Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto melaporkan klaim kebocoran anggaran mencapai Rp500 triliun kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi juga meminta laporan tersebut disertai data dan fakta.

“Duitnya gede banget Rp500 triliun. Laporin ke KPK dengan bawa bukti-bukti dan bawa fakta-fakta. Jangan asal,” ujar Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019, di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2).

Jokowi lantas menyinggung pernyataan Prabowo ketika 2014 silam. Ketika itu, disebut terjadi kebocoran anggaran sebesar Rp7.200 triliun. Saat ini, kebocoran anggaran disebut sebesar 25 persen alias Rp500 triliun.

Menurut Jokowi, bila memang terdapat kebocoran yang disebut mencapai 25 persen dari total APBN tahun lalu atau sekitar Rp500 triliun segera dilaporkan kepada KPK.

“Kalau memang bocor sampai 25 persen laporin aja ke KPK. Duit gede banget itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan pembangunan Indonesia seharusnya dinikmati oleh seluruh masyarakat. Namun pada kenyataannya anggaran yang disusun pemerintah setiap tahunnya justru bocor dan dikorupsi.

Berdasarkan data yang dikantonginya, Prabowo menyebut setidaknya ada kebocoran anggaran akibat penambahan besaran jumlah alokasi dana (mark up) sekitar Rp500 triliun per tahun.

“Dari Rp2.000 triliun (anggaran pemerintah), hampir Rp500 triliun yang bocor. Uang ini hilang,” ujarnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabar kebocoran anggaran ini tak diketahui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Ia mengaku tak tahu menahu soal tudingan yang dilemparkan Prabowo mengenai kebocoran anggaran sekitar Rp500 triliun per tahun.

Menurutnya, ia tak pernah mendengar ada kebocoran anggaran pemerintah sampai sebegitu besarnya. Dengan kisaran Rp500 triliun, maka kebocoran yang terjadi berarti sekitar 22-25 persen per tahun.

Darmin pun mengaku tak paham dari mana sumber data yang digunakan calon presiden dari kubu oposisi itu.

“Saya tidak tahu, itu perkiraan (dia) kali. Tapi ya sudahlah, komentar politisi saya tidak bisa (tanggapi),” ucap Darmin di kantornya, Rabu (6/2) malam.

Banyak Kepala Daerah Korupsi

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno mengatakan fakta mengenai kebocoran anggaran itu nyata. “Kalau mau dibilang bukti fakta ya, kan ada. Nyata. Gimana kami mau bawa bukti ke KPK, itu kan sudah ada buktinya,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

Dia mencontohkan soal kasus korupsi yang menjerat kepala daerah dan anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Menurut Dasco, kasus korupsi itu sama dengan kebocoran anggaran.

“Contoh banyak kepala daerah dan anggota DPRD (korupsi) baik dari partai koalisi pemerintah maupun non pemerintah. Itu kan semua namanya kebocoran anggaran,” sebutnya.

Karena itu, Dasco tak setuju dengan tantangan Jokowi kepada Prabowo untuk melaporkan ke KPK. Menurut dia, pernyataan soal kebocoran anggaran itu seharusnya menjadi bahan instrospeksi.

“Jadi kalau saya ya, justru bukan soal lapor melapor. Tapi bagaimana kita ini menghentikan atau mencegah kebocoran. Ya kita sama-sama prihatin. Dan nggak bisa disangkal bahwa sekarang kan banyak eksekutif, legislatif yang kemudian terkena kasus,” kata Dasco.

Sebelumnya, Jokowi meminta Prabowo menunjukkan bukti dan tidak asal bicara soal kebocoran anggaran negara hingga 25%. Jokowi mengatakan, 25% anggaran negara adalah jumlah besar. Ia meminta Prabowo melapor ke KPK jika ditemukan indikasi kebocoran anggaran negara.

“Kalau memang bocor sampai 25%, laporin aja ke KPK. Duit gede banget itu. Dulu 2014 coba diingat-ingat, 2014 katanya bocor Rp 7,200 triliun. Sekarang itu bocornya kalau 25% itu berarti Rp 500 triliun. Duitnya gede banget Rp 500 triliun,” kata Jokowi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...