Jokowi di Perayaan Ekspor Xpander

Metrobatam, Jakarta - Tidak sendirian, saat menyambangi acara seremoni perdana ekspor Mitsubishi Xpander Presiden Joko Widodo terlihat dikelilingi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan....

Mahasiswa Gantung Diri Sambil Video Call Mantan Kekasih

Metrobatam, Ketapang - Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berinisial Al, ditemukan tak bernyawa di losmen milik saudaranya di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga...

Jauh Kalahkan Gerindra di Litbang Kompas, PDIP Akui Terbantu Jokowi

Metrobatam, Jakarta - PDIP unggul jauh dari Gerindra di survei Litbang Kompas dengan mendapat elektabilitas 33,3 persen. PDIP menyebut angka itu tak terlepas dari...

Tambang Minyak Ilegal di Aceh Meledak, 18 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang minyak ilegal di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten...

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Akui Terima Suap 110 Ribu Dolar dari Politikus Golkar

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado‎, Sulawesi Utara, Sudiwardono mengakui menerima uang senilai 110 dolar Singapura dari politikus Golkar non-aktif, Aditya...

Liga Champions: Real Madrid Tekuk Bayern Munich 2-1

Munich - Real Madrid membawa pulang kemenangan dari lawatan ke markas Bayern Munich di leg I semifinal Liga Champions. El Real memetik kemenangan 2-1...

Perpres Tenaga Kerja Asing, Moeldoko: Generasi Muda Jangan Jadi Penakut!

Metrobatam, Makassar - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar generasi muda jangan jadi penakut bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini...

Dendam Kesumat Harimau Bonita hingga Serang Manusia

Metrobatam, Pekanbaru - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera setelah menerkam manusia di Inhil, Riau. Lalu, apa yang...
BAGIKAN