Kabupaten Kepulauan Anambas Raih WTP Perdana dari BPK RI

298

Metrobatam.com, Anambas –  Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Kepri, dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Berbasis Akrual tahun anggaran 2015.

Bahkan, Bupati KKA Abdul Haris didaulat memberikan sambutan mewakili kepala daerah yang lain pada penyerahan opini BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tersebut, Kamis (9/6).Abdul Haris mengatakan, kepastian WTP didapat pada Kamis (9/6) setelah penyerahan opini dari kepala  BPK Perwakilan Provinsi Kepri Isman Rudy.

“Alhamdulillah WTP ini merupakan yang perdana sejak daerah ini dimekarkan,” ujar Haris melalui ponselnya, Jumat (10/6).

Haris menceritakan, pada awal dimekarkan tahun 2009, Anambas mendapatkan penilaian Disclaimer atau tanpa opini. Setelah itu berturut-turut Anambas mendapatkan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Puncaknya pada tahun 2016 ini akhirnya perjuangan Anambas sudah mendapatkan WTP,” katanya penuh semangat.

Kendati demikian, orang nomor 1 KKA ini mengungkapkan keberhasilan naik kelas ini merupakan hasil kerja keras semua jajarannya. Haris memuji kinerja Bagian Keuangan dan Bagian Aset dan SKPD lain yang mendukung, serta BPK yang telah memberikan petunjuk dan arahan bagaimana cara pengelolaan keuangan daerah yang baik dan benar.

“Artinya semua kerja keras dan kerja sama untuk mengikuti semua aturan dan arahan serta  pentunjuk yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), sehingga Anambas mendapatkan WTP perdana sejak dimekarkan,” terangnya.

Haris bertekad akan mempertahankan opini WTP tersebut. Namun,  tak dapat dipungkiri mempertahankannya harus dengan kerja keras dari semua lini, terutama Bagian Keuangan, Aset dinas-dinas lainnya.

Juga paling penting, kata dia, adalah pegawasan oleh Inspektorat harus intens terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Saya berharap kerapian dalam pencatatan pengelolaan keuangan daerah itu, dan  yang paling penting agar WTP dapat dipertahankan,” imbuhnya.

Haris juga berpesan dalam penganggaran  harus transparan.  Bahkan, dalam penyusunan  anggaran, harus sesuai dengan sistem pemeriksaan. Haris mengingatkan kepada semua kepala SKPD agar hati hati dalam membuat program kerja dan kegiatan. Jangan sampai salah.

“Baca dua tiga kali, jangan copy paste. Kadang salah, yang lama dengan baru itu ada perbedaan, akhirnya setelah disahkan terjadi kesalahan pada nomenklatur, maka salahlah menjalankan anggaran itu,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kata Haris, yang tidak diinginkan BPK itu tidak rapi dan tidak patuh dengan undang-undang. kepatuhan terhadap undang-undang  dalam penganggaran menjadi poin penting. Beberpa aspek penilaian tersebut antara lain, manajemen kas, aset,  kepatuhan, tertib administrasi dan lainnya.

“Ini yang  menjadi tolak ukur. Jika kita tunduk dan patuh dalam administrasi, Insya Allah Pemda akan selamat dari indikasi korups,” kata Haris.

(mb/haluankepri/yud)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN