Kantor Pembebasan Papua Berdiri, Ini Penjelasan Kapolda

     

    Metrobatam.com – Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, penancapan papan nama sekretariat ULMWP (United Liberation Movement For Wets Papua) oleh sekelompok orang, memanfaatkan peresmian kantor sekertariat DAP (Dewan Adat Papua) setempat, yang saat itu sedang berlangsung.

    Papan nama sekretariat ULMWP yang dikenal sebagai wadah pembebasan Papua Barat di Jalan Trikora Wamena Kabupaten Jayawijaya Papua, Selasa 15 Februari,

    “Saat itu sedang ada peresmian kantor DAP, lantas sekelompok orang memancangkan papan ULMWP, jadi mereka mencoba memanfaatkan momen itu, namun Polisi langsung mencabut papan tersebut dan kini dijadikan barang bukti,” ujar Irjen Paulus, Rabu 17 Febuari 2016.

    Pencabutan papan itu dilakukan hanya beberapa saat setelah ditancapkan. “Papan itu langsung dicabut, karena ULMWP selama ini dikenal sebagai wadah perhimpunan kelompok yang berseberangan dengan NKRI,” kata Kapolda.

    Namun yang jelas kata Paulus, tidak ada pembukaan kantor ULMWP di Wamena. “Mereka hanya mencoba memanfaatkan momentum peresmian secretariat DAP, bukan membuka kantor pendukung Papua Merdeka,” tegas dia.

    Saat ini, lanjut Paulus, polisi sedang melakukan pencarian terhadap aktor intelektual pemancangan papan nama ULMWP. Menurut dia, ada dua orang yang diduga sebagai aktor kejadian tersebut, masing-masing berinisial MH dan EW. “Sedang dicari untuk dimintai klarifikasinya terkait penacapan nama ULMWP di kantor sekretarist DAP,” kata Paulus.

    Jika nantinya ditemukan unsur melawan hukum, maka keduanya akan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. “Kalau dianggap punya potensi mengganggu keamanan tentu polisi akan memprosesnya, karena itulah tugas kami,” terangnya.

    Saat penurunan papan nama ULMWP, Selas 16 Febuari, kelompok masyarakat  adat yang jumlahnya sekitar 60 orang dipimpin Amos Wetipo sempat menolak. Mereka meminta polisi tidak menurunkan papan nama tersebut.

    Sementara itu salah seorang tokoh politik Papua Filep Karma mengklaim, belum mengetahui kronologis penancapan papan nama ULMWP. “Saya belum tahu secara pasti, baru hanya mendengarnya,” kata Filep.

    Meski demikian, Filep menyatakan, sekalipun papan itu ditancapkan belum tentu memiliki dampak yang sangat besar. “Apakah kalau papan itu ditancapkan, Papua akan langsung merdeka, kan tidak,” ujar Filep yang selama belasan tahun mendekam di penjara karena kasus pengibaran bendera Bintang Kejora.

    (viva)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Jaksa Agung: Aset First Travel Dirampas Negara Sebuah Kesalahan

    Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung M Prasetyo punya pandangan berbeda dengan majelis hakim yang memutuskan aset bos First Travel terkait perkara penipuan umrah dan...

    Siti Aisyah Dilatih Membunuh Kim Jong-Nam, Menlu: Buktinya Lemah

    Metrobatam, Jakarta - Jaksa Malaysia menyatakan dua terdakwa pembunuhan Kim Jong-Nam, termasuk Siti Aisyah dari Indonesia, telah dilatih untuk memastikan keberhasilan aksinya. Menlu RI...

    Kurangi Sampah, Pemuda Ini Jualan Gelas yang Bisa Dimakan

    Metrobatam, Jakarta - Ide bisnis bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Bisa saja muncul ketika kita sedang memikirkan sesuatu tentang kondisi sosial...

    Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

    Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

    Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

    Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

    Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

    Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

    Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

    Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

    Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

    Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

    Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

    Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

    Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

    Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

    Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

    Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

    Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...
    BAGIKAN