JPU Salah Menetapkan Pasal, Hakim Wahyu Usir Istri Terdakwa Nelsen Bur

    157

    nelsen bur

    Metrobatam.com, Batam – Terdakwa Nelsen Bur yang dituntut hukuman pidana 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Barnad pekan lalu,membacakan nota pembelaannya (pledoi), Kamis (25/2) di Pengadilan Negeri Batam.

    Pejabat Pemprov Kepri yang didakwakan dengan perkara perdagangan manusia dibawah umur (trafficking) ini, tidak didampingi Penasehat Hukum dan langsung membacakan pledoi tertulisnya sendiri.

    Ia mengatakan, tuntutan JPU tidak berdasarkan pasal yang tepat dengan perkara. Pasalnya, dalam tuntutan, terdakwa dianggap terbukti melakukan pelanggaran pasal 102 ayat (1) huruf a UU nomor 39 tahun 2014.

    “Pasal tersebut nyatanya, adalah undang-undang tentang perkebunan,” ujarnya.

    Hal itu, sambung terdakwa, membuktikan JPU telah menuntut tanpa didasarkan aturan yang berlaku dan tidak sesuai dengan tindak pidana yang didakwakan.

    “Undang-undang yang mengatur tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah UU nomor 39 tahun 2004. Jika JPU merubah tuntutannya akibat kesalahan JPU sendiri, maka saya tidak menerima karena negara kita merupakan negara hukum,” ungkap Nelsen.

    Disamping itu, terdakwa juga menkoreksi keterangan dalam pemeriksaan terdakwa yang tercantun pada tuntutan. “Saya tidak pernah mengatakan akan memberangkatkan korban (Nanik dan Fitri) Senin (13/4) 2015 ke Malaysia. Saat itu saya sedang bekerja sebagaimana biasanya, jadi kapan saya memberangkatkan mereka,” paparnya lagi.

    Terdakwa meminta agar Majelis Hakim dapat mempertimbangkan pembelaannya agar terbebas dari jeratan hukum. Sementara, JPU Barnad menyatakan untuk tetap pada tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya.

    Usai Nelsen membacakan pledoinya dan hak minta tanggapanya, Istri terdakwa sempat histeris mendapat respon dari JPU. Ia mengajukan interupsi dipersidangan, meminta agar Majelis Hakim bisa lebih adil. “Interupsi yang mulia, suami saya tidak salah. Mohon bebaskan suami saya,” ucapnya sembari menangis.

    Hakim ketua Wahyu, didampingi dua hakim anggota, mengusir dan meminta pihak keamanan agar istri terdakwa dikeluarlan  dari ruang sidang karena dianggap tidak menghargai persidangan.

    “Majelis akan bermusyawarah. Mengingat masa penahanan terdakwa hampir habis, maka Selasa (1/3) adalah sidang putusan terhadap terdakwa Nelsen Bur. Sidang ditutup,” ungkap Wahyu.(nikson simanjuntak & andi)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

    Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

    Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

    Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

    Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

    Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

    Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

    Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

    Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

    PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

    Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

    KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

    Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

    Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

    KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....

    Setnov Bela Fahri Hamzah soal Tudingan Nazaruddin

    Metrobatam, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto membela Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin...

    TKI di Taiwan Tewas Misterius, Sempat Tulis Surat Wasiat dan Siaran Live di Facebook

    Metrobatam, Lampung - Seorang TKI pria yang bekerja di Taiwan dilaporkan tewas bunuh diri. Pria berinisial WY asal Lampung Timur itu dikabarkan nekat mengakhiri...
    BAGIKAN