Kapal Penyeludup Lempari Kapal Patroli BC Kepri dengan Bom Molotov

595

Metrobatam.com, Meral – Kapal patroli milik Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri) BC-6003 dilempari bom molotov oleh puluhan orang yang berada di atas sebuah kapal penyelundupan sebanyak 700 karung pakaian bekas dari Malaysia.

“Kejadiannya Senin (23/5) sekitar pukul 00.45 WIB di perairan Tanjung Siapi-api ketika BC-6003 mencegat kapal tersebut, tidak ada petugas yang terluka dalam kejadian tersebut,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) R Evy Suhartantyo di Kanwil BC Kepri, Meral, Karimun, Kepri, Rabu.

Evy Suhartantyo menuturkan, massa yang berjumlah sekitar 23 orang, ditambah sembilan ABK memberikan perlawanan dengan melempari BC-6003 dengan bom molotov dan obor yang sudah dinyalakan.

BC-6003 yang dikomandani Kurniawan berhasil melumpuhkan aksi anarkis massa. Nyala api yang timbul akibat lemparan bom molotov dan obor berhasil dipadamkan dengan meriam air atau water canon.

Selain bom molotov dan obor terbuat dari bambu, massa juga mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa gancu.

“Sebagian dari senjata tajam itu berhasil diamankan, sebagian mereka buang ke laut,” kata dia.

Sebelum insiden perlawanan tersebut, petugas patroli BC-6003 sempat menemukan dua boat dalam kondisi kosong, namun kapal tersebut diduga untuk mengangkut massa.

“Ada dugaan seseorang mengerahkan mereka untuk memberikan perlawanan ketika kapal tanpa nama tersebut dicegat petugas patroli. Massa diduga berasal dari Tanjungbalai Asahan,” katanya.

Kapal tanpa nama dengan bobot 30 GT berhasil dikuasai, berikut massa yang berbuat anarkis dan ABK-nya ditarik ke dermaga Ketapang Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri di Meral, Kabupaten Karimun.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pakaian bekas sebanyak 700 karung tersebut hendak dibawa ke Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Pakaian bekas sebanyak itu ditaksir bernilai sekitar Rp2,1 miliar.

“Pemilik pakaian bekas itu masih diselidiki teman-teman di penyidikan,” kata dia.

Mengenai proses hukum terhadap massa berjumlah 23 orang tersebut, lanjut Evy, akan dikoordinasikan denganĀ  kepolisian.

Sedangkan nakhoda DIN dan seluruh awak kapal masih dalam pemeriksaan penyidik dengan sangkaan melanggar Pasal 102 huruf (a) Undang-undang No 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10/1995 tentang Kepabeanan.

“Pelanggarannya mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest. Pakaian bekas juga termasuk barang larangan dan pembatasan yang dapat merusak kesehatan dan industri tekstil dalam negeri,” tutur Evy Suhartanyo.

Sementara itu, salah seorang pelaku anarkis, Ridwan, mengaku dibayar sebesar Rp1,5 juta sebagai ABK, dan memberikan perlawanan kepada petugas patroli BC.

“Saya diupah Rp1,5 juta. Kebetulan saya perlu uang,” kata dia dari balik jeruji sel Kanwil BC Kepri.

Namun demikian, dia enggan menyebutkan siapa yang mengupah dirinya bersama 22 orang lainya untuk memberikan perlawanan ketika kapal mengangkut pakaian bekas tersebut dihadang kapal patroli BC. (Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
BAGIKAN