Jokowi Pastikan Korban Gempa Lombok Dapat Bantuan Rp50 Juta untuk Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta – Pemerintah akan memberikan bantuan dana sekitar Rp50 juta bagi warga untuk merenovasi rumahnya yang roboh setelah adanya musibah gempa bumi 6,4 skala richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan adanya bantuan yang ada disalurkan lewat BNPB tersebut. Bahkan, Kepala Negara telah melihat daftar rumah warga yang rusak saat mengunjungi lokasi.

“Tadi saya sudah lihat beberapa daftar. Dan saya juga bertanya kalau bangun lagi habisnya berapa. Semuanya sudah jelas,” kata Jokowi saat meninjau lokasi gempa di Lombok Timur, NTB, Senin (30/7).

Kepada Jokowi, para warga korban bencana gempa di Lombok rata-rata meminta bantuan sebesar Rp40 juta hingga Rp50 juta. Mereka juga bersedia untuk membangun rumahnya sendiri.

“Saya kira ini sudah cukup semua. Tadi saya tanya berapa? Ada yang Rp40 juta, dan ada di sana Rp45 juta. Tapi saya kira rata-rata Rp50 juta. Saya hanya ingin kroscek saja. Jadi rata-rata, plus minusnya Rp50 juta,” papar Jokowi.

Jokowi menegaskan, tidak ada personil dari TNI, Basarnas, dan BNPB yang ditarik ke satuannya masing-masing kendati warga telah bersedia membangun rumahnya sendiri.

Menurutnya, tim gabungan SAR itu akan tetap berada di lokasi untuk membantu warga. Jokowi juga menyebut prajurit TNI akan membantu warga dalam membersihkan sisa-sisa puing reruntuhan rumah yang berserakan lantaran musibah gempa tersebut.

“Dan untuk (korban) di Rinjani sudah juga diproses oleh Basarnas, BNPB, TNI dan segera bisa diselesaikan semua,” tandasnya.

Seperti diketahui, dari data sementara berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak akibat musibah ini.

Sementara dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Di Kabupaten Lombok Timur terdapa t14 orang meninggal dunia dan 162 jiwa mengalami luka-luka, serta ribuan rumah rusak.

Jokowi Ucapkan Duka Mendalam

Jokowi menghanturkan ucapkan bela sungkawa atas musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu 29 Juli 2018. Atas bencana gempa bumi 6,4 skala richter itu tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa mengalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak.

“Ya pertama kita ingin mengucapkan duka cita yang mendalam atas musibah ini, terutama bagi korban yang meninggal semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Jokowi saat mengunjungi salah satu pusat gempa di Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018).

Jokowi memastikan saat ini BNPB tengah mendata berapa rumah yang mengalami roboh agar dapat segera dibangun. Terutama, kata dia, rumah-rumah yang mengalami rusak berat atas musibah itu.

“Kedua untuk rumah-rumah yang roboh. Utamanya rusak berat, ini masih dalam proses verifikasi di kelurahan, kecamatan dan nanti akan dikeluarkan oleh Pak Gubernur berapa jumlah total semuanya,” jelasnya.

Kepala Negara memastikan masyarakat dapat membangun kembali rumahnya pada besok pagi, Senin 31 Juli 2018. Menurut Jokowi, masyarakat telah bersedia untuk memperbaiki rumahnya sendiri dengan hanya meminta biaya dari pemerintah.

“Dan segera (dibangun), maksimal besok pagi, sesuai permintaan dari masyarakat agar diberi uang saja. Agar rumah ini dapat dibangun kembali,” pungkasnya. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolda Kepri Buka Acara Pemilihan Putri Citra Indonesia ke XXXIV Tahun 2018

Metrobatam.com, Batam - Kapolda kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.I.K resmi membuka acara Pemilihan Putri Citra Indonesia ke XXXIV tahun 2018 ...

Dragon Boat Race Tanjungpinang 2018, Diikuti 45 Tim dari 4 Negara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 45 tim yang berasal dari 4 negara mengikuti event Internasional Dragon Boat Race (DBR) 2018 yang kembali digelar oleh Pemerintah...

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....
SHARE